Kenali Deposito Valas, Investasi Aman Saat Rupiah Goyang

257
deposito valas

Di saat mata uang rupiah sedang tidak stabil, banyak investor yang mulai melirik menggunakan deposito mata uang asing atau deposito valas untuk mengamankan investasi mereka.

Baca juga: Langkah Tepat Memilih Deposito

Satu di antara investasi yang dianggap lumayan “aman” adalah deposito valas pernah dengar? Deposito ini memang tidak “secetar” deposito biasa yang banyak ditawarkan di bank kita.

Padahal prinsip deposito ini sebenarnya sama dengan deposito biasa, yaitu menyimpan uang di bank dalam jangka waktu tertentu dan tidak bisa diambil sampai jatuh tempo. Bank kemudian memberikan bunga sebagai keuntungan pemilik deposito.

Jangka waktu penyimpanan biasanya juga sama yaitu satu bulan, dua bulan, tiga bulan, enam bulan, 12 bulan, dan 24 bulan.

Bedanya? Di mata uang yang digunakan.

Deposito rupiah menggunakan mata uang rupiah (Rp), sementara deposito mata uang asing menggunakan mata uang seperti dolar AS, dolar Singapura, Yen Jepang, ponsterling Inggris, dolar Kanada, atau yuan Cina. Yang penting mata uang yang dipilih sesuai dengan ketentuan bank.

Berikut beberapa hal penting soal deposito mata uang asing yang mungkin bisa mengodamu untuk berinvestasi:

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Deposito valas aman terhadap fluktuasi rupiah

Dari semua keuntungan deposito mata uang asing, mungkin ini di posisi paling atas. Yup, pemilik deposito valas tidak perlu deg-degan saat ini memikirkan nilai tukar rupiah yang terus melemah hingga menyentuh Rp16.000.

Valas melindungi nilai kekayaan yang dimiliki alias tidak tergerus dan berkurang. Bahkan ada kalanya lebih menguntungkan setelah dicairkan ke mata uang rupiah.

Deposito ini sangat direkomendasikan untuk kamu yang ingin menabung jangka panjang, termasuk untuk biaya sekolah atau berencana liburan ke luar negeri.

Tidak ada biaya administrasi

deposito valas

Seperti layaknya deposito konvensional, sebagai nasabah deposito mata uang asing kamu juga tidak perlu membayar biaya administrasi bank karena kamu menyimpan uang di sana.

Jadi imbal hasil yang kamu dapatkan akan utuh tanpa potongan biaya sehingga membuat kamu lebih untung.

Suku bunga kecil, tapi…

Yang harus kamu ingat, suku bunga deposito valas ini lebih kecil dibanding deposito konvensional. Tetapi kamu tetap untung.

Kamu akan tetap untung karena setiap jatuh tempo kamu juga akan memperoleh bunga dalam bentuk valas alias mata uang asing. Jadi nilainya akan lebih menguntungkan kamu.

Selain itu bank akan memberikan bunga sesuai dengan tenor atau lamanya kamu menyimpan valas tersebut. Semakin lama kamu menyimpan deposito, bunganya tentu akan semakin besar.

Baca juga: Strategi Atur Keuangan Saat Kurs Turun

Jangka waktu bisa diatur

Tenor deposito biasanya adalah satu bulan, dua bulan, tiga bulan, enam bulan, 12 bulan, dan 24 bulan. Demikian juga dengan deposito valas. Jadi kamu punya banyak pilihan tenor yang tepat untuk dana yang didepositokan.

Contohnya kalau kamu memang mendepositokan valas untuk liburan tahun depan, kamu bisa menyimpan dana selama setahun. Suku bunga untuk deposito berjangka waktu setahun akan lebih tinggi dibandingkan yang jangka waktunya 3 bulan.

Selain itu, beberapa bank juga menyiapkan fasilitas perpanjangan jangka waktu otomatis. Misalnya depositomu jatuh tempo sementara kamu batal jalan-jalan, maka kamu tidak perlu ke bank karena dana tersebut akan didepositokan kembali secara otomatis.

Berlaku kurs jual beli

deposito valas

Meski terkesan banyak keuntungannya, ternyata deposito ini juga memiliki kekurangan. Salah satunya adalah penerapan kurs jual dan beli valas.

Misalnya kamu menyetor atau mencairkan rupiah untuk membuat deposito ini, maka nilai rupiah yang kamu setorkan akan dikonversi sesuai kurs jual beli mata uang asing deposito tersebut. Namun kalau kamu menyimpan atau mencairkan dengan mata uang yang sama, maka kurs jual beli tidak berlaku.

Baca juga: Strategi Reksadana Turun

Cara membuka deposito mata uang asing tidak terlalu rumit, kamu tinggal memberikan fotokopi KTP, mengisi formulir, dan menyerahkan valas yang akan didepositokan atau bisa juga menyetor dalam rupiah.

Berminat?

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu