Kena PHK Perusahaan Gara-Gara Corona? Lakukan 5 Hal Ini!

302
phk perusahaan

Pandemi corona bukan hanya mengancam keselamatan jiwa, tapi juga telah menyeret perekonomian dunia ke jurang krisis. Bahkan, krisis perekonomian imbas corona ini menimbulkan banyak PHK perusahaan di seluruh dunia.

Banyak bisnis yang bertumbangan telah memicu badai pemutusan hubungan kerja (PHK) di mana-mana. Di Amerika Serikat, tingkat pengangguran melonjak hingga 4,4%. Di Indonesia, gelombang PHK perusahaan juga mulai banyak terjadi. Di Jakarta saja, sebanyak 88.835 pekerja yang dirumahkan akibat sektor bisnis ambruk diterjang pandemi corona (CNN Indonesia, April 2020).

Baca juga: Hati-hati Kebakan Boros Saat WFH

Tidak ada orang yang benar-benar siap bila mendadak harus kehilangan sumber penghasilan karena PHK. Jangan patah arang bila saat ini kondisi kamu tengah terpuruk karena terkena PHK. Badai corona masih belum jelas kapan akan berakhir. Tidak ada yang tahu akan separah apa efeknya pada perekonomian dalam jangka panjang. Jadi, ketimbang meratapi nasib, segera bangkit dari keterpurukan agar kondisi tidak semakin buruk. Lakukan 6 langkah penting berikut:

1. Hitung angka kebutuhan hidup

Yang terberat dari kondisi PHK adalah saat kamu masih memiliki banyak kewajiban pembayaran cicilan utang. Supaya tidak mengawang-awang dalam kecemasan, segeralah memastikan hitungan kebutuhan biaya hidup yang harus kamu tutup setiap bulan. Fokuskan hanya pada kebutuhan primer yaitu kebutuhan untuk makan, tempat tinggal (apabila kamu masih mengontrak), biaya rutin untuk hidup layak seperti listrik, air, biaya sekolah anak, juga cicilan utang yang wajib dibayar setiap bulan.

Di luar pos-pos tersebut, untuk sementara bisa kamu abaikan. Misalnya, pos pengeluaran sekunder seperti langganan layanan streaming, pos pengeluaran pribadi untuk jajan camilan, dan sebagainya.

2. Ketahui kemampuan finansial yang tersisa

phk perusahaan

Ketika terkena PHK perusahaan, kamu berhak mendapat pesangon yang besarnya sudah diatur menurut undang-undang yang berlaku. Pesangon inilah yang berperan sebagai “penyambung nyawa” sementara keuangan kamu, selama belum ada pekerjaan baru yang memberi pendapatan untuk menopang biaya hidup. 

Hitung juga posisi dana darurat atau tabungan yang kamu miliki. Dalam kondisi ketiadaan pendapatan secara tiba-tiba, dana darurat berguna sekali untuk menopang pengeluaran kamu selama belum ada pendapatan lagi. Jadi, setelah tahu berapa nilai persis kebutuhan yang harus kamu tutup, kamu bisa menghitung berapa lama bisa bertahan tanpa penghasilan.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Contoh, total kebutuhan yang harus kamu penuhi setiap bulan termasuk cicilan utang Rp7 juta. Sedangkan pesangon yang kamu dapatkan adalah Rp50 juta dan dana darurat atau tabungan yang kamu miliki ada sekitar Rp20 juta, maka total dana yang dapat kamu gunakan untuk bertahan sementara tanpa pendapatan baru adalah Rp70 juta. Bila dibagi pengeluaran wajib sebesar Rp7 juta, maka kamu bisa bertahan hidup dengan dana tersebut selama 10 bulan tanpa pekerjaan atau pendapatan baru. 

3. Lekas cari pendapatan baru

Kondisi perekonomian memang tengah terpuruk gara-gara wabah corona yang telah menjadi pandemi global. Sekilas, mungkin akan sulit bagi kamu mendapatkan pekerjaan baru di tengah situasi ekonomi yang berat seperti saat ini. Tapi, jangan juga begitu saja menyerah. Cobalah menghubungi kontak-kontak atau jaringan kerja yang kamu miliki. Jangan malu bertanya apakah ada lowongan posisi yang bisa kamu lamar. 

Selain mencoba melamar pekerjaan baru, kamu bisa menjajaki peluang mendapatkan penghasilan dari kanal lain. Misalnya jualan online, menjadi reseller, dropship berbagai macam barang, dan sebagainya. Saat ini ada banyak permintaan terhadap masker kain, hand sanitizer dan pernak pernik seputar healthcare. Permintaan atas jasa layanan online seperti penjual sayuran online, grocery online juga meningkat. Jangan malu-malu mencari nafkah halal dari peluang tersebut agar pemasukan rupiah tetap ada.

Baca juga: Cek Kesehatan Keuangan dengan Cara Ini

4. Turunkan gaya hidup bila terkena PHK perusahaan

phk perusahaan

Ketika kamu masih memiliki pendapatan rutin, kamu memiliki keleluasaan untuk membelanjakannya sesuai kebutuhan dan keinginan. Kini, kondisi berubah 180 derajat di mana kamu tidak lagi memiliki pendapatan rutin dan pasti. Tentu harus ada penyesuaian gaya hidup yang harus kamu lakukan.

Misalnya, bila saat memiliki pendapatan dulu kamu rutin jajan camilan atau sering tergoda belanja online barang-barang fashion, sekarang mungkin perlu dikurangi sementara. Fokuskan pengeluaran pada hal yang penting dan pokok saja supaya uang yang kamu miliki saat ini dapat dihemat untuk kebutuhan utama.

5. Perbanyak berdoa

Pandemi corona merupakan wabah penyakit terburuk sejak wabah flu spanyol seabad silam. Belum ada kepastian kapan pandemi akan berakhir. Sampai vaksin atau antivirusnya berhasil diciptakan, kondisi keterpurukan ekonomi akibat corona ini masih akan berlangsung. Selain memperbanyak ikhtiar supaya bisa kembali bekerja dan mendapatkan penghasilan, perbanyak juga doa agar pandemi ini segera berakhir.

Berbeda dengan krisis keuangan yang mungkin bisa diperkirakan lebih pasti kapan berakhir sehingga perekonomian dapat lekas pulih, krisis karena wabah penyakit seberat corona saat ini lebih sulit diprediksi. Banyak-banyak berdoa supaya pandemi corona segera berakhir dan perekonomian lekas pulih supaya kehidupan bisa kembali normal. 

Baca juga: Tiga Cara Mudah Financial Check Up

Dengan menjalankan lima hal di atas, semoga kamu dapat lekas bangkit dari keterpurukan akibat PHK perusahaan karena corona. Tetap semangat, ya!

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu