Dengan perdagangan foreign exchange atau forex semakin diminati, munculnya broker ilegal pun makin marak.  Banyak broker atau pialang forex, baik lokal maupun asing, yang baru berdiri dan gencar menggaet nasabah. Namun kita sebagai masyarakat awam harus waspada terhadap aksi penipuan yang berkedok broker forex.

Baca juga: Ragam Pilihan Software Trading yang Bisa Dicoba

Supaya tidak menjadi korban penipuan, sebaiknya kamu harus tahu ciri-ciri broker forex penipu:

Menjanjikan imbal hasil tinggi tanpa risiko

Perdagangan forex berjangka termasuk dalam kegiatan investasi yang berisiko tinggi namun dengan potensi imbal hasil tinggi pula, sesuai dengan prinsip investasi “High Risk High Return”. Eko Endarto, perencana keuangan dari Finansia Consulting, mengatakan gambaran umum broker penipu adalah menawarkan imbal hasil tinggi tapi risiko tidak ada. Selain itu cara kerja atau proses kerja tidak transparan.

Jika ada broker forex legal yang menjanjikan imbal hasil tinggi namun menyebutkan risikonya rendah atau mengatakan tidak ada risiko sama sekali, broker tersebut bisa ditegur oleh regulator karena melanggar peraturan perdagangan berjangka. Tim marketing mereka pun akan hati-hati dalam menawarkan pembukaan rekening trading forex ke calon nasabah.

Karena itu ciri dari broker penipu adalah menjanjikan imbal hasil tinggi namun tidak membicarakan risiko sama sekali.

Tidak ada rekening terpisah

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sebagai otoritas perdagangan berjangka di Indonesia, mewajibkan broker forex yang telah mendapatkan izin perantara perdagangan untuk memisahkan rekening dana nasabah dari rekening operasional perusahaan broker forex tersebut.

Gunanya rekening terpisah (segregated account) adalah agar tidak terjadi penyalahgunaan dana nasabah. Jika kamu menemui broker yang menyuruh transfer ke rekening atas nama perusahaan tersebut, kamu harus menolaknya dan membatalkan pendaftaran.

Baca juga: Langkah Sederhana Berinvestasi Saham

Alamat tidak jelas

Salah satu ciri dari broker penipu adalah tidak memiliki alamat jelas untuk kantornya. Sekalipun itu broker forex asing yang tidak memiliki kantor di Indonesia, kita bisa melacak alamat broker tersebut di website otoritas perdagangan berjangka negara asal broker tersebut. Jika otoritas perdagangan berjangka tidak mencantumkan nama broker tersebut beserta alamat kantornya, kamu wajib menghindari broker tersebut.

Walau trading forex saat ini sudah bisa dilakukan secara online, keberadaan kantor fisik broker tetap penting.

Customer service sulit dihubungi

Di zaman teknologi digital sekarang ini, perusahaan tidak hanya didukung staf customer service berupa sumber daya manusia, namun juga robot yang siap membalas chatting kamu di portal perusahaan. Meskpun terlihat canggih, kamu harus mewaspadai customer service yang mendadak hilang dalam merespons keluhan kamu yang sulit menarik dana namun merespons cepat saat kamu akan mendepositkan dana.

“Ini ciri lain broker forex penipu, yaitu mudah untuk masuk (proses registrasi hingga deposit dana) tapi susah untuk keluar,” ujar Eko.

Ada juga broker yang sama sekali tidak menyediakan layanan pelanggan. Kamu tidak perlu ragu untuk menghindari broker seperti ini.

Tidak terdaftar di regulator

Jika ada broker forex menawarkan pembukaan rekening trading namun namanya tidak terdaftar di website regulator perdagangan berjangka, broker tersebut dipastikan ilegal. Untuk mendapatkan legalitas sebagai broker forex, memerlukan waktu yang panjang dan syarat ketat dari regulator. Tentu saja broker ilegal akan menghindari proses ini yang mengharuskan adanya transparansi.

Selain itu modal untuk mendirikan broker juga cukup besar, dengan syarat deposit dana sebagai jaminan usaha. Sebaliknya, broker ilegal tentu akan berusaha menekan modal mendirikan perusahaan seminim mungkin dengan tujuan mengeruk dana nasabah sebanyak-banyaknya.

“Legalitas broker perlu sekali karena menjadi faktor penting dalam investasi. Jadi izin dan persetujuan regulator bersifat wajib,” imbuh Eko.

Untuk broker asing, Eko menekankan agar ada perhatian lebih dari otoritas karena banyak yang tidak memiliki izin dari Bappebti dan tidak memiliki kantor di Indonesia.

Baca juga: Langkah Sederhana Berinvestasi Saham

Website“abal-abal”

Perhatikan website broker forex yang menawarkan kesempatan trading. Jika websitenya memiliki domain yang asing atau tidak umum dipakai, ditambah dengan tampilan website yang terkesan tidak profesional, broker itu perlu dicurigai sebagai broker ilegal. Apalagi jika hanya menggunakan domain blogspot atau blog gratis lainnya, menunjukkan ketidakseriusan sebagai pelaku usaha yang resmi.

Mudah-mudahan penjelasan di atas membantu kamu lebih cermat saat akan berinvestasi forex. Tetap waspada dan perdalam terus ilmu investasimu, ya!