7 Strategi Jitu Atur Keuangan Saat Kurs Rupiah Turun

175
rupiah turun

Nilai tukar rupiah turun terhadap dolar Amerika Serikat (AS) karena terkena dampak dari meluasnya penyebaran virus corona Covid-19. Dalam beberapa minggu terakhir, kurs rupiah terus melemah. Pada Selasa (23/3) nilai tukar rupiah bahkan sudah menyentuh Rp16.500 per dolar AS.

Pelemahan nilai tukar rupiah akan turut mempengaruhi pengeluaran kita, baik secara langsung maupun tidak langsung. Apalagi jika jika kita sering membeli barang-barang impor. Ketika rupiah melemah, harga barang akan menjadi lebih mahal.

Dalam kondisi ini, cara terbaik memang mengencangkan ikat pinggang sehingga kondisi keuangan tetap aman. Ada banyak cara untuk menghemat pengeluaran saat rupiah turun. Di sisi lain, kita juga bisa mengambil peluang dari pelemahan rupiah.

Supaya tidak salah langkah, simak strategi mengelola keuangan pribadi saat terjadi pelemahan rupiah berikut ini.

Mengurangi belanja produk impor saat rupiah turun

Sebagian besar barang-barang yang kita gunakan sehari-hari bisa jadi merupakan produk impor seperti ponsel, laptop, pakaian, sepatu, hingga suku cadang kendaraan. Pelemahan rupiah membuat harga barang-barang yang datang dari negara lain ini menjadi lebih mahal.

Baca juga: Strategi Dollar Cost Averaging, Pas untuk Investor Pemula

Saat rupiah turun, coba tunda dahulu pembelian barang impor seperti ponsel dan laptop. Tentukan skala prioritas atas barang-barang yang dibutuhkan setiap harinya. Memang iklan gadget begitu menarik perhatian. Bahkan ada beberapa orang yang berlomba-lomba memiliki seri terbaru dari sebuah gadget.

Jika bukan merupakan kebutuhan pokok dan mendesak, sebaiknya pembelian barang impor bisa ditunda terlebih dahulu. Untuk saat ini kamu tidak perlu mengikuti tren dan cobalah berpikir rasional.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Cara lain bisa dengan memakai produk dalam negeri. Ini bisa dilakukan bagi penggemar fashion. Sepatu-sepatu merek ternama dari luar negeri memang banyak digemari sebagai pelengkap gaya kekinian. Demikian juga dengan produk pakaian hingga tas dari luar yang menjadi ikon pendukung gaya modern.

Mulai saat ini, tidak ada salahnya mengubah mindset bahwa produk luar negeri lebih keren dibanding dengan produk dalam negeri. Banyak juga produsen sepatu, baju, maupun tas dalam negeri yang tak kalah berkualitas dari produk luar negeri. Dari sisi harga, produk dalam negeri tentu lebih murah.

Menunda liburan ke luar negeri

Promo tiket pesawat memang terkadang menggiurkan. Banyak tawaran diskon tiket pesawat melalui online atau travel fair. Lebih menggoda lagi jika pembayaran bisa dicicil melalui kartu kredit.

Tapi perlu diingat, untuk berlibur ke luar negeri, kita juga harus menyiapkan biaya lain, seperti penginapan, transportasi, biaya makan, telekomunikasi hingga tiket masuk tempat wisata. Jika ingin membeli oleh-oleh untuk teman atau keluarga, ada biaya tambahan yang harus disiapkan.

Baca juga: Tetap Semangat Investasi Saat Corona, Ini Pilihan Terbaik

Di saat rupiah melemah, biaya-biaya yang harus kita keluarkan selama liburan juga menjadi semakin besar. Akibatnya, bujet yang sudah disiapkan mungkin menjadi tidak cukup. Jangan sampai kamu mengambil dana darurat atau tabungan untuk keperluan lain demi menambal kekurangan biaya liburan.

Makanya, ketika rupiah melemah, keinginan untuk liburan ke luar negeri sebaiknya dipikirkan lagi. Tunda dulu liburanmu sampai rupiah menguat sambil tetap menambah pundi-pundi tabungan.

Apalagi dalam situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir, memaksakan diri berlibur ke luar negeri bukan merupakan tindakan bijaksana. Lebih baik tinggal di rumah demi mencegah tertular virus tersebut.

Menghindari transaksi dengan dolar AS

rupiah turun

Dalam kondisi ini, kita sepertinya memang harus mempraktikkan lagi slogan “aku cinta rupiah”. Salah satu caranya dengan menggunakan mata uang garuda dalam setiap transaksi yang kita lakukan.

Tak harus ke luar negeri, saat ini cukup banyak produk dan jasa di Indonesia yang harganya dipatok dalam dolar AS. Biasanya produk dan jasa tersebut menggunakan denominasi mata uang global karena standar harga yang dipergunakan internasional. Contohnya, produk barang elektronik dan jasa agen travel.

Harga dalam mata uang asing biasanya juga diberlakukan pada produk impor. Maka hal ini sebenarnya sejalan dengan strategi yang ada di poin pertama, yakni mengurangi belanja produk impor. Meskipun harganya mungkin sudah dikonversi ke dalam rupiah, pasti nilainya ikut naik mengikuti kurs dolar AS.

Menabung

Menabung sebenarnya merupakan cara sederhana untuk mengelola keuangan saat rupiah turun. Dengan menabung, maka kita bisa menjadi lebih hemat dan cermat dalam mengatur pengeluaran.

Setiap orang memiliki penghasilan yang berbeda, demikian juga dengan prioritas pengeluarannya. Jumlah penghasilan dan kebutuhan setiap orang tentu membuat kemampuan menyisihkan dana untuk ditabung juga berbeda. Namun, tidak ada salahnya menyisihkan minimal 10% dari pendapatan bulanan sebagai uang tabungan. Semakin tinggi nilai tabungan, tentu akan semakin baik.

Uang tabungan ini bisa dijadikan dana darurat di masa depan. Ketika kondisi rupiah sudah kembali menguat, kita bisa menggunakan uang tabungan untuk membeli barang yang diinginkan atau berlibur ke luar negeri.

Menaruh dana untuk investasi

rupiah turun

Selain menabung, investasi juga bisa menjadi pilihan sebagai strategi mengelola keuangan saat rupiah melemah. Sebelum menentukan jenis investasi, tentukan tujuan investasi, apakah untuk jangka pendek, jangka menengah, atau jangka panjang.

Baca juga: Agar Dompet Tidak Jebol, Siapkan Dana Liburan dengan Berinvestasi

Investasi saham bisa menjadi pilihan untuk menjaga kondisi keuangan dari tekanan dolar AS. Agar investasi menguntungkan, pilih saham-saham yang bergerak di bidang ekspor. Sebaliknya, saham-saham perusahaan berbasis impor harus dihindari.

Jika tak mau repot dan bingung memilih saham-saham yang tepat, investasi pada reksa dana saja. Ada beberapa jenis reksa dana yang bisa dipilih sesuai dengan karakteristik diri kamu.

Jika ingin memanfaatkan pelemahan rupiah, maka reksa dana berbasis dolar AS bisa menjadi pilihan. Untuk mendapatkan produk tersebut, kamu harus mencari informasi dari manajer investasi.

Lalu ada pula investasi deposito berbasis dolar AS. Setelah Bank Indonesia memangkas suku bunga, bunga deposito memang berpotensi turun. Dalam kondisi ini, deposito berbasis dolar AS akan lebih menguntungkan.

Jenis investasi lain yang lebih aman yakni emas. Logam mulia ini dikenal juga sebagai safe haven alias aset aman. Saat rupiah tertekan, harga emas tetap stabil.

Hitung kembali pengeluaran bulanan

Pelemahan rupiah bisa membuat pengeluaran bulanan tiba-tiba membengkak. Meski sudah menunda liburan dan membeli barang impor, angka pengeluaran masih sulit ditekan.

Jika kondisi ini terjadi, maka kamu perlu menghitung kembali pendapatan dan pengeluaran setiap bulannya. Bisa jadi, rupiah turun juga mempengaruhi kebutuhan pokok sehari-hari, seperti makanan dan kebutuhan hidup lainnya. Sebab, lemahnya nilai tukar rupiah juga bisa berdampak pada kenaikan harga barang-barang kebutuhan sehari-hari. Apalagi, jika bahan baku barang tersebut didatangkan dari luar negeri.

Bahan-bahan makanan hingga produk kecantikan seringkali menggunakan bahan impor. Ketika rupiah melemah, harga produk ini pun berpotensi naik.

Kamu mungkin perlu mengganti beberapa item kebutuhan sehari-hari. Dalam beberapa waktu, kamu mungkin juga perlu menahan diri untuk membeli produk-produk yang tidak terlalu dibutuhkan.

Misalnya, dengan mengganti camilan impor dengan produk dalam negeri atau menunda pembelian produk-produk kecantikan yang tidak penting. Utamakan untuk memenuhi kebutuhan primer terlebih dahulu.

Cari pendapatan tambahan yang dibayar dengan dolar AS 

Saat nilai tukar dolar AS melambung, pendapatan dalam mata uang tersebut tentu akan sangat menguntungkan. Jadi tidak ada salahnya jika kamu mencoba mencari sumber pendapatan tambahan yang dibayar dengan dolar AS.

Beberapa cara yang bisa kamu lakukan di antaranya adalah cari penghasilan dari Google Adsense dengan menjadi blogger atau Youtuber, atau dengan mengikuti program affiliate marketing dari luar negeri. Dari program-program tersebut, kamu akan dibayar dengan mata uang dolar AS.

Dengan menerapkan strategi pengelolaan keuangan saat rupiah turun, kamu bisa menjaga isi dompet tetap tebal. Semoga informasinya bermanfaat. 

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu