Resep Sukses Putri Katianda dan Kara Nugroho Besarkan PVRA

121

Di kalangan pecinta fashion, PVRA (baca: pi-vi-ar-ey) merupakan salah satu merek sepatu buatan lokal yang sedang naik daun. Alas kaki PVRA menjadi unik karena memadukan material kulit asli dengan manik-manik, sehingga dapat dipakai untuk bersantai maupun ke pesta. Putri Katianda dan Kara Nugroho (30), pendiri PVRA, memulai bisnis ini sejak tahun 2015. Bagaimana kisah di balik kesuksesan mereka? Simak ceritanya yang dihimpun Satu Tumbuh Seribu dari berbagai sumber.

Baca juga: Andromeda Sindoro, Pengusaha Eskrim Go Internasional!

Ludes dalam tiga minggu

Ide untuk membuat bisnis bersama muncul saat Putri dan Kara sedang menikmati perawatan di sebuah salon. Saat itu Putri dan Kara yang telah bersahabat sejak kuliah di Australia mencermati tren media sosial yang berkembang pesat di Indonesia. Mereka ingin memanfaatkan peluang tersebut untuk mendirikan sebuah bisnis yang mewakili passion mereka berdua, namun belum ada di pasar.

Kara sangat menyukai sepatu sedangkan Putri sangat menyukai perhiasan. Akhirnya, tercetuslah ide memproduksi alas kaki dengan hiasan manik-manik. Setelah itu, Putri dan Kara mencoba membuat sampel alas kaki impian mereka. Ternyata hal itu tidak mudah dilakukan, apalagi menemukan pengrajin yang cocok. Namun, setelah ratusan sampel, akhirnya mereka mendapatkan model sepatu yang diinginkan dan berhasil bertemu dengan seorang pengrajin yang bisa membuat manik-manik yang dibutuhkan.

Putri dan Kara pun bersepakat mengucurkan modal awal masing-masing Rp5 juta. Modal tersebut dipakai untuk membuat 72 sepatu dan sandal berhiaskan manik-manik koleksi pertama PVRA. Dari menempelkan manik-manik hingga mengemas alas kaki ke dalam kotak mereka kerjakan sendiri di sela waktu luang selepas bekerja di kantor.

Baca juga: Denica Flesch: Melawan Kemiskinan dengan SukhaCitta

“Yang jadi model sepatunya juga kita sendiri, foto pakai kamera minjem suami,” tutur Putri pada Female Radio.

Koleksi pertama PVRA itu kemudian dipasarkan lewat Instagram. Putri dan Kara semula memperhitungkan koleksi yang mereka siapkan cukup untuk berjualan selama tiga bulan. Ternyata, 72 pasang sepatu dan sandal itu ludes hanya dalam tempo tiga minggu. Begitu pula yang terjadi dengan setiap koleksi yang mereka pasarkan setelah itu.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Melihat respon pasar yang sangat baik, setelah enam bulan berjalan, Putri dan Kara pun memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan masing-masing di kantor dan fokus menjalankan PVRA.

Memberdayakan ibu rumah tangga

Popularitas PVRA yang terus menanjak membuat Putri dan Kara mulai kewalahan melayani antusias konsumen. Setiap koleksi baru diluncurkan, bisa ratusan hingga ribuan konsumen yang berminat membelinya. Karena itu di tahun kedua mereka pun memutuskan membuat website untuk melancarkan transaksi penjualan.

Tak disangka, momen hari pertama peluncuran website menjadi salah satu pengalaman terburuk Putri dan Kara menjalankan PVRA. Saking banyaknya jumlah pengakses, website menjadi crash dan banyak data pembelian yang tertukar. Otomatis, mereka mendapatkan komplain yang bertubi-tubi dari pelanggan.

“Akhirnya kami cari satu-satu, konfirmasi lagi siapa yang sudah membayar sambil minta maaf,” cerita Kara pada Sociolla.com.

Meski demikian, Kara dan Putri justru memetik pelajaran yang sangat berharga dari pengalaman tersebut. Mereka segera membenahi sistem website demi kepuasan dan kenyamanan berbelanja pelanggan. Hal itu juga merupakan upaya mereka mewujudkan brand value yang disematkan sejak memulai PVRA yaitu “look good, feel good, do good”.

Setiap produk PVRA harus bisa membuat pemakainya terlihat keren dan menjadi percaya diri. Inilah yang dimaksud dengan “look good”. Sedangkan “nyaman” merupakan kata kunci pada aspek “feel good”. Produk PVRA harus nyaman dan enak dipakai. Itu sebabnya PVRA tidak memproduksi stiletto atau sepatu bertumit runcing. High heels mereka juga bertipe block heels yang membuat kaki tetap dapat kokoh menyangga tubuh.

Untuk aspek “do good”, sejak awal mendirikan bisnis, Putri dan Kara berniat memberikan dampak positif pada masyarakat melalui PVRA. Mereka bekerja sama dengan sebuah organisasi sosial yang bergerak di bidang crowdfunding untuk membantu pembiayaan pengobatan bagi warga tidak mampu. Sebagian keuntungan setiap penjualan produk PVRA akan disisihkan untuk disumbangkan pada organisasi tersebut.

Di samping itu, PVRA juga berupaya berkontribusi meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar kantor mereka dengan memberdayakan ibu-ibu rumah tangga membantu proses produksi. Putri dan Kara memberikan pelatihan membuat manik-manik dan mengaplikasikannya ke alas kaki bagi para ibu yang berminat. Peserta pelatihan yang serius dan bisa bekerja memenuhi standar kualitas PVRA kemudian direkrut menjadi pegawai.

“Alhamdulillah sekarang kantor kami sudah 5 lantai dengan 63 pegawai, semuanya perempuan kecuali OB dan supir. Ini salah satu achievement kami yang paling bikin bangga, bukan sekadar bikin sepatu, jualannya laku, tapi akhirnya kami bisa menciptakan lapangan kerja instead of cuma jadi pegawai,” tutur Kara seperti dikutip Sociolla.com.

Toko offline

Saat ini, PVRA dapat memproduksi sekitar 1.000-2.000 pasang alas kaki dalam sebulan. Dengan harga produk yang berkisar antara Rp675.000 – Rp899.000, omzetnya mencapai ratusan juta rupiah per bulan. Selain melalui website, Instagram, dan LINE, PVRA juga dijual melalui marketplace seperti Tokopedia. Di awal 2020 jumlah followers Instagram @pvra.official telah mencapai 275.000.

Baca juga: Kris Samuel dan Uttara, Leisure Gear Lokal Rasa Internasional

Kendati demikian, untuk memaksimalkan penjualan sejak 2018 Putri dan Kara juga membuka toko offline di beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta, Bandung, dan Bali. Selain untuk mendongrak penjualan, langkah ini juga diharapkan dapat membantu promosi dan meningkatkan pelayanan pada pelanggan. Melalui toko offline, pelanggan dapat mencoba produk secara langsung. PVRA pun bisa memperoleh feedback yang tidak diperoleh secara online dari pelanggan.

Kini selain berencana menambah jumlah toko fisik PVRA di seluruh Indonesia, Putri dan Kara juga berharap dapat mengembangkan lini bisnis dengan merambah ranah aksesoris.

 

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu