Hati-Hati Jebakan Boros saat Work From Home, Terapkan Strategi Ini

175

Wabah virus corona atau yang disebut COVID-19 semakin meluas. Sampai 28 Maret lalu, virus ini sudah menginfeksi 593.656 orang di seluruh penjuru dunia. Jumlah orang yang meninggal akibat COVID-19 mencapai 27.215 orang. Di Indonesia, wabah ini juga kian meluas hingga menginfeksi lebih dari 1.000 orang. Kondisi ini tak pelak mendorong pemerintah menerapkan kebijakan #dirumahsaja paling tidak selama 14 hari untuk mengerem penularan virus corona. Mulai anak sekolah hingga para pekerja pun diimbau beraktivitas di rumah saja dengan gerakan #workfromhome.

Baca juga: Strategi Investasi Anti Boros untuk Generasi Cashless

Bekerja dari rumah menuntut kamu mampu membagi konsentrasi antara pekerjaan dan urusan domestik. Terlebih bila kamu juga harus mengurus anak yang tetap harus bersekolah dari rumah. Keharusan berdiam di rumah juga menuntut kamu lebih jeli mengelola keuangan. Godaan untuk berbelanja konsumtif tetap terbuka dengan kehadiran kanal online shopping. Orang juga cenderung makan lebih banyak saat berada di rumah. Dibutuhkan jurus finansial yang cermat supaya keuangan tetap aman selama harus #dirumahsaja.

Dana darurat adalah kunci

Tidak ada yang menyangka wabah virus seperti saat ini akan terjadi. Krisis corona turut menyeret kondisi perekonomian menjadi begitu suram. Ancaman PHK mulai mengintai beberapa sektor usaha seiring mandeknya aktivitas perekonomian karena keharusan #dirumahsaja. Melihat ukuran kejadian yang sudah di level pandemik tanpa kepastian kapan akan berakhir, kamu perlu mengantisipasi lebih banyak lagi kejutan di depan, tak terkecuali perihal keuangan. Di sinilah keberadaan dana darurat menjadi sangat penting.

Apakah dana darurat kamu sudah aman? Bagi kamu yang statusnya masih lajang tanpa tanggungan, pastikan kamu mengamankan dana darurat minimal sebesar enam kali nilai pengeluaran rutin bulanan. Melihat situasi krisis corona yang tidak pasti kapan berakhir, akan lebih baik bila kamu menambah cadangan dana darurat hingga sembilan kali nilai pengeluaran bulanan.

Baca jugaStrategi Investasi saat Reksa Dana Turun Terus

Adapun bagi kamu yang sudah berkeluarga dan memiliki anak,  amankan dana darurat minimal sebesar sembilan kali nilai pengeluaran rutin bulanan. Dana darurat ini akan sangat membantu kamu mengantisipasi kejadian-kejadian tak terduga di depan yang membutuhkan uang tunai.

Supaya saldo dana darurat kamu lekas mencapai nilai ideal, tingkatkan persentase penghasilan yang perlu disisihkan ke rekening emergency fund. Misalnya, bila di kondisi normal kamu menyisihkan 10% pendapatan untuk dana darurat, kali ini tingkatkan menjadi 20%. Dengan demikian, kamu memiliki kesiapan menghadapi pengeluaran-pengeluaran tak terduga di tengah situasi seperti ini.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Nah, selain mengamankan dana darurat, pastikan kamu mengambil langkah cermat mengelola keuangan selama work from home berikut ini:

1. Jalankan anggaran lebih hemat

Beruntunglah bila kamu tetap mendapatkan gaji utuh kendati menjalankan pekerjaan dari rumah alias work from home. Itu berarti kamu tidak menghadapi ancaman penurunan penghasilan seperti yang dihadapi oleh banyak orang di sektor usaha lain yang lebih rentan.

Bekerja dari rumah selain hemat energi, seharusnya juga membantu kamu menghemat pos pengeluaran transportasi. Begitu juga pos makan di luar rumah atau jajan di mal yang sering memakan biaya cukup besar, juga bisa kamu hemat. Pos-pos lain yang juga bisa kamu hemat adalah pos biaya liburan atau traveling. Imbauan work from home dan #dirumahsaja mau tidak mau membuat rencana perjalanan menjadi batal. Untuk pos pendapatan yang tidak jadi terpakai atau bisa dihemat karena kamu bekerja dari rumah, alihkan peruntukannya untuk mengisi saldo dana darurat.

2. Tidak perlu menimbun stok barang

Wabah virus corona hanya bisa direm penyebarannya bila masyarakat bisa disiplin melakukan physical distancing dan menjaga jarak dalam interaksi sosial. Itulah mengapa muncul imbauan work from home supaya masyarakat tergerak melakukan karantina mandiri di rumah demi meminimalisasi penyebaran virus. Di beberapa negara bahkan menerapkan kebijakan lebih ekstrem berupa lockdown atau karantina total satu negara dengan penjagaan ketat oleh militer.

Baca jugaCegah Kedodoran karena Kecanduan Belanja Online

Di Indonesia sejauh ini memang baru sebatas #dirumahsaja tanpa penjagaan ketat. Jadi, kamu masih bisa pergi ke supermarket atau ke tempat lain tanpa harus mengurus izin pada pihak yang berwajib. Selain itu, masih banyak peritel yang menyediakan kanal belanja online sehingga kamu masih bisa membeli kebutuhan tanpa harus meninggalkan rumah.

Maka itu, kamu sebenarnya tidak perlu ikut-ikutan menimbun barang hanya untuk mendukung langkah bekerja dari rumah. Cukup lebihkan stok makanan dan kebutuhan rumah tangga untuk mendukung #dirumahsaja selama 14 hari atau dua pekan. Tidak perlu berlebihan sampai menimbun barang dan merugikan orang lain yang mungkin lebih membutuhkan.

3. Batasi jatah jajan saat #dirumahsaja

Bekerja dari rumah membuat kamu banyak menghemat energi. Kamu tidak perlu lagi pergi ke kantor terburu-buru. Kamu juga bisa bekerja dengan pakaian rumah apa adanya. Namun, bekerja dari rumah dengan ketersediaan stok makanan melimpah di kulkas atau kabinet dapur bisa membuat kamu lebih rakus nyemil. Suasana rumah yang nyaman juga kerap membuat orang lebih mudah tergoda jajan memanfaatkan jasa delivery order

Supaya pengeluaran jajan tidak membengkak selama work from home, cobalah berkomitmen untuk menetapkan batas pengeluaran harian untuk keperluan camilan atau jajan. Misalnya, bila dahulu saat bekerja normal di kantor, jatah jajan kamu adalah Rp50.000. Nah, saat bekerja dari rumah kamu bisa mempertahankan jatah jajan sebesar itu atau malah menurunkannya demi bisa berhemat.

4. Manfaatkan promo internet murah

Bekerja dari rumah membutuhkan dukungan jaringan internet yang bagus. Bila kamu selama ini sudah berlangganan jaringan WiFi di rumah, masa-masa bekerja dari rumah seperti saat ini mungkin tidak terlalu berpengaruh terhadap pengeluaran pulsa data internet. Sebaliknya, bagi kamu yang selama ini mengandalkan jaringan internet di ponsel semata, bekerja dari rumah bisa membengkakkan pengeluaran pulsa.

Supaya tidak menciderai kesehatan keuangan, manfaatkan berbagai penawaran promo dari para penyedia internet agar bisa mendapatkan harga murah. Beberapa provider internet mendukung gerakan #dirumahsaja dengan menawarkan berbagai promo. Ada juga yang menawarkan promo upgrade kecepatan internet bagi pelanggan lama. 

5. Cermat membeli mainan untuk anak

Imbauan #dirumahsaja melalui aktivitas work from home bukan hanya berlaku bagi orang dewasa yang biasanya bekerja di perkantoran. Anak sekolah juga diimbau belajar di rumah saja seiring kebijakan penutupan sekolah. Bekerja dari rumah sembari mengurus anak yang juga harus tetap belajar (homeschooling) sedikit banyak membutuhkan energi berlipat-lipat. Terlebih bila anak kamu masih usia balita atau masih di di taman kanak-kanak. 

Supaya anak bisa belajar dengan tenang kala kamu juga harus konsentrasi bekerja dari rumah, kamu bisa memberikan mainan edukatif atau mengajak aktivitas produktif seperti mewarnai, gunting tempel, dan sebagainya. Namun, tidak perlu juga terlalu berlebihan membeli berbagai mainan edukasi pelengkap kegiatan anak. 

Buatlah rencana kegiatan setiap pekan selama anak-anak belajar di rumah. Misalnya untuk kegiatan mewarnai, kamu tidak perlu membeli buku gambar khusus melainkan tinggal mencetak sendiri gambar dari situs seperti Pinterest. Begitu juga bila hendak menempuh kegiatan edukatif seperti gunting tempel dan lain sebagainya.

6. Hindari panic buying 

boros

Di tengah pandemi seperti saat ini, ada berbagai kebutuhan baru yang secara bersamaan diburu oleh banyak orang. Terutama jenis-jenis barang untuk membantu kamu melindungi diri dari paparan virus corona. Sebut saja masker, hand sanitizer, cairan disenfektan dan sebagainya. Barang-barang itu di musim wabah penyakit yang mendunia seperti sekarang menjadi buruan hingga harganya meroket tinggi.

Barang-barang itu memang penting. Akan tetapi, kurang elok bila kamu ikut-ikutan membeli dalam jumlah banyak hanya karena panik tidak bakal kebagian. Belilah secukupnya untuk kebutuhan kamu dan keluarga dan tetap optimalkan cara paling efektif untuk melindungi diri. Misalnya, masker dibutuhkan bila kamu perlu pergi ke luar rumah untuk berbelanja atau saat sakit. Kamu bisa menekan kebutuhan masker dengan mengoptimalkan belanja online sehingga tak perlu sering-sering keluar rumah memakai masker. 

Contoh lain adalah hand sanitizer. Pembersih tangan itu sebenarnya dibutuhkan ketika kamu tengah berada di luar rumah di mana tidak tersedia air dan sabun untuk mencuci tangan. Artinya, selama kamu lebih sering bekerja dari rumah, cucilah tangan dengan air dan sabun saja. Sehingga kamu tidak perlu membeli hand sanitizer dalam jumlah berlebihan. Lagi pula, mencuci tangan dengan air dan sabun jauh lebih efektif membunuh kuman, bakteri dan virus ketimbang hand sanitizer.

7. Jalankan rencana keuangan seperti biasa

Tidak ada yang bisa memastikan sampai kapan periode work from home harus dijalankan. Di tengah ketidakpastian akibat pandemi yang juga membuat kondisi perekonomian mengalami tekanan luar biasa, tetaplah fokus menjalankan rencana keuangan seperti biasa. Misalnya, satu atau dua tahun lagi kamu membutuhkan dana untuk uang masuk sekolah anak. Jangan berhenti mengumpulkan dananya walau situasi perekonomian tengah tak menentu.

Kuncinya adalah mengelola risiko. Jadi, bila semula kamu banyak berinvestasi di produk berisiko tinggi, saatnya untuk mendiversifikasinya dengan instrumen investasi berisiko rendah seperti deposito, tabungan rencana ataupun reksa dana pasar uang. 

Baca jugaReksa Dana Terproteksi: Alternatif Investasi di Masa Pandemi Corona

Bila kamu memiliki dana cukup leluasa, memanfaatkannya untuk berinvestasi di saham yang tengah turun harga juga langkah tepat. Carilah saham-saham berfundamental bagus yang harganya sudah banyak terdiskon. Saham masih menarik untuk mendukung rencana keuangan jangka panjang kamu.

Krisis corona ini memang ujian yang berat bagi semua orang. Tetaplah optimistis badai besar ini akan lekas berlalu. Jaga kesehatan, rajinlah mencuci tangan dan nikmati saja masa-masa bekerja dari rumah. Jangan lupa menjaga kesehatan keuangan dengan menerapkan tujuh langkah mudah di atas. Stay safe!

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu