Investasi Emas, Kian Berkilau di Tengah Pandemi

349
investasi emas

Bank of America Corp menaikkan target harga investasi emas dalam 18 bulan menjadi US$3.000 per troi ons, lebih tinggi daripada target sebelumnya US$2.000 per troi ons. Target tersebut tertulis dalam laporan berjudul “The Fed Can’t Print Gold”.

Baca juga: Resep Terhindar dari Investasi Emas Abal-Abal

Target harga emas ini direvisi setelah para pembuat kebijakan di seluruh dunia melepaskan stimulus fiskal dan moneter untuk menopang ekonomi karena wabah virus corona.

“Karena output ekonomi turun tajam, pengeluaran fiskal melonjak, dan neraca bank sentral berlipat ganda, mata uang berada di bawah tekanan,” jelas analis Michael Widmer dan Francisco Blanch dalam riset yang dikutip Bloomberg. Hal ini akan membuat investor mengincar investasi emas.

Lucky Bayu Purnomo, pendiri ORBIT, financial market trading signal, mengatakan dalam dua tahun terakhir harga emas menunjukkan kecenderungan kenaikan. Pada Jumat 15 Mei lalu harga emas ditutup di US$1730 per troi ons, namun setahun sebelumnya pada Mei 2019 berada di level US$1350 per troi ons dan dua tahun sebelumnya, Mei 2018, US$1250 per troi ons.

Transaksi lindung nilai

investasi emas

Lucky menetapkan target harga untuk jangka pendek di US$1815; jangka menengah di US$1875 sementara jangka panjang di US$2020 per troi ons.

“Untuk trading plan harga emas, potensial upside di US$2020 sementara stop loss US$1605 dan bottom line harga emas dunia di US$1480 per troi ons,” urainya.

Sentimen negatif terhadap pandemi Covid-19 yang dapat melemahkan GDP nasional dan global masih menjadi katalisator kenaikan harga emas. Selain itu karena merupakan instrumen yang cukup likuid untuk lindung nilai, emas akan tetap jadi pilihan trader untuk aktif bertransaksi dalam jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Sementara itu untuk emas fisik, Lucky memprediksi harga emas Antam akan naik ke Rp1.000.200 per gram dalam jangka pendek.

Senada dengan Lucky, Andika Wijaya analis emas berjangka mengatakan banyak analis memprediksi harga emas akan naik ke level US$1900 dalam tiga bulan ke depan. Wabah Covid-19 yang belum juga reda di seluruh dunia masih menjadi katalisator kenaikan karena akan melemahkan ekonomi global.

“Dalam waktu tiga bulan ke depan,¬†support¬†akan berada di US$1445-1560, sementara resisten di US$1800 – 1900,” ungkapnya.

Baca juga: Pakai Kartu Kredit untuk ‘Bermain’ Emas

Penahan sementara kenaikan emas adalah minat pelaku pasar yang besar ke dolar AS karena The Fed mengeluarkan paket stimulus tahap kedua sebesar $450 miliar untuk menghidupkan bisnis kecil dan rumah sakit yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Vaksin Covid-19 pengganjal kenaikan harga

Untuk ke depan, faktor pendukung kenaikan harga emas selain wabah Covid-19, adalah kemungkinan perang dagang AS – Cina berlanjut. Selain itu, The Fed diprediksi akan memangkas bunga acuan hingga negatif.

Pemilihan presiden AS di akhir tahun juga dapat ikut menentukan pergerakan harga emas dunia. Presiden petahana Donald Trump akan kembali bertarung dan menghadapi calon dari Demokrat, Joe Biden. Dua kandidat ini sama-sama kuat dukungan dari rakyat AS sehingga susah diprediksi siapa pemenangnya.

Seluruh pemimpin dunia mengharapkan adanya vaksin Covid-19 sebagai solusi pandemi. Jika ilmuwan sudah menemukan vaksin yang efektif maka kegiatan ekonomi bisa bergairah kembali dan GDP global akan pulih. Penemuan vaksin ini diyakini akan menurunkan harga emas dan pelaku pasar akan kembali ke aset yang lebih berisiko tinggi seperti saham.

Dalam kenyataannya, vaksin belum ada yang resmi diluncurkan dan diprediksi baru dirilis di akhir tahun 2021. Dalam jangka waktu hingga akhir tahun 2021, harga emas diperkirakan masih akan berkibar.

Saham Antam naik 49% untuk Investasi Emas

investasi emas

Kenaikan harga emas turut mendongkrak kenaikan harga saham produsen emas. Kendati pasar saham anjlok sejak mulainya pandemi,  namun khusus saham perusahaan tambang emas malah berkilauan.

Lucky merekomendasikan investor untuk mengoleksi saham perusahaan yang produknya memiliki harga acuan, seperti Antam yang kinerjanya bisa diukur dari pergerakan harga emas.

Harga emas fisik Antam di awal tahun di Rp762.000 per gram namun kini harga emas Antam di Rp919.000 per 16 Mei atau naik lebih  dari 20%.

Sejak 23 Maret lalu atau saat IHSG berada di titik terendah tahun ini akibat aksi jual masif karena kepanikan pelaku pasar, harga saham Antam telah naik 49% dari Rp348 menjadi Rp520 pada penutupan Jumat (15/5) kemarin.

Baca juga: Ini Dia Model Tabungan Emas yang Sedang Ngetren

Bagaimana, tertarik investasi emas di masa pandemi ini?

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu