Tak perlu minder jika kamu hanya memiliki modal kecil untuk mulai berinvestasi pertama kali. Kamu bisa melakukan investasi dengan modal kecil pada beragam jenis investasi. Asal investasi dilakukan secara rutin, peluang untung bisa kamu peroleh secara maksimal dalam jangka panjang.

Keragu-raguan memang kerap dihadapi para pemula ketika akan mulai berinvestasi karena takut uang yang dimiliki tidak mencukupi. Padahal modal kecil seharusnya tak membatasi langkah seseorang dalam mengembangbiakkan uangnya. Jika investasi dimulai dengan segera, target keuangan jangka panjang pun bisa terealisasi lebih cepat.

Investasi bukan spekulasi

Sebelum berinvestasi, tetapkan jangka waktu investasi yang akan dilakukan. Perencana Keuangan Finansia Consulting Eko Endarto menyarankan agar investasi dengan modal kecil dilakukan dalam jangka panjang. “Kalau pengin return gede, tujuannya harus jangka panjang. Kalau jangka pendek bukan investasi namanya, tapi spekulasi,” kata Eko kepada Satu Tumbuh Seribu.

Eko juga mengingatkan agar orang tidak berambisi untuk mendapatkan keuntungan besar dengan modal yang kecil dalam waktu singkat. Spekulasi tersebut justru bisa berujung pada kerugian. Jika ingin mendapatkan keuntungan yang tinggi dengan dana investasi yang kecil, maka investasi harus dilakukan dalam jangka panjang.

Dia memberikan gambaran, investasi pada saham rata-rata bisa memberikan keuntungan per tahun sekitar 20%, investasi emas 12% dan reksa dana obligasi 8%-10%. “Tapi ingat, jangka waktunya harus diatur sehingga risikonya bisa dikelola dengan baik,” tutur Eko.

Strategi investasi dengan modal kecil

Dengan budget investasi yang kecil tapi bisa memberikan return yang optimal, kamu harus bisa menanamkan uang dengan cara yang tepat. Investasi juga harus dilakukan secara terus menerus dalam jangka panjang tanpa mempedulikan momentum.

Menurut Eko, investasi dengan dana kecil harus dilakukan secara rutin atau orang biasa menyebutkan dengan dollar cost averaging (DCA). Jadi berapapun nilai investasinya harus dilakukan setiap bulan secara rutin, tanpa mempedulikan berapa harga investasinya saat itu.

Secara umum, dia memberikan tiga tips untuk investasi dengan modal kecil. Pertama, jangan sisakan tapi sisihkan dana investasi. Jika menunggu sisa uang yang tersedia di akhir bulan baru berinvestasi, bisa jadi kamu tidak akan memiliki sisa uang karena habis untuk memenuhi berbagai kebutuhan lain selama sebulan.

Dana untuk investasi sebaiknya sudah disisihkan dari awal bulan. Dana tersebut tidak boleh diganggu atau digunakan untuk kebutuhan lainnya. “Dari awal bulan harus dibuat angkanya minimal 10% dari penghasilan,” kata Eko.

Kedua, konsisten dan komit. Ingat bahwa tujuan investasi harus dilakukan dalam jangka panjang. Jangan sampai baru masuk ke instrumen investasi, tapi hari berikutnya sudah sibuk mencermati pergerakan harga dan ingin menjualnya.

Jika jangka waktu investasi yang direncanakan 10 tahun, maka tidak perlu risau dengan fluktuasi harga dalam jangka pendek. Terus saja lakukan investasi secara rutin dan konsisten. Hasil yang optimal akan terlihat dalam jangka panjang.

Ketiga, evaluasi. Meskipun tujuan investasinya untuk 10 tahun tapi evaluasi harus dilakukan setiap tahun. Sebagai contoh, investasi saham tidak bisa memberikan return 20% dalam setahun. Maka cermati penyebabnya, apakah langkah investasinya yang salah atau karena memang situasi pasarnya sedang jelek. Hasil evaluasi ini dapat menjadi pertimbangan kamu untuk memindahkan aset ke instrumen investasi lain yang lebih potensial.

Jenis investasi dengan modal kecil

Dengan modal kecil, Eko menyebut, investor pada dasarnya bisa masuk ke hampir semua jenis investasi. Jadi berapa pun dana yang kamu miliki, investasi bisa kamu lakukan dengan banyak pilihan.

“Sekarang asal kita mau saja. Bukan berapa jumlahnya, tapi mau enggak kita menginvestasikannya?” tutur Eko.

Berikut ini, lima jenis investasi yang bisa kamu lakukan dengan modal kecil.

Reksa dana

Reksa dana bisa menjadi pilihan menarik untuk investasi dengan dana relatif kecil. Sejumlah manajer investasi memiliki produk-produk reksa dana dengan dana pembelian atau pemesanan unit penyertaan (subscription) rata-rata Rp100 ribu. Bahkan ada produk reksa dana yang ditawarkan dengan minimal subscription Rp10 ribu.

Investasi reksa dana sangat cocok bagi kamu yang tidak memiliki pengetahuan investasi dan waktu yang cukup untuk mengelola investasi sendiri. Di reksa dana, uang kamu akan dikelola oleh manajer investasi untuk diinvestasikan pada berbagai produk investasi seperti saham, obligasi, dan deposito.

Baca juga: Investasi Kecil-kecilan Modal Recehan Lewat Platform Investasi

Reksa dana sendiri di bagi ke dalam beberapa jenis sesuai dengan aset dasar (underlying asset) dari produk reksa dana tersebut. Jenis reksa dana terbuka yang bisa kamu miliki adalah reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana pasar uang.

Nilai investasi reksa dana dapat dilihat dari nilai aktiva bersih (NAB) per unit penyertaan. Setiap hari NAB reksa dana dapat berubah baik naik, turun, atau tetap.

Emas

Dengan harga yang tiap tahun selalu mengalami kenaikan, emas bisa menjadi investasi modal kecil yang menarik. Harga emas per gram memang cukup mahal. Namun kamu tidak perlu khawatir karena investasi emas kini bisa dimulai dengan dana minimal yang sangat kecil.

Salah satu investasi emas modal kecil ditawarkan oleh Tabungan Emas Pegadaian. Tabungan emas Pegadaian adalah layanan penitipan saldo emas untuk memudahkan masyarakat dalam berinvestasi emas. Nasabah melakukan investasi emas dengan datang langsung ke kantor cabang Pegadaian, Pegadaian Digital Service, Agen Pegadaian, dan marketplace.

Untuk membuka Tabungan Emas, kamu harus mengisi formulir pembukaan rekening serta membayar biaya administrasi sebesar Rp10 ribu dan biaya fasilitas titipan selama 12 bulan sebesar Rp30 ribu.

“Alokasikan misalnya Rp25 ribu per bulan, selalu saja masuk tiap bulan tidak peduli harganya berapa. Dalam jangka panjang pasti menguntungkan,” ujar Eko.

Baca juga: 5 Bisnis Bermodal Kecil Bagi Si Pemula

Selanjutnya nasabah dapat melakukan transfer ke rekening Tabungan Emas mulai dari 0,1 gram. Sedangkan pembelian Tabungan Emas berikutnya (top up) dapat dilakukan minimal 0,01 gram. Investor juga bisa menukarkannya dengan emas cetak dari kepingan 1 gram, 2 gram, 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, dan 100 gram.

Saham

Banyak orang beranggapan investasi di pasar saham membutuhkan modal yang sangat besar. Padahal tidak semua saham harganya mahal, ada juga saham-saham potensial yang harganya terjangkau. Jadi investasi saham bisa juga dimulai dengan modal yang kecil mulai Rp100 ribu.

Dengan dana tersebut, kamu sudah bisa berinvestasi di saham dengan harga di bawah Rp1 ribu per saham. Misalnya, kamu bisa berinvestasi pada saham yang saat ini harganya Rp700 per saham. Untuk membeli satu lot saham (1 lot = 100 saham), maka uang yang kamu butuhkan hanya Rp70 ribu.

Jika pemilihan saham dilakukan secara tepat, potensi keuntungan investasi saham bisa melampaui instrumen investasi pendapatan tetap seperti obligasi dan deposito. Jadi tak perlu lagi takut berinvestasi saham karena dengan dana kecil pun kita sudah bisa memulainya.

Fintech P2P lending

Beberapa tahun terakhir, bisnis pinjam meminjam uang lewat yang memanfaatkan teknologi aplikasi mobile atau financial technology peer to peer lending (Fintech P2P Lending) berkembang pesat. Perusahaan P2P lending menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan dana tersebut dalam bentuk pinjaman ke masyarakat lain yang membutuhkan.

Perusahaan fintech P2P lending yang telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan berjumlah lebih dari 100 perusahaan. Mereka menawarkan pinjaman kepada masyarakat untuk berbagai kebutuhan produktif seperti dana untuk mengembangkan usaha, dana bisnis pertanian, dan dana kuliah.

Sedangkan bagi investor, perusahaan fintech P2P lending menawarkan peluang untuk berinvestasi dengan imbal hasil di atas bunga deposito. Sejumlah perusahaan fintech P2P lending bahkan menawarkan return hingga 20% per tahun.

Untuk berinvestasi di fintech P2P lending pastikan kamu memilih perusahaan yang sudah memiliki izin dari OJK. Selain itu, perhatikan juga performa tingkat kredit macet di perusahaan tersebut. Hal ini bisa dilihat dari tingkat keberhasilan penyelesaian kewajiban pinjam meminjam selama 90 hari atau (TKB90). Semakin tinggi skor TKB90 maka semakin bagus kinerja perusahaannya.

Properti

Harga properti sangat mahal dan terus mengalami kenaikan setiap tahun. Wajar jika selama ini investasi properti selalu dipandang sebagai investasi dengan modal sangat besar. Tapi anggapan tersebut tak sepenuhnya benar karena saat ini orang bisa berinvestasi di bisnis properti dengan modal yang relatif kecil.

Baca juga: Bisnis Dropship, Jual Beli Online Tanpa Modal

Saat ini, kamu bisa berinvestasi di bisnis properti hanya dengan modal mulai Rp1 juta saja. Sejumlah perusahaan fintech yang bergerak di bisnis properti menawarkan peluang investasi properti secara patungan (crowdfunding). Selanjutnya dana yang terkumpul dari para investor akan dipergunakan untuk membiayai proyek properti yang hasilnya akan dibagikan lagi kepada investor setelah dikurangi biaya administrasi.

Investasi properti dengan cara crowdfunding ini relatif baru. Jadi sebaiknya kamu memilih perusahaan fintech yang memiliki izin dari OJK karena perusahaan tersebut lebih terkontrol dan potensi penyalahgunaan dana oleh pengelola investasi minim.

Demikian ulasan mengenai peluang investasi dengan modal kecil yang bisa kamu lakukan. Semoga setelah membaca artikel ini, kamu tidak ragu lagi untuk berinvestasi dengan smart investing on small budget!