Mohammad Faizal Hidayat bisa dibilang tangguh untuk pemuda seumurannya. Dia cukup sadar untuk mendapatkan segala sesuatu, haruslah berusaha maksimal dan tidak hanya bermimpi saja. Jadi jangan heran, di usia yang cukup belia yaitu 25 tahun, Faizal sudah menuai sukses. Usaha kafe susu yang dia beri nama It’s Milk kini sudah memiliki belasan cabang di Indonesia dengan omzet mencapai Rp1 miliar setiap bulannya.

Baca juga: Jualan Karya Seni di E-Commerce Ala Katiana Selopranoto

Kisah sukses Faizal termasuk kisah yang penuh onak dan duri. Terlahir di keluarga miskin, Faizal harus menyesuaikan diri dengan keadaan orang tuanya yang serba kekurangan. Kehidupan mereka berpindah-pindah untuk mencari peruntungan yang lebih baik, mulai dari Bekasi, Klaten, hingga akhirnya berlabuh di Brebes.

Mau tidak mau Faizal juga harus berjuang keras untuk mandiri termasuk bisa mengecap pendidikan. Dia pun terbiasa mencari uang sampingan. Bahkan sejak masih masih SMA Faisal sudah bekerja menjadi tukang rongsok yang mengumpulkan besi tua untuk dijual pada pengepul.

Selain menjadi tukang rongsok, Faizal juga membuka usaha jual beli handphone bekas. Tamat SMA, dia diterima di program D-3 Teknik Elektronik Universitas Negeri Semarang. Faizal memutuskan nekat merantau ke Semarang meskipun dia tidak tahu bagaimana harus membiayai kuliahnya.

“Mama berpesan agar saya berusaha sendiri kuliah dan menghidupi diri sendiri di Semarang,” cerita Faizal pada beberapa media online. Siapa sangka, kepindahannya ke Semarang menjadi titik balik kesuksesannya.

Berjuang dengan usaha kecil

Untuk menghidupi dirinya dan membayar kuliah, Faizal berjualan dengan modal seadanya di lingkungan kampus. Dia sempat menekuni usaha sate aci, berjualan olos (jajanan dari tepung kanji), dan cokelat. Hasil dari jualan tidaklah besar, namun dia bisa bertahan hidup.

Ide membuka kafe susu muncul saat Faizal mengikuti kegiatan pengabdian kampus di sentra susu Gunungpati, Semarang. Di sana dia melihat susu yang dihasilkan peternak tidak sebandingdengan permintaan. Saat itu Faizal pun terinspirasi membuka kafe susu.

“Semula saya akan membuka kafe kopi, tapi akhirnya saya berpikir ganti susu saja. Pasarnya masih luas, nilai jualnya juga tinggi,” kata Faizal dalam wawancaranya dengan Detik.com.

Pada saat Faizal duduk di semester ketiga pada 2013, dia memperoleh bantuan usaha lewat Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) sebesar Rp5 juta. Modal itu digunakan untuk riset pasar dan hanya tersisa Rp1,3 juta. Sisa uangnya itu pun digunakan untuk membuka gerai It’s Milk untuk pertama kalinya.

Dia menyewa sebuah gerai kecil di Jalan Cempaka, Sekaran, Semarang. Gerai itu tak jauh Universitas Negeri Semarang. Gerainya itu dihiasi lampu dan cat bekas untuk menghemat pengeluaran.

Bahan baku susu It’s Milk disuplai langsung oleh peternak dari Gunungpati Semarang. Susu murni itu kemudian dioleh menjadi produk aneka rasa yang “kekinian”. Faizal cukup kreatif memadukan rasa susu yang diprediksi akan menarik pembeli semisal blueberry dan green tea.

Baca juga: Usaha Berkebun Praktis Ala Potme Farm

Dengan 16 varian rasa, harga jual susu di gerai It’s Milk berkisar antara Rp6.000 sampai Rp15.000. Selain susu, Faizal juga menjual bermacam penganan tambahan seperti kentang goreng, pasta dan sosis bakar. Siapa sangka gerai pertamanya itu bisa menghasilkan keuntungan Rp 5 juta rupiah di bulan pertama diresmikan.

Terus investasi untuk gerai baru

Sukses gerai pertamanya memacu Faizal untuk melebarkan sayapnya dengan membuka gerai baru. Keuntungan yang didapat disisihkan untuk investasi gerai yang baru.

Hingga saat ini Its Milk sudah punya setidaknya 18 cabang yang tersebar di beberapa kota di Indonesia, dengan omzet Rp1 miliar setiap bulannya.

Selain tiga kedai di Semarang,  Faizal juga memiliki kedai di Magelang, Salatiga, Purwodadi, Blora, Kudus, Rembang, Purwokerto, Tegal, Solo, Tasikmalaya, Garut, Sidoarjo, Jember, Lumajang, dan Lombok.

Jumlah karyawan yang bekerja untuk usahanya juga berlipat. Kalau semula dia hanya mempekerjakan dua karyawan, kini It’s Milk sudah memiliki 150 karyawan!

Brand yang ok dan produk berkualitas

Strategi kesuksesan It’s Milk sepertinya tidak hanya satu, melainkan beberapa. Yang paling jelas adalah  penciptaan positioning produk, hanya menjual produk dengan kualitas tinggi, dan tidak hanya berorientasi profit semata.

“Kita harus pandai mengemas produk dan harus memiliki karakter yang mudah diingat pelanggan,” kata Faizal.

Menurutnya penting mengemas produk dengan baik, termasuk logo dan warna yang menjelaskan produk yang dijual. Misalnya logo It’s Milk adalah gelas susu dengan sedotannya.

Selain itu hasil produk juga harus bagus. Faizal bahkan bersedia membayar harga susu murni dua kali lipat dari perternak dalam rangka mendapatkan produk susu sapi terbaik. Susu itu kemudian diolah dengan berbagai rasa.

“Kenapa outlet jadi banyak dan berkembang? Karena ada kerja sama dan tidak berorientasi profit. Profit dikembalikan lagi untuk mengembangkan outlet agar semakin berkembang,” kata pria ini.

Faizal bercita-cita membuka cabang It’s Milk di seluruh Indonesia. Ia juga memiliki mimpi It’s Milk menjadi brand susu yang terkenal di Indonesia.

Baca juga: Kisah Martalinda Berbisnis Coklat

Kerja keras dan kesuksesan Faizal bisa menjadi sebuah inspirasi, usaha tak pernah membohongi hasil. Kamu setuju?