Tahun baru selalu membawa harapan baru sekaligus tantangan baru. Begitu juga saat memasukki tahun 2020, sederet kenaikan harga produk dan jasa harus dihadapi oleh masyarakat. Cermati daftar biaya-biaya yang akan naik dan siapkan strateginya agar keuangan kamu tetap aman.

Kenaikan sejumlah tarif dan biaya di tahun 2020 sejatinya sudah bisa diperhitungkan sebelum terompet tahun baru dibunyikan. Maklum, pemerintah sudah mengumumkan sebagian kenaikan tarif dan biaya tersebut di akhir tahun lalu. Jadi masyarakat semestinya sudah tidak kaget lagi dan bisa mengantisipasi kenaikan biaya hidup di tahun ini.

Baca juga: Atasi Stres Kondisi Keuangan dengan 6 Langkah Ini

Adanya tambahan biaya di sejumlah pos pengeluaran tentu akan membebani keuangan jika tidak ditangani dengan cermat. Apalagi kenaikan biaya tersebut terjadi pada pos-pos pengeluaran rutin yang sulit untuk dihindari. Jadi mau tidak mau, kamu harus mengencangkan ikat pinggang agar keuangan tetap stabil dan seluruh kebutuhan hidup bisa terpenuhi.

Berikut ini sejumlah kenaikan harga dan tarif pada tahun 2020:

BPJS Kesehatan

Untuk melindungi dari berbagai penyakit dan risiko kesehatan, kamu perlu membekali diri dengan produk asuransi. Salah satu asuransi yang menjadi pilihan utama masyarakat adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang merupakan program resmi dari pemerintah. Dengan BPJS Kesehatan, kamu tidak perlu cemas dengan biaya-biaya yang harus dikeluarkan jika terpaksa harus berobat atau dirawat di rumah sakit. Tentu saja BPJS Kesehatan ini tidak gratis tapi ada iuran yang wajib dibayar setiap bulan.

Nah, pada tahun 2020 ini, kamu harus menyiapkan dana hingga dua kali lipat lebih besar untuk membayar iuran BPJS Kesehatan. Pemerintah telah memutuskan kenaikan iuran BPJS Kesehatan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75/2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Lewat aturan ini, iuran kepesertaan BPJS Kesehatan untuk kelas Mandiri I naik dua kali lipat dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000 per peserta per bulan. Sedangkan iuran kelas Mandiri II naik 115% dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000. Lalu, iuran Mandiri III naik 64,7% dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000 per peserta per bulan.

Kenaikan iuran juga terjadi bagi peserta BPJS Kesehatan yang menerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan dan peserta pekerja penerima upah (PPU) pejabat negara, pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), PNS, prajurit, anggota Polri, kepala desa, dan perangkat desa. Kenaikan iuran ini sudah berlaku sejak Agustus 2019.

Harga rokok

Tak bisa dipungkiri, konsumsi rokok di Indonesia sangat tinggi. Sebagian masyarakat menjadikan rokok seperti kebutuhan pokok yang harus selalu tersedia setiap hari. Nah bagi kamu yang merokok, kenaikan harga rokok di tahun 2020 harus betul-betul mendapatkan perhatian.

Harga rokok naik seiring kenaikan rokok di tahun ini. Kementerian Keuangan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/PMK.010/2019 tentang Perubahan Kedua atas PMK Nomor 136/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Dalam aturan ini, rata-rata kenaikan tarif cukai tahun 2020 sebesar 21,55%. Bagi kamu yang mengonsumsi Sigaret Kretek Mesin (SKM), tarif cukainya naik 23,29%, Sigaret Putih Mesin (SPM) naik 29,95%, dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau Sigaret Putih Tangan naik 12,84%. Akibat kenaikan cukai ini, harga produk rokok di pasaran sudah naik hingga 35% sejak awal tahun ini. Jadi sudah pasti harga rokok jadi semakin mahal. 

Tarif tol

Kenaikan biaya pada tahun 2020 juga terjadi pada tarif jalan tol. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) berencana menaikkan tarif tol pada ruas-ruas tertentu. Ada penyesuaian tarif pada sekitar 18 ruas tol. Beberapa ruas tol bahkan sudah menaikkan tarif di penghujung tahun 2019.

Tarif ruas tol yang sudah mengalami kenaikan di tahun ini di antaranya adalah Tol Dalam Kota Jakarta (JIUT), Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa, Tol Surabaya-Gempol, Tol Cinere-Jagorawi seksi I (SS Jagorawi-SS Raya Bogor).

Baca juga: Strategi Antiboros untuk Generasi Cashless

Selain itu, kenaikan tarif juga terjadi Tol Semarang-Solo seksi I (Semarang-Ungaran) dan seksi II (Ungaran-Bawen), JORR W1 (Kebon Jeruk-Penjaringan), Tol Bogor Ring Road seksi I dan IIa (Sentul Selatan-Kedung Badak), SS Waru – Bandara Juanda, Prof Ir. Sedyatmo dan Jakarta-Cikampek.

Tarif transportasi

Tahun ini, masyarakat juga harus menghadapi kenaikan tarif transportasi, salah satunya tarif ojek online (ojol). Kebijakan kenaikan tarif ojol sudah diterapkan oleh pemerintah pada pertengahan tahun lalu yang mengatur batas bawah dan batas atas melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 tahun 2019 yang merupakan turunan atas Permenhub 12/2019.

Kenaikan tarif ojol sudah berjalan sejak tahun lalu. Namun perusahaan transportasi online juga masih berkesempatan menaikkan tarif lagi di tahun ini. Yang terbaru, Katadata.co.id menulis, Gojek telah menaikan biaya jasa GoCar pada awal tahun ini dari semula Rp 2.000 menjadi Rp 4.000. Biaya jasa adalah biaya tambahan yang dikenakan oleh perusahaan untuk peningkatan layanan.

Untuk angkutan bus, tiket Damri ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta naik sekitar Rp 10.000-Rp 15.000 untuk setiap rute dengan tarif termahal rute Sukabumi-Bandara Soetta menjadi Rp 115.000 dari sebelumnya Rp 100.000.

Kiat agar keuangan tetap stabil

Kenaikan tarif-tarif tersebut sudah diputuskan dan tak bisa dihindari. Tak perlu panik, yang perlu kamu lakukan untuk menghadapi kenaikan biaya-biaya di tahun baru adalah menyiapkan strategi keuangan yang tepat.

Baca juga: Tips Kelola Keuangan untuk Pasangan Muda

Berikut ini beberapa strategi keuangan yang bisa kamu lakukan agar kenaikan biaya di tahun 2020 tidak mengganggu keuangan kamu.

Mencari penghasilan tambahan

Agar keuangan kamu tetap stabil di tengah berbagai kenaikan tarif dan biaya hidup di tahun 2020, kamu harus mengimbanginya dengan kenaikan pendapatan yang diperoleh tiap bulan. Bagi kamu yang bekerja mungkin ada peluang kenaikan gaji di tahun baru. Selain dari kenaikan gaji, kamu juga bisa mencari tambahan penghasilan. Tambahan penghasilan bisa diperoleh lewat berbagai cara seperti menjalankan pekerjaan freelance, bisnis online atau bisnis yang lainnya.

Berinvestasi

Meski biaya hidup naik di tahun ini, jangan lupa untuk tetap menyisihkan uang untuk berinvestasi. Dengan berinvestasi, uang yang kamu miliki berpotensi untuk terus tumbuh. Jadi saat biaya hidup meningkat, nilai kekayaan kamu juga tetap meningkat.

Gaya hidup hemat

Terapkan gaya hidup hemat agar kondisi keuangan kamu tetap stabil meskipun harus menanggung berbagai kenaikan biaya hidup. Lakukan evaluasi terhadap seluruh pos pengeluaran kamu selama satu bulan. Terapkan prioritas anggaran yang memang harus dipenuhi dan pangkas pengeluaran yang tak perlu. Dengan gaya hidup hemat, kamu akan memiliki uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar atau kebutuhan pokok sehari-hari.

Terapkan pola hidup sehat

Kenaikan biaya di tahun ini salah satunya berasal dari pos pengeluaran untuk membeli rokok. Jadi jika kamu seorang perokok sebaiknya pertimbangkan untuk berhenti merokok. Selain bisa menimbulkan risiko kesehatan di kemudian hari, merokok juga menyebabkan pemborosan. Apalagi di tengah kenaikan harga rokok yang mencapai 35% di tahun ini.

Jika bisa berhenti merokok, hidup kamu akan jauh lebih sehat dan kamu bisa berhemat. Anggaran yang biasanya digunakan untuk membeli rokok bisa dialihkan untuk berinvestasi sehingga kamu bisa menikmati manfaatnya secara nyata.

Demikian ulasan tentang kenaikan biaya dan tarif di tahun 2020 serta strategi keuangan yang bisa kamu dilakukan. Jika kamu mampu mengelola keuangan dengan baik, kenaikan harga biaya hidup di tahun ini bisa dihadapi dengan tenang.