Berawal dari keinginan memberdayakan peternak sapi di Sleman, Yogyakarta, Andromeda Sindoro (31) memulai usaha es krim sejak masih kuliah pada tahun 2008. Sepuluh tahun lebih berselang, Andromeda berhasil mengembangkan Sweet Sundae Ice Cream menjadi sebuah bisnis yang tak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan para peternak sapi, tapi juga menjadi salah satu eksportir es krim asli Indonesia.

Baca juga: Pemberdayaan Pengerajin Ala Denica Flesch

Berjualan di kantin kampus

Tahun 2008, Andromeda yang duduk di semester VI Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) ditugaskan dalam program penyuluh peternak sapi perah di Kaliurang. Ketika itu para peternak mengeluhkan harga susu yang jatuh. Ternyata, hal ini disebabkan ulah para peternak sendiri yang mencampur susu dengan air.

Pria yang akrab disapa Andro ini bersama teman-temannya kemudian meyakinkan peternak agar tidak melakukan praktik itu lagi. Akan tetapi, reputasi kualitas susu dari Kaliurang telanjur rusak sehingga harga susu tidak serta merta naik. Andro dan teman-temannya pun mencari jalan keluar lain bagi para peternak, sampai akhirnya muncul ide mengolah susu menjadi es krim. Kebetulan, pembuatan es krim dari susu sapi menjadi salah satu pelajaran di Fakultas Peternakan UGM.

Andro memulai bisnis es krim itu dengan empat temannya, termasuk Yuki Rahmayanti yang kini menjadi istrinya. Di awal bisnis, mereka menjual es krim di kantin kampus. Namun, teman-teman Andro mengejek es krim mereka karena cepat mencair dan tidak ada rasanya. Meski demikian, Andro tidak patah semangat dan meminta masukan dari dosen-dosennya serta menggali ilmu dari internet untuk memperbaiki kualitas es krimnya.

Seiring waktu, tantangan muncul lagi lantaran tiga rekan Andro memilih mundur dari bisnis es krim mereka. Andro dan Yuki sepakat meneruskan usaha es krim yang saat itu mereka namakan Yogya Ice Cream. Mereka berdua memanfaatkan tabungan pribadi sebagai modal awal. Selain itu, Andro pun rajin mengikuti kompetisi kewirausahaan mahasiswa. Hadiah uang yang diperoleh saat menang, menjadi tambahan suntikan modal usaha dan dipakai untuk membeli mesin guna memperbesar skala produksi.

Mengubah model bisnis

Bisnis Andro makin dikenal orang usai mengikuti kompetisi startup yang diselenggarakan sebuah produsen bahan bakar minyak multinasional. Setelah Yuki menyelesaikan kuliahnya pada tahun 2011, mereka memantapkan niat fokus menata bisnis. Bisnis yang semula bernama Yogya Ice Cream diubah menjadi Sweet Sundae Ice Cream karena tidak bisa dipatenkan.

Agar makin berkembang, Andro juga mengubah model bisnisnya. Semula es krim produksinya dijual dengan dititipkan di warung-warung. Akan tetapi, Andro mencermati bahwa penjualan di warung akan menurun di saat-saat tertentu seperti ketika musim hujan, bulan puasa, dan liburan. Andro pun mulai mengubah strategi penjualan ke business to business dengan menawarkan produknya ke hotel, restoran, dan katering. Selain menawarkan ke kafe, resto, hotel, dan katering di Yogya, Andro juga meluaskan pasar ke kota-kota di sekitar Yogya seperti Solo, Semarang, Magelang, dan Ambarawa.

“Pada bulan puasa banyak orang mengunjungi hotel dan restoran untuk berbuka bersama. Pada musim liburan restoran dan hotel selalu dipenuhi oleh pelancong,” kata Andro seperti dikutip laman ugm.ac.id.

Menjaga kualitas bahan

Setelah bisnisnya berjalan dan berkembang, Andro tidak melupakan idealismenya memberdayakan para peternak sapi perah. Andro memompa semangat para peternak dengan memberikan harga yang tinggi untuk susu berkualitas baik sesuai standar Sweet Sundae Ice Cream. Selain itu, Andro juga memberlakukan aturan yang ketat agar para peternak tetap menjaga kualitas susu.

“Jika susunya bagus kami ambil, tapi kalau tak sesuai, kami bisa mengakhiri kerja sama,” tandas Andro yang dituturkan pada Kontan.co.id.

Es krim Sweet Sundae Ice Cream juga memiliki standar produksi tersendiri untuk menjaga kualitasnya. Susu sapi segar yang dipakai sebagai bahan baku didatangkan langsung setiap pagi dan segera diolah sebelum masuk ke lemari pendingin. Susu segar yang belum masuk pendingin dipilih karena menghasilkan es krim lembut serta mampu menjaga kemurnian susu. Sebelum diolah, susu melalui proses pasteurisasi untuk membunuh bakteri dan memperlambat pertumbuhan mikroba. Setelah itu susu dibekukan selama beberapa jam lalu dimasukkan ke mesin pengolah es krim.

Oleh karena itu, Andro percaya diri dengan kualitas produknya. Menurut Andro para pemilik kafe, resto, katering, dan hotel menilai es krim Sweet Sundae Ice Cream cukup padat sehingga menguntungkan jika diolah menjadi dessert seperti milkshake.

Baca juga: Manisnya Bisnis Salad Buah Ala Yola Agatha

Ekspor dan inovasi

Saat ini Andro bersama Sweet Sundae Ice Cream sudah memasok produknya ke seluruh Indonesia seperti Palembang dan Banjarmasin. Es krim Sweet Sundae bahkan sudah diekspor ke luar Indonesia semisal Malaysia dan Singapura. Andro mengatakan pada careernews.id bahwa jalan ekspor terbuka dengan bantuan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Yogyakarta.

Lembaga tersebut memiliki Pusat Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) yang khusus melatih ekspor bagi Usaha Kecil Menengah (UKM). Setelah terdaftar di Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, setiap kali ada pelatihan atau pameran UKM tersebut pasti akan dihubungi. Dengan rajin ikut pameran, Andro banyak memperoleh kesempatan meluaskan pasar hingga ke luar negeri.

Di samping meluaskan pasar, Andro pun terus berupaya melakukan inovasi produk. Inovasi terbarunya adalah meluncurkan produk gelato atau es krim khas Italia di bawah brand Ademuy Gelato by Sweet Sundae Ice Cream. Ademuy Gelato memiliki ciri khas mengusung cita rasa khas Nusantara. Ademuy Gelato yang berlokasi di Ngaglik, Sleman, ini mempunyai 39 varian rasa termasuk rendang, rujak, tapai ketan, serai, jahe, salak pondoh, daun kelor, ubi ungu, hingga pecel.

Baca juga: Usaha Kreatif Ala Potmefarm

Untuk memperoleh bahan baku susu segar, selain bekerja sama dengan beberapa koperasi susu dan peternak sapi di Kaliurang, Sleman, kini Andro juga tengah menyiapkan kandang dengan kapasitas 500 sapi perah di daerah Sleman untuk menggenjot produksi. Proyek kandang yang menampung ratusan sapi itu juga direncanakan Andro sebagai dasar mengembangkan platform bernama piaraa.id, yang bertujuan mengejar ketertinggalan Indonesia akan produksi susu.