Rahasia Pengusaha Ngetop Bangkit Setelah Krisis

195
Pengusaha sukses

Wabah COVID-19 diperkirakan berlangsung cukup lama dan membuat pengusaha mulai ketar ketir. Pergerakan ekonomi memang bergerak dengan sangat lambat, dan sepertinya krisis ekonomi sudah di depan mata.

Kamu pasti tahu bahwa Indonesia beberapa kali pernah dihantam krisis ekonomi dan yang paling berat adalah krisis di tahun 1998. Nah, ternyata ada juga, lo, pengusaha yang bisa bertahan. Mereka bekerja keras untuk bangkit kembali dan memang tidak mudah.

Baca juga: Langkah Bijak Atur Investasi Saat Pandemi

Berikut ini beberapa pengusaha kelas kakap yang berhasil bertahan dari krisis ekonomi dan usahanya tetap kinclong sampai sekarang. Siapa tahu mereka bisa menginspirasi karena seperti kata pepatah, setiap kesulitan pasti ada jalan keluar.

Ir. Ciputra

Almarhum Ir. Ciputra merupakan konglomerat Indonesia yang pernah menceritakan bagaimana dia berjuang bisa bertahan dari krisis ekonomi tahun 1998.

Kondisi perusahaan Ciputra saat itu memang sangat berantakan. Tiga perusahaan besar yang dikelola mengalami kemunduran yang cukup signifikan. Selain itu mereka juga terlilit utang, tidak mampu membayar karyawan dan mengembalikan uang muka pelanggan.

Saking stresnya Ciputra mengaku sulit tidur pada malam hari dan pagi harinya bantalnya basah oleh keringat. Namun yang paling menyedihkan adalah melihat karyawannya menangis.

Ciputra akhirnya memutuskan untuk menyelesaikan semua masalah dengan jujur, termasuk menjelaskan kepada karyawan, bank, dan konsumennya tentang kondisi perusahaan.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Pelan tapi pasti kesulitan teratasi dan pada 2004 akhirnya Ciputra berhasil menyelesaikan utang piutangnya.

Sebelum meninggal, Ciputra yang sempat diwawancara oleh media Kompas ini menjelaskan bahwa rahasianya bisa bangkit dari krisis adalah tiga hal; integritas, profesionalisme, dan entrepreneurship. “Dari tiga itu, integritas yaitu kejujuran paling penting,” kata Ciputra.

Sandiaga Uno

Saat ini siapa, sih, yang tidak kenal Sandiaga Uno? Selain pernah berkompetisi di pemilihan presiden beberapa waktu yang lalu, Sandi — demikian dia disapa — ternyata pengusaha yang pernah merasakan pahitnya diterpa krisis moneter.

Sebelum tajir melintir seperti saat ini Sandi pernah bekerja di beberapa perusahaan asing, termasuk NTI Resources Ltd di Kanada sebagai Executive Vice President.

Sayangnya baru tiga tahun menjabat, badai krisis moneter pada 1998 menyebabkan NTI Resources Ltd bangkrut. Semua tabungan Sandi yang diinvestasikannya ke pasar modal juga rontok alias merugi.

Sandi kembali ke Indonesia dan dia tidak mampu menyewa rumah, sehingga tinggal dengan orang tuanya. Menyerah? Tentu saja tidak. Dia bangkit pelan namun asti. Jiwa pengusahanya muncul karena dia tidak ingin jadi pegawai lagi.

Baca juga: Tiga Blunder Fatal Investor Sukses yang Bisa Dipelajari

Usai krisis, Sandi dan temannya Edwin Soeryadjaya mendirikan sebuah perusahaan investasi bernama PT Saratoga Investama Sedaya. Bidang usahanya meliputi pertambangan, telekomunikasi, dan produk kehutanan.

Sandi juga membeli perusahaan yang “sakit” dan menyehatkannya kembali, kemudian menjualnya dengan harga tinggi. Saat ini Sandi masuk dalam jejeran pengusaha sukses. Dia berhasil mengubah badai krisis menjadi pundi-pundi keuntungan.

Lehman Brothers

Kalau bertahan di berbagai krisis, Lehman Brothers ahlinya. Maklum perusahaan ini berdiri pada 1844 alias sudah sangat lama malang melintang di Amerika Serikat. Padahal, semula Lehman Brothers ini cuma toko kelontong.

Seiring waktu, perusahaan yang dibesut Henry Lehman, seorang imigran Jerman, makin maju dan berubah dari penjualan komoditas menjadi perusahaan investasi pada 1906.

Tetapi jangan dipikir karena sudah lama berdiri Lehman Brothers ini amat  berpengalaman menghadapi krisis. Terbukti pada 2008 lalu perusahaan ini mengalami kebangkrutan.

Bahkan perusahaan ini dianggap biang keladi krisis ekonomi di Amerika Serikat karena kredit propertinya macet. Tidak tanggung-tanggung, kredit macet perusahaan ini melibatkan 7.000 lembaga di 40 negara!

Namun pada 2012, Lehman Brothers pelan-pelan bangkit dan mampu membayar utang yang jumlahnya cukup fantastis yakni hingga USD450 miliar.

Kok, bisa? Perusahaan ini konon melakukan restrukturisasi dan likuidasi asetnya.

Nicholas Tio dan Hendrik Tio

Kamu pernah dengar Bhinneka.com? Kalau kamu suka online shopping, nama ini pasti tidak asing lagi. Bhinneka.com merupakan e-commerce yang dimiliki PT Bhinneka Mentari Dimensi yang sudah ada di Indonesia sejak 1993.

Sebelumnya perusahaan ini bergerak di bidang distribusi dan penjualan produk-produk teknologi informasi sebagai inti bisnisnya, seperti PC Build Up dan PC Compatible, Peripherals, jaringan (Lan/Wan), solusi video editing hingga pusat servis.

Nah, saat krisis ekonomi pada 1998, bisnis perusahaan ini rontok dan hanya mampu menggaji 24 karyawan dari sebelumnya 129 karyawan. Kondisi krisis itulah yang membuat pendirinya Nicholas Tio dan Hendrik Tio banting setir ke usaha e-commerce di bawah panji Bhinneka.com.

Ngomong-ngomong, saat itu usaha e-commerce belum seheboh sekarang, namun Tio bersaudara optimis terutama karena terinspirasi e-commerce di luar negeri. Jadi jangan heran saat dimulai, para pegawainya buta sama sekali soal internet.

Setelah krisis, produk yang dijual di situs Bhinneka.com makin beragam, selain produk IT & office use (hardware, software & solution) yang menjadi citra kuat Bhinneka.com, ada produk home appliance & kitchen (peralatan & perlengkapan rumah & dapur), Toys & Baby Stuff, Health Care, Beauty & Fashion, Tools, and Music.

Baca juga: Jatuh Bangun Investor dan Pebisnis Sukses Dunia

Jadi jangan sampai krisis karena wabah COVID-19 ini membuat kamu putus asa. Selama masih ada tekad dan inovasi, apa pun bisa kamu lakukan.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu