8 Tips Hemat Selama Bulan Puasa

142
bulan puasa

Bulan puasa bisa menjadi momentum untuk berhemat. Jangan sampai pengeluaran kamu saat menjalankan ibadah puasa justru lebih besar dari hari-hari biasanya. Semestinya ibadah puasa bisa memangkas pengeluaran, bukan malah menambah biaya bulanan.

Di bulan puasa sejatinya orang dilatih untuk bisa menahan diri dari berbagai hawa nafsu duniawi. Artinya, hawa nafsu untuk menghabiskan uang lebih banyak juga harus dikendalikan.

Baca juga: Peluang Bisnis Selama Ramadan

Kebiasaan boros di bulan puasa

bulan puasa

Logikanya, ketika seseorang berpuasa tidak makan dan minum di siang hari, pengeluarannya akan berkurang. Tapi pada praktiknya setelah menahan lapar seharian, sebagian orang seperti ingin ‘balas dendam’ dengan memenuhi segala kebutuhannya secara mewah. Pada akhirnya, mereka justru menghabiskan lebih banyak uang.

Selama bulan Ramadan, orang biasanya juga meningkatkan kualitas asupan makanan yang biasa dikonsumsi. Karena ingin memuaskan diri dengan makanan yang berlimpah di malam hari, pengeluaran bulanannya juga bertambah banyak.

Padahal, asupan gizi yang cukup sebenarnya tidak harus dengan membeli makanan yang harganya mahal. Kamu bisa tetap memenuhi kebutuhan gizi yang cukup tanpa harus menguras isi kantong selama berpuasa.

Agar keuangan kamu tetap terjaga, sejumlah tips berhemat selama beribadah puasa berikut ini bisa kamu terapkan.

Kontrol pengeluaran belanja makanan dan minuman

Pembengkakan pengeluaran di bulan puasa biasanya paling banyak berasal dari pengeluaran untuk kebutuhan makanan dan minuman. Untuk itu, pos pengeluaran ini harus dijaga ketat agar tidak melebihi budget.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

1. Buat anggaran belanja bulanan

Dalam berhemat, kamu sebaiknya membuat anggaran belanja bulanan. Susunlah anggaran pemasukan dan anggaran pengeluaran secara mendetail. Catat semua sumber pendapatan baik yang berasal dari gaji maupun pendapatan di luar gaji.

Rencana pengeluaran juga harus dicatat secara terperinci seperti anggaran untuk membayar berbagai macam tagihan dan cicilan, investasi dan biaya hidup lainnya. Karena bulan puasa, kamu perlu membuat penyesuaian dengan menambahkan anggaran pengeluaran khusus.

Anggaran khusus yang bisa ditambahkan misalnya membeli parcel Lebaran, membeli perlengkapan ibadah, membayar zakat, dan lain-lain. Susun sesuai kebutuhan dan seperlunya saja.

Dalam menyiapkan anggaran belanja ini, kamu bisa menggunakan rumus sederhana yakni 50 – 30 – 20. Artinya, 50% dari total pendapatan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan biaya hidup, 30% untuk membayar cicilan utang, 20% untuk tabungan dan investasi.

Jika sudah mempunyai anggaran keuangan yang jelas, kamu bisa mengontrol pengeluaran selama bulan puasa.

2. Memasak makanan sendiri

Saat berpuasa, biasanya godaan untuk berbuka puasa di kafe atau restoran sangat besar. Kita seolah ingin membalas lapar dan haus seharian dengan makan makanan enak di tempat yang nyaman sambil bersantai. Di masa pandemi corona ini, dengan adanya peraturan physical distancing tentunya tidak disarankan berbuka puasa di kafe atau restoran. Sebagai alternatif, banyak resto dan kafe yang menawarkan opsi delivery  agar pelanggan mereka tetap dapat menikmati menu yang diinginkan di rumah.

Namun, tentu saja memesan menu berbuka puasa dari kafe atau resto akan menambah pengeluaranmu. Daripada beli makanan di kafe atau restoran yang harganya lebih mahal, tentu jauh lebih baik jika memasak makanan sendiri. Jika kamu punya hobi memasak, bulan puasa bisa jadi waktu yang tepat untuk melampiaskan hobi kamu tersebut.  Selain bisa berhemat, kamu bisa sekaligus mengasah kemampuan memasak yang jarang dipraktikkan.

3. Membuat takjil sendiri

Berbuka puasa rasanya tak lengkap jika tidak ada makanan takjil. Takjil adalah makanan kecil pembuka sebelum makanan utama disantap. Orang yang berbuka puasa biasanya tidak langsung makan makanan besar, tapi dimulai dengan makanan kecil yang manis-manis.

Agar kamu bisa berhemat, kamu bisa membuat takjil sendiri di rumah. Kamu bisa memulai dengan membuat takjil yang sederhana misalnya kolak, sup buah, atau bubur sumsum.

4. Manfaatkan promo dan diskon

Jika sesekali ingin buka puasa dengan memesan menu kafe atau restoran boleh saja. Tapi tidak perlu memesan dari resto yang mewah. Cari informasi dulu, tempat-tempat makan yang tengah memberikan diskon atau promo khusus untuk berbuka puasa.

Sebaiknya pesan beberapa jam atau beberapa hari sebelumnya, terlebih jika resto yang kamu incar tinggi peminatnya, agar kamu tidak perlu menunggu makanan datang terlalu lama untuk berbuka puasa.

Baca juga: 8 Cara Sukses Berbisnis Makanan

Kontrol belanja kebutuhan Lebaran

bulan puasa

Mendekati akhir bulan puasa, pengeluaran biasanya akan meningkat untuk mempersiapkan hari raya Idul Fitri. Meskipun sudah menerima pendapatan tambahan dari Tunjangan Hari Raya (THR), pengeluaran kamu harus dikontrol dengan baik. Jika ingin berhemat, lakukan beberapa tips ini.

1. Membuat kue Lebaran sendiri

Lebaran tak akan lengkap tanpa hadirnya beraneka jenis kue di meja rumah kita. Kue Lebaran selalu tersedia di setiap rumah. Biasanya di hari Lebaran, saudara dan tetangga akan berkunjung untuk silaturahmi. Kita belum tahu kapan pandemi corona ini akan berakhir, mungkin saja tradisi saling mengunjungi saat Lebaran juga untuk sementara tidak bisa dilakukan. Namun, kita bisa tetap dapat menjaga silaturahmi tersebut dengan mengirimkan kue Lebaran ke sanak saudara dan kenalan.

Bila ingin menghemat uang, kamu bisa membuat kue Lebaran sendiri. Untuk membuat kue Lebaran yang beraneka ragam, kamu bisa meniru resep dari Youtube atau media online lainnya. Jangan lupa tuliskan di bingkisan kue Lebaran yang kamu kirimkan bahwa kue tersebut dibuat sendiri. Hal tersebut biasanya akan menjadi daya tarik bagi sang penerima untuk mencicipinya.

2. Membuat kartu ucapan Lebaran sendiri

Dengan kondisi pandemi corona, mungkin kita terhalang bersilaturahmi langsung dengan kerabat dan tetangga. Sebagai gantinya, kita bisa mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri menggunakan kartu ucapan. Kartu ucapan custom made saat ini banyak dijual secara online.

Namun jika mau berhemat, kamu bisa berkreasi sendiri membuat kartu ucapan. Tutorial membuat kartu ucapan Lebaran banyak tersedia di internet. Kamu bisa membuat kartu ucapan yang unik tanpa harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar.

3. Membuat parcel Lebaran sendiri

Ada berbagai cara untuk mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada sahabat atau saudara yang tidak memungkinkan untuk dikunjungi pada hari raya nanti. Selain menggunakan kartu ucapan, kamu juga bisa mengirimkan parcel Lebaran.

Parcel Lebaran biasanya berisi kue Lebaran atau buah-buahan. Cara membuat parcel ini sebenarnya cukup mudah dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan di sekitar kita. Jadi kenapa tidak membuat parcel Lebaran sendiri biar lebih hemat?

4. Baju Lebaran dan perlengkapan ibadah tak harus baru

Saat hari Lebaran yang telah ditunggu-tunggu tiba, masyarakat akan merayakannya dengan suka cita. Untuk menunjukkan kebahagiaan itu, biasanya ada tradisi menggunakan baju baru.

Bukan cuma baju, perlengkapan ibadah seperti sajadah, sarung, peci dan mukena biasanya juga harus baru. Daripada harus mengeluarkan uang sangat banyak untuk berbelanja baju dan perlengkapan ibadah baru, tidak ada salahnya jika kamu memanfaatkan yang sudah dimiliki. Kamu bisa menggunakan baju yang bagus dan jarang digunakan serta perlengkapan ibadah yang sudah ada.

Jangan lupa investasi

bulan puasa

Meskipun kebutuhan keuangan di bulan puasa dan Lebaran jauh lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, kamu tidak boleh lupa untuk berinvestasi. THR yang kamu peroleh jangan dihabiskan untuk berbelanja kebutuhan Lebaran.

Jika kamu bisa menjalankan gaya hidup hemat seperti ulasan di atas, kamu tidak perlu menggunakan uang THR untuk berbelanja, tapi cukup dengan gaji rutin yang diterima. Gunakanlah THR untuk berinvestasi. Ada beragam jenis investasi yang bisa dipilih seperti emas, reksa dana, atau saham.

Jadi, mari mempersiapkan Lebaran dengan tetap cermat mengatur keuangan.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu