Indonesia sebagaimana negara ASEAN lainnya sudah memasuki pasar bebas. Setelah dengan Cina beberapa waktu yang lalu, Indonesia sedang mempersiapkan diri menjadi tempat pasar bebas untuk Turki dan 16 negara lain termasuk India, Australia, Selandia Baru, Jepang, dan Korea Selatan.

Baca juga: Sebelum Coba Berinvestasi, Kenali Karakter Saham Dulu

Banyak yang merasa ragu apakah Indonesia siap bersaing dengan negara-negara tersebut dalam hal perdagangan. Namun sebenarnya Indonesia memiliki banyak kelebihan sehingga harusnya lebih percaya diri. Setidaknya itu dinyatakan dalam Survei Ekonomi OECD 2018. Menurut survei itu Indonesia memiliki kondisi politik yang cukup stabil, dipercaya negara asing, sistem demokrasi yang baik, dan makroekonomi yang oke. Jadi Indonesia sebenarnya lebih dari siap menghadapi pasar bebas.

Masuknya Indonesia ke pasar bebas memang harus direspons dengan optimisme, terutama buat kamu investor muda yang selalu siap dengan perubahan. Apalagi pasar bebas ini akan membuat kamu bisa berinvestasi secara lebih global.

Ada beberapa investasi menarik yang patut dicoba dan menjadi kesempatan emas dalam pasar bebas ini. Penasaran? Check this out:

Saham

Saham perusahaan sektor teknologi informasi, infrastruktur, dan ritel bisa jadi pilihan kamu berinvestasi. Alasannya? Pastinya pemerintah sedang menggenjot sektor-sektor itu dalam rangka memuluskan Indonesia memasuki pasar bebas.

Pembangunan infrastruktur misalnya akan dilakukan secara konsisten, sehingga kamu tidak perlu khawatir nilai sahammu akan turun. Pemerintah pasti sudah menyiapkan dananya.

Perusahaan negara bisa jadi pertimbangan, meskipun kamu harus mengeluarkan dana lebih banyak karena banyak yang sudah terhitung saham bluechip. Tetapi melirik perusahaan menengah  juga bisa jadi alternatif karena mereka pasti kebagian kue pembangunan infrastruktur.

Reksa Dana Global

Pernah dengar istilah reksa dana global? Definisi gampang reksa dana global adalah produk reksa dana yang berbasis investasi di luar negeri. Reksa dana ini juga sering disebut reksa dana offshore atau reksa dana lintas negara. Disinilah alasan mengapa reksa dana ini cocok untuk investasi pasar bebas, karena sebagai investor kamu bisa berinvestasi ke negara lain.

Reksa dana global ini dikelola secara dinamis dengan melakukan alokasi aset di berbagai negara. Sementara itu yang biasanya diincar adalah saham-saham perusahaan teknologi, layanan kesehatan, dan barang-barang konsumsi. Meskipun return reksa dana ini bisa mencapai 10 persen, kamu harus super hati-hati karena pergerakannya sering mengejutkan alias volatilitasnya cukup tinggi. Untuk mengantisipasi kerugian, sebaiknya kamu juga memiliki instrumen investasi lain dengan risiko sedang atau rendah.

Sekadar informasi, reksa dana global didukung oleh kebijakan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) jadi minimal cukup aman untuk investor newbieseperti kamu. Di mana kamu bisa mendapatkan reksa dana global? Cukup banyak perusahaan pengelola investasi yang menerbitkan reksa dana tersebut.  Misalnya PT BNP Paribas Investment Partners, PT Schroder Investment Management Indonesia (Schroders Indonesia), PT Manulife Asset Management (MAMI), dan lainnya.

Baca juga: Apa Itu Saham Free Float? Yuk Kenali Dahulu!

Sektor Ekonomi Kreatif

Sektor ekonomi kreatif dianggap kebal terhadap krisis. Setidaknya menjadi penyelamat Indonesia saat dunia dilanda krisis tahun 2008. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), industri kreatif menyumbang Rp1.105 triliun terhadap Produk Dometik Bruto (PDB) pada 2018. Jadi industri ini bisa jadi pilihan kamu berinvestasi.

Bidang investasi yang bisa kamu pilih di sektor ini cukup banyak. Misalnya saja bidang aplikasi dan game, desain komunikasi visual, desain produk, film, fashion, animasi video, fotografi, hingga kuliner.

Perusahaan Startup

Perusahaan startup atau perusahaan rintisan bisa jadi fokus kamu berinvestasi di tengah pasar bebas. Perusahaan rintisan biasanya fokus pada teknologi informasi dan mencoba memberikan inovasi terbaik lewat teknologi. Kamu pasti tahu bagaimana Go-Jek atau Tokopedia berkembang hingga akhirnya menjadi perusahaan bervaluasi miliaran dolar seperti sekarang ini.

Banyak startup yang menangguk kesuksesan, namun ada juga yang terpaksa gulung tikar. Sehingga kamu harus jeli memilih perusahaan terbaik untuk berinvestasi. Berinvestasi di startup bisa dilakukan saat perusahaan melakukan Initial Public Offering (IPO) ataupun right issue.

Baca juga: Ini Perbedaan Investasi dan Trading

Kamu bisa juga berinvestasi pada startup yang masih baru. Tetapi sebelum menggelontorkan dana, kamu harus tahu betul jenis bisnis dan fokus perusahaan tersebut. Selain itu kredibilitas founder juga menjadi pertimbangan. Pasar bebas jangan pernah dijadikan momok dalam berinvestasi. Justru pasar bebas menjadi kesempatan kamu untuk mengeruk lebih banyak lagi keuntungan. Tentu saja dengan mencari jenis investasi terbaik.