Seiring perkembangan teknologi, pekerjaan atau bisnis bisa dilakukan dari rumah melalui jaringan internet. Hal ini membuka peluang bagi ibu rumah tangga yang ingin menjadi mompreneur dan memiliki penghasilan tambahan untuk keluarga dengan berbisnis apa saja yang mereka mau.

Baca juga: Menjadi Pengusaha atau Karyawan? Ini Pertimbangannya!

Nah, buat kamu yang berencana menjadi mompreneur, coba lakukan tips ini agar bisnis maupun urusan rumah tangga sama-sama dapat dikelola dengan baik. 

Efisien dan punya rencana ke depan

Seorang mompreneur harus pintar dalam manajemen waktu. Kamu harus mengalokasikan waktu khusus untuk mengelola bisnis secara profesional. Bisnis bisa dijalankan saat anak berangkat sekolah atau setelah anak tidur pada malam hari. Semuanya tinggal diatur dengan membuat janji lebih dahulu dengan klien.

Carilah setiap peluang untuk menghemat waktu dan membuat segalanya lebih mudah. Tutup kegiatanmu setiap hari dengan membuat daftar kegiatan yang harus dilakukan untuk hari berikutnya. Gunakan kalender untuk perencanaan semua kewajiban pribadi dan profesionalmu.

Jaga kesehatan diri dan anak

Pengusaha biasanya memprioritaskan bisnis mereka di atas kesehatan mereka. Tetapi para ibu tahu bahwa satu anak yang sakit dapat menghentikan seluruh kegiatan rumah tangga, termasuk bisnis rumahan mereka, secara tiba-tiba.

Karena itu, pertahankan kebiasaan sehat pada semua anggota keluarga seperti berolahraga, istirahat cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Menjalin komunikasi yang baik

Komunikasi yang tersumbat antaranggota keluarga sering menimbulkan masalah. Biasanya anak akan protes jika merasa kurang diperhatikan akibat kesibukan ibunya dalam berbisnis.

Komunikasikan hal ini dengan anak dan berikan pengertian bahwa dengan menjalankan bisnis sendiri, waktu ibu untuk anak justru dapat diatur lebih fleksibel. Jika sebelumnya ibu bekerja di kantor, berikan perbandingan pada anak mengenai kondisi dulu dan sekarang, terutama mengenai soal waktu. Bila sebelumnya ibu tidak bekerja di kantor, berikan pemahaman bahwa kesibukan ibu mengurus bisnis bermanfaat untuk keluarga dan masa depan anak, sama halnya seperti ayah yang bekerja. 

Baca juga: 8 Cara Sukes Berbisnis Makanan 

Libatkan anak

Bila anak masih berusia balita dan sering meminta perhatian, memang jadi tantangan tersendiri bagi mompreneur. Apalagi adakalanya urusan bisnis tidak bisa ditunda hingga menunggu waktu anak tidur, semisal harus berdiskusi dengan klien melalui video call.

Untuk mengatasinya, coba latih anak untuk bermain mandiri dengan memanfaatkan mainan edukatif. Setelah anak terbiasa bermain mandiri, kamu akan lebih terbantu saat harus menangani urusan bisnis yang tak bisa ditunda.

Jika bisnismu berkaitan dengan pekerjaan tangan seperti membuat kue, karya seni, atau pernak-pernik dekorasi, kamu juga bisa mengajak si kecil terlibat dalam proses pembuatannya. Berikan “tugas” ringan semisal ikut menimbang bahan kue, mencetak pola sederhana di atas bahan, dan lain-lain.

Ketika anak sudah lebih besar, berikan peran yang lebih besar seperti membantu mengantarkan pesanan ke rumah tetangga, dan sebagainya. Dengan melibatkan anak dalam bisnismu, mereka akan lebih ikut merasa memiliki, memahami mengapa waktumu ada yang tersita untuk bisnis, sekaligus belajar menyelami dunia wirausaha sejak usia dini. 

Pisahkan keuangan rumah tangga dan bisnis

Dengan mencampur keuangan rumah tangga dan bisnis, kamu akan sulit memantau perkembangan bisnismu. Hal ini juga dapat membahayakan kondisi keuangan rumah tangga. Misalnya bisnismu sebenarnya merugi, tapi terus kamu pertahankan dengan mengambil anggaran belanja bulanan sehingga malah membuat keuangan rumah tanggamu kacau.

Sebelum memulai wirausaha, ada baiknya mompreneur mempelajari pengelolaan keuangan bisnis dengan baik karena penting bagi kelangsungan usahanya. 

Sistem pendukung yang baik

Berusaha mengelola rumah tangga dan bisnis sendirian bisa membuat energi terkuras, baik secara fisik dan mental. Karena itu, sistem pendukung atau support system yang baik juga diperlukan agar seorang mompreneur dapat sukses.

Cobalah minta bantuan keluarga atau sanak saudara untuk ikut mengasuh anak-anak saat kamu sedang mengurus bisnis. Diskusikan dengan pasangan mengenai pembagian tugas rumah tangga, termasuk mengurus anak ketika suami sudah pulang ke rumah. 

Saat keuangan rumah tangga sudah lebih stabil, mompreneur dapat mempertimbangkan menggunakan jasa pengasuh anak sehingga lebih fokus mengelola bisnis. 

Baca juga: Inspirasi Investasi dari Selebriti Dunia

Pilih usaha sesuai minat

Tentu saja kita sebaiknya melakukan apa yang kita suka, bukan? Demikian juga dengan bisnis yang dijalankan mompreneur haruslah sesuai passionkamu karena akan membangkitkan semangat dalam aktivitas bisnis.

Bagaimana, siap menjadi mompreneur? Selamat mencoba dan tetap semangat, ya!