Idealnya, rencana liburan sudah dipersiapkan jauh-jauh hari, termasuk anggaran dana liburannya. Jika kamu menginginkan liburan ke tempat yang jauh baik di dalam maupun luar negeri, dana yang dibutuhkan akan cukup menguras isi dompet. Agar tidak membuat dompet jebol, pastikan untuk selalu mempersiapkan dana liburan dengan baik.

Biasanya orang menyiapkan dana liburan dengan cara menabung. Tapi persiapan dana liburan juga bisa dilakukan dengan cara berinvestasi. Investasi untuk mempersiapkan dana liburan ini sangat menarik karena uang yang kamu miliki tidak cuma mengendap di rekening tapi bisa berkembang. Sama halnya dengan tabungan, investasi untuk persiapan liburan juga bisa dilakukan secara bertahap atau perlahan-lahan.

Siapkan rencana liburan

Untuk sebuah liburan yang berkesan dan membutuhkan biaya besar tidak ada salahnya kita siapkan perencanaannya dalam jangka waktu yang cukup lama. Perencanaan liburan bisa dilakukan satu tahun hingga tiga tahun sebelum liburan dilakukan.

Pertama, tetapkan destinasi liburan. Kamu yang sudah lama memendam keinginan untuk mengunjungi tempat-tempat eksotis di dalam dan luar negeri bisa merealisasikannya saat liburan nanti. Rencanakan tujuan liburannya secara detail mulai dari negara tujuan, kota, tempat-tempat spesial yang ingin dikunjungi, serta hotel untuk menginap.

Kedua, carilah waktu yang tepat untuk merealisasikan liburan ke destinasi yang telah ditentukan. Jika kamu berkunjung ke negara dengan empat musim, pilihlah musim yang paling tepat untuk liburan ke negara tersebut. Misalnya, kamu bisa merencanakan liburan di musim semi saat bunga-bunga bermekaran. Hindari memilih waktu liburan saat musim dingin ekstrem karena akan banyak kendala yang ditemui.

Ketiga, sesuaikan dengan jadwal libur kerja atau jadwal cuti di kantor. Untuk liburan panjang, kamu sebaiknya mengajukan cuti kerja ke kantor beberapa bulan sebelum keberangkatan liburan.

Buat anggaran liburan

Setelah destinasi dan waktu liburan ditentukan, siapkan anggaran pengeluaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan rencana liburan tersebut. Lakukan perhitungan seluruh biaya dari mulai transportasi, akomodasi, makan, hingga anggaran untuk beli suvenir dan oleh-oleh.

Siapkan juga dana cadangan atau dana darurat jika suatu waktu diperlukan. Bila rencana liburan dibuat untuk beberapa tahun ke depan, perhitungkan juga potensi inflasi atau kenaikan harga yang mungkin terjadi.

Setelah semua pengeluaran dicatat secara terperinci, kamu akan mendapatkan total anggaran pengeluaran yang diperlukan. Angka ini akan dipergunakan sebagai acuan dalam mempersiapkan dana liburan yang direncanakan.

Tetapkan target investasi

Setelah total dana yang dibutuhkan diketahui, kamu kini bisa merancang rencana investasi untuk mempersiapkan dana liburan tersebut. Tetapkan jangka waktu investasinya lebih dahulu sesuai dengan rencana liburan kamu.

Jika rencana liburan baru akan dilakukan dalam tiga tahun ke depan, jangka waktu investasinya bisa ditetapkan tiga tahun. Begitu juga jika liburan akan dilakukan tahun depan, maka jangka waktu investasinya satu tahun.

Jangka waktu investasi akan menentukan isi portofolio investasi kamu. Untuk jangka waktu investasi yang pendek, tidak disarankan masuk ke instrumen investasi yang memiliki tingkat risiko dan tingkat fluktuasi yang tinggi seperti saham. Sebaiknya investasi dilakukan pada instrumen investasi yang minim risiko dan tidak terlalu fluktuatif.

Dalam berinvestasi untuk mempersiapkan dana liburan, kamu tidak perlu menargetkan imbal hasil setinggi-tingginya. Tujuan utamanya adalah mengumpulkan, mengamankan, dan mengembangkan dana hingga target dana liburan terpenuhi. Target imbal hasil investasi sedikit lebih tinggi dari tingkat inflasi mungkin cukup realistis untuk investasi jangka pendek ini.

Pilih investasi yang sesuai

Dalam memilih instrumen investasi untuk dana liburan, kamu harus mempertimbangkan beberapa hal. Pertama, instrumen investasinya harus likuid atau mudah dicairkan ketika kamu membutuhkannya.

Kedua, tingkat risiko investasinya tidak boleh terlalu tinggi karena investasi dilakukan dalam jangka pendek. Ketiga, produk investasinya resmi atau terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar keamanan dananya terjamin.

Skema investasi untuk persiapan dana liburan ini bisa dilakukan sekaligus atau secara bertahap. Jika total dana untuk persiapan liburan sudah tersedia semua, kamu tinggal memilih instrumen investasi yang sesuai dan menanamkan uangnya di sana. Kelak setelah jatuh tempo atau jelang waktu liburan, dana tersebut sudah tumbuh sesuai kinerja produk investasinya.

Sebaliknya jika dana liburan baru akan dikumpulkan, investasinya bisa dilakukan secara bertahap. Dana yang dimiliki bisa dimasukkan ke produk investasi secara rutin tiap bulan, atau ketika kamu memiliki dana lebih.

Berikut ini tiga produk investasi yang cocok untuk persiapan dana liburan:

Reksa dana

Reksa dana merupakan salah satu instrumen investasi yang cocok untuk investasi persiapan dana liburan. Ada beragam jenis reksa dana yang bisa dipilih, terutama reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang. Masing-masing jenis reksa dana memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda.

Investasi reksa dana cukup mudah karena kamu tidak perlu mengelola dana investasi sendiri tapi diserahkan kepada manajer investasi yang memang ahli dalam mengelola investasi. Selain itu, investasi di reksa dana bisa dimulai dengan dana investasi minimal yang ringan mulai dari Rp100.000.

Baca juga: Ragam Manfaat Reksa Dana Pasar Uang

Kamu bisa memilih jenis reksa dana yang risikonya relatif rendah yakni reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap. Aset dasar reksa dana pasar uang adalah deposito dan efek/ surat berharga bersifat uang dengan tenor di bawah satu tahun. Dengan risikonya yang rendah, potensi imbal hasilnya juga relatif lebih rendah dibandingkan dengan jenis reksa dana yang lain.

Sedangkan reksa dana pendapatan tetap memiliki aset dasar sekurang-kurangnya 80% dalam bentuk efek bersifat utang. Sisanya bisa ditempatkan di efek lain, misalnya saham. Disebut pendapatan tetap karena efek surat utang yang menjadi aset dasar secara konsisten memberikan pembayaran bunga yang tetap. Reksa dana ini memiliki tingkat risiko yang relatif lebih besar jika dibandingkan dengan reksa dana pasar uang.

Jenis reksa dana juga bisa dibedakan dari mata uang yang dipergunakan yakni reksa dana rupiah dan reksa dana dolar. Jika kamu berencana liburan ke luar negeri, reksa dana dolar mungkin bisa jadi pilihan yang menarik. Namun produk reksa dana dollar yang dipilih sebaiknya reksa dana pasar uang atau reksa dana pendapatan tetap.

Potensi imbal hasil reksa dana cukup menggiurkan. Sebagai contoh, data Infovesta Utama per 1 November 2019 menunjukkan, rata-rata reksa dana pasar uang atau Infovesta Money Market Fund memberikan imbal hasil sebesar 5,21% dalam setahun dan 14,22% dalam tiga tahun terakhir. Sedangkan rata-rata reksa dana pendapatan tetap atau Infovesta Fixed Income Fund Index memberikan imbal hasil 11,23% dalam setahun dan 15,20% dalam tiga tahun terakhir.

Deposito

Deposito juga dapat dijadikan sebagai instrumen investasi untuk menyiapkan dana liburan. Produk perbankan ini memberikan return tetap kepada para investornya. Sedangkan dana minimal yang bisa disimpan di deposito berbeda-beda sesuai kebijakan masing-masing bank. Namun umumnya, dana minimal untuk ditanamkan di deposito sekitar Rp8 juta hingga Rp10 juta.

Dengan risiko yang sangat minim, imbal hasil yang diberikan oleh deposito cukup menarik. Setiap bank memberikan tingkat bunga deposito yang berbeda-beda. Data Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU) menunjukkan, rata-rata suku bunga deposito perbankan di Indonesia per 1 November 2019 mencapai 5,8% untuk tenor satu tahun.

Baca juga: Langkah Tepat Memilih Deposito yang Menguntungkan

Dana yang disimpan di deposito hanya bisa diambil setelah jatuh tempo. Jika masih dalam masa tenor dana deposito ditarik, kamu akan dikenai denda atau penalti. Deposito bisa menjadi pilihan investasi liburan. Produk investasi ini aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Logam mulia

Emas atau logam mulia bisa menjadi alternatif investasi untuk menyiapkan dana liburan. Sebagai aset safe haven, logam mulia sudah sejak lama dikenal fungsinya untuk mengamankan nilai aset agar tidak tergerus inflasi. Soalnya, kenaikan harga emas tiap tahun rata-rata di atas tingkat inflasi suatu negara.

Investasi emas bisa dilakukan pada emas perhiasan maupun emas batangan. Namun untuk tujuan investasi sebaiknya membeli emas batangan karena acuan harganya lebih pasti. Sedangkan harga emas perhiasan bisa dipengaruhi oleh biaya pembuatan dan model perhiasan tersebut.

Untuk investasi emas batangan, kamu bisa membeli logam mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Emas batangan Antam bisa dibeli mulai dari ukuran 0,5 gram, 1 gram, 2 gram, 3 gram, 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, 100 gram, 250 gram, 500 gram, hingga 1.000 gram.

Baca juga: Tiga Resep Hindari Investasi Emas Digital Abal-abal

Kenaikan harga logam mulia cukup menggiurkan. Data Logammulia.com menunjukkan, harga emas batangan per 3 November 2019 sebesar Rp764.000 atau naik 19,75% dibandingkan dengan harga akhir tahun 2018 atau year to date (ytd).

Cairkan dana investasi

Dana investasi untuk liburan bisa dilakukan dengan menambah dana atau top up terus menerus hingga mencapai target yang direncanakan. Jika waktu liburan hampir tiba, kamu bisa mencairkan dana investasi berserta dengan imbal hasil yang diperoleh.

Penyiapan dana liburan dengan investasi ini sangat menguntungkan. Selain bisa mengumpulkan dana dengan aman, kamu juga mendapatkan imbal hasil yang lumayan.

Liburan pun bisa dilakukan dengan tenang tanpa takut akan kekurangan uang selama di negeri orang. Selamat merencanakan liburan!