Teknologi yang semakin canggih memang memudahkan orang. Jangankan belanja baju, belanja sayur pun tinggal menggerakkan jemarimu di telepon pintar. Tak heran, banyak orang yang mulai kecanduan belanja online.

Efek negatifnya tentu saja, banyak orang yang juga mengalami “kedodoran” karena kecanduan belanja online. Maklum, saking asyiknya belanja online sering lupa bahwa keuangan tidak cukup untuk itu. Belum lagi dengan adanya godaan diskon, cashback atau bayar belakangan. Kecanduan ini jelas mengganggu, namun kamu bisa kok, mencegahnya dengan mengikuti beberapa tips di bawah ini:

Baca juga: Kiat Belanja Online agar Terhindar dari Penipuan

Uninstall semua aplikasi belanja di telepon pintarmu

Tips ini termasuk ekstrem, sih, apalagi kalau kamu selalu enjoy cuci mata dengan membuka aplikasi belanja. Tetapi sebenarnya tips ini cukup manjur, lo. Kamu jadi tidak punya kesempatan untuk mengecek barang di sana karena harus meng-install ulang.

Mereka yang kecanduan belanja biasanya memiliki 3-4 aplikasi market place di smartphone mereka. Fungsinya untuk  perbandingan harga dan mendapatkan informasi barang yang lebih beragam.

Bila sudah bisa mengendalikan nafsu belanja yang gila-gilaan itu, kamu bisa meng-install kembali aplikasi belanja online kesayanganmu.

Tentukan limit dana untuk belanja dan catat setiap pengeluaran

Strategi lainnya adalah menentukan limit belanja online kamu, misalnya setiap bulan kamu batasi menghabiskan Rp2 juta. Tidak boleh lebih.

Kamu juga harus mencatat setiap ada pengeluaran sehingga bisa melacak anggaran, syukur-sukur masih tersisa sampai akhir bulan. Catatan akan membuat kamu bisa mengerem nafsu belanja karena ingat punya batasan.

Cegah kecanduan belanja online dengan buat prioritas

Kalau kamu tidak bisa menghentikan kecanduan belanja online-mu secara ekstrem, mungkin kamu harus pakai strategi lain. Salah satunya membuat prioritas. Kamu bisa memilih apa-apa saja yang akan kamu beli secara online.

Baca juga: Cermati Trik Pemasaran yang Bikin Kamu Makin Boros!

Ingat, kebutuhan dan keinginan akan suatu barang itu berbeda. Pastinya yang kamu beli harus yang benar-benar kamu butuhkan, kalau tidak sama saja melakukan pemborosan.

Gunakan PC alih-alih smartphone

Cara lain yang bisa kamu coba adalah melakukan transaksi belanja online lewat komputer/PC atau laptop ketimbang telepon genggammu. Jadi kamu sama sekali tidak memiliki aplikasi belanja online pada HP dan tergantung sepenuhnya pada PC.

Strategi ini dijamin bisa membuat kamu “istirahat” dari belanja online karena lebih repot membuka laptop atau harus nongkrong dulu depan PC setiap akan berbelanja.

Memisahkan akun media sosial pribadi dengan akun berbelanja

Sosial media menjadi tempat paling oke dalam berjualan, jadi baiknya kamu memisahkan akun sosial media pribadimu dengan yang berhubungan dengan toko online.

Misalnya kamu memiliki dua akun untuk Instagram, satu akun untuk hepi-hepi dengan temanmu, akun lainnya untuk berbelanja. Nah, dengan pemisahan begini, kamu tetap berinteraksi dengan rekan-rekanmu tanpa harus dihujani tawaran diskon atau barang baru di akun instagrammu.

Melakukan aktivitas bermanfaat

Kecanduan belanja online juga bisa dihilangkan dengan mengalihkannya ke aktivitas yang lebih bermanfaat. Kamu bisa membaca, memasak, atau mengikuti kegiatan sosial untuk menambah teman baru.

Berita baiknya, semua juga memiliki aplikasi di telepon genggammu. Jadi daripada utak atik teleponmu untuk menghabiskan uang, lebih baik utak atik teleponmu untuk hal yang lebih bermakna.

Baca juga: Rumus Hemat Hadapi Serbuan Diskon Akhir Tahun

Berbelanja secara online sebenarnya tidak salah, tetapi kalau sudah kecanduan belanja online, akan sangat berbahaya untuk keuanganmu. Jadi, kenapa tidak dihentikan dari sekarang?