Investasi Saham di Pasar Modal "Ambyar"? Begini Cara Perbaikinya

218
investasi saham

Saat pandemi virus  corona atau Covid-19 harga saham-saham di bursa global dan Bursa Efek Indonesia menurun tajam. Performa investasi saham sejak awal tahun pun ikut jeblok. Demikian juga pasar obligasi ikut tertekan menyusul prospek ekonomi Indonesia dan juga global yang akan melambat akibat pandemi. Bagaimana kita memperbaiki kinerja produk pasar modal ini di masa depan?

Baca juga: Langkah Bijak Atur Investasi Saat Pandemi

Cek performa tiap instrumen

Langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah mengecek performa tiap instrumen pasar modal secara berkala.  Setiap instrumen memiliki performanya masing-masing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam namun demikian tidak semua saham terkoreksi tajam karena ada saham-saham defensif yang penurunannya hanya tipis saja, misalnya saham-saham konsumer seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Indofood Sukses Makmur (INDF) karena hanya sebagian kecil investor yang melepas saham ini saat terjadi kepanikan pasar. 

Karena itu, sebagai investor, kamu harus mengetahui perkembangan investasi saham-saham di Bursa Efek Indonesia. Dengan mengetahui perubahan dengan cepat, kamu bisa memutuskan untuk menjual atau membelinya dengan cepat pula. Ingat, performa instrumen di pasar modal dapat berubah kapan saja.

Memantau kondisi ekonomi global dan nasional

investasi saham

Kondisi makroekonomi Indonesia dan juga global mempengaruhi pasar modal. Kondisi pasar modal terkini merefleksikan kondisi ekonomi dalam beberapa bulan ke depan. Karena itu kamu harus menyimak berita-berita ekonomi global dan nasional terkini karena akan mempengaruhi keputusan trading para investor di pasar modal. Perlambatan ekonomi global dan nasional akibat pandemi Covid-19 menyebabkan investor melepas dan menghindari aset berisiko seperti saham. Akibat turunnya minat terhadap saham otomatis akan menurunkan nilai saham yang bersangkutan. 

Perkembangan ekonomi selama pandemi ini juga harus dipantau terus karena pemerintahan negara-negara yang terkena wabah berusaha memulihkan ekonominya yang terpuruk. Beberapa di antara negara-negara ini mengeluarkan kebijakan stimulus agar ekonominya membaik. Kebijakan AS mengucurkan dana 2 triliun dolar AS beberapa pekan lalu ternyata disambut positif pelaku pasar sehingga indeks saham Dow Jones dan bursa saham regional lainnya termasuk IHSG menguat. Demikian juga berita mengenai ampuhnya obat avigan, buatan anak perusahaan Fuji Film, dalam penyembuhan pasien Covid-19 di Cina, membuat saham Fuji Film meroket. 

Tingkatkan pengetahuan Investasi saham atau obligasi 

Investor kawakan Warren Buffet memberi saran supaya kita mengenal sebuah produk investasi sebelum kita berinvestasi di instrumen tersebut. Jika awalnya kamu hanya berinvestasi mengandalkan emosi, kini saatnya kamu mengenal suatu saham secara luar dalam, yakni mengetahui fundamental sebuah perusahaan sebelum membeli saham perusahaan tersebut.

Fundamental yang dimaksud adalah kondisi keuangan terkini dan riwayatnya dalam 5 tahun ke belakang, rencana perusahaan ke depan, hingga latar belakang jajaran direksi. Perusahaan yang konsisten mencetak laba besar menjadi prioritas untuk dibeli karena kestabilannya. Laba juga akan otomatis mengerek harga saham karena rasio earning per share akan menyempit.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Baca juga: Deposito Valas, Investasi Aman Saat Rupiah Goyang

Demikian pula pengetahuan mengenai obligasi harus dikuasai seperti rating, kondisi keuangan perusahaan (untuk obligasi korporasi), hingga bunga acuan Bank Indonesia karena bunga bank akan mempengaruhi minat investor terhadap obligasi.

Selain fundamental, pengetahuan teknikal saham juga harus dikuasai.  Berbagai indikator pergerakan harga saham bisa kamu pelajari dari berbagai sumber di internet, buku maupun dari analis yang ada di perusahaan sekuritas.

Dapatkan informasi pergerakan harga ke depan

investasi saham

Fluktuasi harga merupakan bagian dinamika di pasar modal. Meskipun demikian, pergerakan harganya masih bisa diperkirakan karena ada teknik analisis yang bisa memprediksi pergerakan harga. Individu yang memiliki kemampuan menganalisis pergerakan harga ini adalah ahli yang bergerak di bidang pasar modal atau analis saham/obligasi yang bekerja di perusahaan sekuritas.

Jika kamu sudah menjadi nasabah perusahaan sekuritas, kamu bisa mendapatkan hasil riset harian mingguan maupun bulanan dari analis perusahaan sekuritas. Ketika kamu masih mau trading saham di saat pasar saham masih kurang kondusif, bimbingan dari mereka bisa diandalkan. Mereka akan merekomendasikan saham-saham mana yang layak dibeli dan bisa naik dalam waktu pendek sehingga kamu masih bisa dapat cuan.

Yang pasti, berinvestasi melalui instrumen pasar modal saat ini sudah lebih mudah dibandingkan puluhan tahun lalu. Aplikasi online trading memudahkan kita bertransaksi di mana saja, misalnya saja melalui aplikasi trading Valbury Online Trading.

Baca juga: Strategi Investasi Saat Reksadana Terus

So, jangan keburu patah semangat melihat kinerja investasimu yang ikut melemah diterpa kondisi pandemi. Ambil hikmahnya dan jadikan pengalaman berharga yang semakin menempa keahlian investasi saham.

 

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu