Banyak bisnis sukses yang berawal dari hobi pendirinya, termasuk bisnis sports apparel atau pakaian olahraga Motion Sport Indonesia yang dimiliki Rizki Adventus (25 tahun). Hebatnya, Rizki memulai bisnis ini sejak masih duduk di kelas 3 SMP. Dari menawarkan membuat kaus olahraga ke teman-teman sendiri, kini Motion Sport Indonesia berkembang menjadi sebuah bisnis beromzet ratusan juta rupiah per bulan.

Baca juga: Bisnis Salad Buah Ala Yola Agatha

Tidak memakai modal

Sejak SD Rizki menggemari olahraga dan saat SMP, dia ikut ekstra kurikuler basket. Ketika itu sang pelatih mengenalkannya pada dunia baru yang lain, yaitu bisnis multi level marketing (MLM). Rupanya Rizki menyukai dunia barunya ini, bahkan berhasil menjadi top seller MLM yang menjual gelang kesehatan tersebut.

“Dari sisi mental dan ilmu, saya dapat banyak hal,” tutur Rizki menceritakan pengalamannya berbisnis MLM seperti dikutip Kontan.co.id.

Setelah itu intuisi bisnis Rizki makin terasah. Tim basket sekolahnya setiap tahun membuat kaus tim untuk ikut kompetisi. Dia melihat peluang bisnis di situ dan punya ide menjalankan usaha pembuatan kaus olahraga.

Rizki pun mulai mencari konfeksi pakaian untuk memproduksi pesanan kaus olahraga di bawah merek Motion. Lalu pada tahun 2010 dia mulai menawarkan jersey atau kaus olahraganya itu lewat grup percakapan Blackberry, media sosial, dan forum Kaskus. Ternyata pesanan mulai banyak yang berdatangan sehingga Rizki yang saat itu juga masih berbisnis MLM, akhirnya hanya fokus pada Motion Sport.

Di awal pendirian Motion, bisa dibilang Rizki tidak mengeluarkan modal uang untuk memulai proses produksi kaus pesanan. Dia mengharuskan pemesan menyetor uang muka 50% dan uang itulah yang digunakan sebagai modal untuk memproduksi jersey.

Pantang meniru jersey resmi

Melihat potensi bisnisnya, tahun 2011-2012 Rizki membuat website resmi Motion Sport Indonesia untuk memudahkan calon konsumen melihat contoh desain jersey dan melakukan pemesanan. Dia pun gencar melakukan promosi menggunakan media sosial seperti Instagram serta Line. Hal lain yang dilakukan Rizki untuk meningkatkan awareness calon pelanggan terhadap brand Motion adalah menawarkan pengadaan jersey sebagai bentuk kerja sama dengan klub-klub olahraga.

“Jadi orang bisa lihat dan enggak tahu kenapa, kalau pakai Motion tradisinya klub itu juara,” kata Rizki seperti dikutip Detik.com.

Di samping gencar berpromosi, Rizki juga menjaga betul kualitas kaus olahraga produksinya. Pelanggan bisa memesan jersey dengan desain dari mereka sendiri, namun di tahap akhir Rizki selalu memastikan desain yang tercetak di jersey sudah proporsional dan enak dilihat. Dia pun pantang menerima desain yang hanya meniru jersey resmi klub-klub olahraga ternama.

“Karena kita akan dianggap memalsukan jersey resmi,” ujar Rizki dalam wawancara dengan channel YouTube Beranda Jawa Pos TV.

Baca juga: Bisnis Susu Murni jadi Miliarder? Intip Trik Faizal Hidayat!

Menyelami pasar langsung

Berkat strategi dan konsistensi tersebut, perlahan kerja keras Rizki membuahkan hasil. Motion Sport Indonesia mulai dikenal sebagai produsen pakaian olahraga lokal yang berkualitas. Selain pesanan dari tim olahraga sekolah, kampus, dan klub olahraga, Motion dipercaya menyediakan jersey bagi kontingen olahraga di tingkat daerah maupun nasional semisal kontingen basket PON Jawa Tengah, DKI, dan tim nasional basket 3X3. Di samping pesanan dari seluruh Nusantara, Motion juga pernah melayani pesanan jersey dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di luar negeri.

Sejak tahun 2016, Motion sudah memiliki rumah produksi sendiri dan dapat membuat 2000 pasang pakaian olahraga (kaus dan celana pendek) dalam sebulan. Pakaian olahraga Motion dijual dengan harga Rp110.000 – Rp260.000 per satu setel, tergantung dari desain dan bahannya.

“Omzet saya sekarang sudah bisa mencapai 3x lipat dari sebelumnya,” ungkap Rizki pada Swa.co.id.

Bagi anak muda yang ingin menjadi produsen pakaian olahraga, pria lulusan London School of Public Relations Jakarta jurusan Marketing Communications ini menekankan pentingnya terjun ke bidang olahraga untuk menyelami pasar. Rizki sendiri saat ini masih aktif bermain basket untuk mengisi waktu luangnya dan menjadi pelatih beberapa tim basket amatir.

Baca juga: Hobi Berkebun Bisa Jdi Bisnis Ala Potme farm

“Saya sering turun ke lapangan dan nonton pertandingan. Melihat sendiri seperti apa tren pasar dan menerima banyak masukan dari konsumen,” beber Rizki pada Beranda Jawa Pos TV.

Ke depannya Rizki berharap dapat memiliki toko offline serta pabrik dengan kapasitas produksi lebih besar. Dia mempunyai target meluaskan pasar Motion di Indonesia dan luar negeri, dengan menjual pernak-pernik olahraga tak sebatas jersey, tapi juga kaus kaki, hoodie, dan lain-lain.

“Olahraga sudah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia. Enggak akan ada matinya, berlangsung terus menerus,” cetus Rizki optimis pada Beranda Jawa Pos TV.

Kisah Rizki menjadi contoh bagi kita, bisnis yang sukses dapat berawal dari hobi, selama dijalani dengan komitmen, fokus, dan kegigihan. Setuju?