Semua orang pasti ingin belanja barang-barang dengan harga murah. Salah satunya dengan memanfaatkan promo diskon akhir tahun ketika harga jual dipangkas besar-besaran. Tapi jangan cuma lapar mata lalu lupa tujuan belanja kamu yang sebenarnya. Ada sejumlah hal yang tetap harus kamu pertimbangkan saat berbelanja dengan memanfaatkan promo diskon.

Belanja dengan memanfaatkan harga diskon akhir tahun memang sangat disarankan untuk menghemat pengeluaran bulanan. Dari selisih harga yang diperoleh, kamu bisa menggunakannya untuk berbelanja barang kebutuhan yang lain atau bahkan menabung. Sudah pasti, belanja dengan harga diskon akan banyak memberikan manfaat asal dilakukan dengan bijaksana.

Untuk menghemat pengeluaran bulanan, kamu bisa memanfaatkan promo akhir pekan atau lazim disebut dengan promo Jumat, Sabtu, Minggu (JSM). Promo JSM umumnya diberikan oleh minimarket seperti Indomaret, Alfamart dan Alfamidi. Selain itu, supermarket dan hypermarket juga rutin menggelar promo JSM seperti Superindo, Giant, Hari Hari, Lotte Mart, Toserba Yogya, dan lain-lain.

Nah, pada momentum perayaan hari besar, perusahaan ritel baik offline maupun online juga serentak menebar diskon. Misalnya, promo Lebaran, Natal, Tahun Baru, Hari Belanja Nasional (Harbolnas), Hari Kartini, Jakarta Great Sale, dan lain-lain.

Diskon akhir tahun gede-gedean yang ditawarkan mampu menggerakkan minat orang untuk berbelanja sehingga transaksi ritel melonjak berkali-kali lipat hanya dalam hitungan hari. Perusahaan-perusahaan ritel pun menikmati untung berlipat dari tradisi masyarakat memborong barang-barang berlabel diskon.

Baca juga: Cermati Trik Pemasaran yang Bikin Kamu Tergoda Belanja

Sebagian pembeli bahkan rela menunggu momentum promo diskon besar-besaran untuk mendapatkan barang yang diinginkan dengan harga miring. Tapi sebagian lagi, mereka berbelanja hanya karena tergiur potongan harga yang ditawarkan. Maka berhati-hatilah, jika tidak pandai dalam berbelanja dengan harga diskon, tujuan kamu berhemat tidak akan pernah tercapai. Sebaliknya, tanpa sadar kamu justru melakukan pemborosan.

Berikut ini, hal-hal penting yang harus kamu perhatikan jika ingin memanfaatkan promo diskon:

1. Pastikan barang yang dibeli memang kamu butuhkan

Potongan harga memang menggoda, tapi nafsu berbelanja harus tetap dijaga. Jangan cuma gara-gara diskon, kamu menghabiskan uang untuk berbelanja barang-barang yang sebenarnya tidak kamu butuhkan. Ujung-ujungnya, barang yang kamu beli hanya menumpuk di kotak atau gudang penyimpanan barang.

Dalam berbelanja selalu pertimbangkan manfaat yang ingin didapatkan dari barang yang dibeli. Selain manfaat, penting juga untuk memperhitungkan prioritas dalam membeli barang kebutuhan. Jika barangnya memang tidak dibutuhkan dalam waktu dekat dan tidak bisa memberikan manfaat tambahan lainnya, sebaiknya urungkan niat untuk membeli meskipun ada tawaran potongan harga.

2. Pastikan diskon akhir tahun bukan hanya gimmick marketing

Kamu mungkin pernah membaca di media, saat berlangsungnya Harbolnas, ada sejumlah pembeli yang merasa tertipu dengan iming-iming diskon hingga 90% dari penjual di toko online. Label diskon super besar itu tentu akan menarik minat orang untuk membeli.

Tapi jika dicermati, harga yang dicantumkan jauh lebih mahal dari harga normal. Penjual yang nakal berani memasang label diskon sangat besar karena sebelumnya sudah mengerek harga beberapa kali lipat dari harga normal. Artinya, sebenarnya tidak ada diskon apapun yang diberikan.

Baca juga: Atasi Stres Kondisi Keuangan dengan 6 Langkah Ini

Sebagai pembeli, kamu harus teliti dalam mencermati promo diskon. Carilah pembanding harga dari produk sejenis untuk mengetahui harga normal produk berlabel diskon tersebut. Jangan sampai label diskon hanya gimmick marketing untuk memanfaatkan momentum promo besar-besaran yang sedang digelar oleh perusahaan ritel.

3. Barang yang dijual bukan barang cacat

Semua orang yang berbelanja dengan memanfaatkan promo diskon tentu ingin mendapatkan barang berkualitas dengan harga murah. Jadi saat mendapatkan tawaran diskon harga, kamu harus pastikan bahwa barang tersebut memiliki kualitas yang standar. Jangan sampai barang yang dipangkas harganya ternyata barang cacat atau rusak yang dikembalikan oleh pembeli sebelumnya.

Brand besar seperti Adidas dan Nike, mereka memiliki prosedur standar terhadap barang-barang cacat produksi. Produk-produk cacat produksi tersebut tidak akan keluar dari pabrik dan akan langsung dihancurkan. Sayangnya, tak semua perusahaan memiliki standar yang tinggi dalam menangani produk gagal. Alhasil, barang cacat produksi masih bisa dijual di pasaran.

Selain produk cacat produksi, waspadai juga barang rusak yang dikembalikan oleh pembeli. Pemilik toko bisa saja kembali menjual produk rusak tersebut ke pembeli lain dengan harga diskon.

Jika menemukan promo diskon, sebaiknya kamu jeli mencermati barang yang ditawarkan. Lebih baik membayar lebih mahal barang berkualitas ketimbang membeli barang dengan harga lebih murah tapi cacat atau rusak.

4. Bukan produk out of date

Beberapa kategori produk terutama fashion sangat cepat sekali berganti model. Jika sudah keluar model yang baru, penjualan produk model sebelumnya akan seret. Apalagi jika sudah ada tren baru yang lebih diminati pasar, produk model lama tidak lagi menarik bagi pembeli dan akhirnya digudangkan. Pada momentum tertentu, perusahaan ritel akan mengeluarkan stok dan model lama yang menumpuk untuk dijual kembali dengan harga diskon. Kamu bisa membeli produk model lama dengan potongan harga jika tidak terlalu mempermasalahkan tren dan model yang harus selalu terbaru. Tapi pastikan nilai kepantasannya juga. Misalnya, tentu sangat ketinggalan jika kamu membeli jersey timnas peserta piala dunia yang sudah berlangsung beberapa tahun lalu.

5. Pastikan barang orisinal bukan tiruan

Dalam berbelanja produk diskon, kamu harus benar-benar teliti dengan produk yang akan dibeli. Apalagi jika diskon yang diberikan terlampau besar untuk produk merek yang terkenal. Produk bermerek biasanya tidak akan banting harga dalam kondisi apapun. Ada batas wajar diskon yang diperbolehkan misalnya 20%-30% atau maksimal 50%.

Baca juga: Jadi Mompreneur, Istri, sekaligus Ibu? Bisa, Kok!

Jika kamu menemukan toko yang menjual merek terkenal dengan harga diskon yang sangat besar dan tidak wajar, kamu perlu mempertanyakan apakah barang tersebut benar-benar orisinal atau barang tiruan. Kenali juga istilah-istilah yang dipergunakan oleh penjual agar tidak terjebak seperti istilah KW (kwalitas), supercopyrefurbished, dan replika yang maknanya sama juga dengan produk tiruan.

Pastikan kamu membeli produk original dengan harga diskon bukan produk tiruan yang dijual dengan harga lebih murah. Sebagus apapun produk tiruan, pasti tidak akan pernah bisa menyamai produk aslinya.

6. Cermati syarat dan ketentuan diskon akhir tahun

Seringkali perusahaan ritel memberikan potongan harga dengan memberlakukan syarat dan ketentuan. Misalnya, diskon hanya diberikan setelah pembeli melakukan pembelian minimal seharga Rp200 ribu. Jadi mau tidak mau, pembeli harus berbelanja lebih dari Rp200 ribu untuk mendapatkan diskon yang dijanjikan.

Jika budget belanja kamu kurang dari Rp200 ribu, jangan memaksakan untuk berbelanja melebihi anggaran hanya untuk mendapatkan diskon. Apalagi jika barang yang akan dibeli tidak benar-benar dibutuhkan. Alih-alih berhemat, kamu malah melakukan pemborosan.

Dalam membagikan promo harga diskon, perusahaan ritel tentu sudah berhitung secara cermat. Dengan demikian, meskipun harganya telah didiskon, perusahaan sebenarnya masih tetap mendapatkan keuntungan, apalagi jika diskonnya bersyarat.

7. Hindari belanja dengan berutang

Potongan harga bisa meningkatkan minat orang untuk berbelanja. Tapi sebaiknya jangan memaksakan diri untuk berbelanja hanya karena adanya diskon. Jika anggaran untuk berbelanja barang tersebut memang tidak tersedia, artinya kamu harus menunda keinginan membeli barang tersebut untuk sementara.

Jangan sampai demi mendapatkan barang diskon kamu sampai berutang atau menggunakan kartu kredit. Apalagi jika tagihan kartu kredit kelak tak langsung dibayar dilunas, kamu akan dikenai bunga yang tidak sedikit. Ujung-ujungnya sama saja, kamu tak bisa berhemat.

Untuk berbelanja produk diskon, pastikan kamu memang punya uang. Tak perlu memaksakan diri berbelanja, jika kondisi keuangannya tidak memungkinkan. Tenang, masih ada momentum lain yang bisa kamu manfaatkan untuk mendapatkan harga diskon akhir tahun. Selamat berbelanja hemat!