Theresia Deka Putri: Antar Kopi Luwak Jantan ke Mancanegara

185
Theresia Deka Putri: Antar Kopi Luwak Jantan ke Mancanegara

Siapa, sih, yang tidak pernah minum kopi? Bahkan saat ini kopi sudah menjadi tren gaya hidup masyarakat, termasuk kawula mudanya. Belum sah acara nongkrong tanpa menikmati secangkir kopi.

Banyak pengusaha yang memutuskan mengembangkan minuman yang mengandung kafein ini untuk mengeruk rupiah. Salah satunya adalah Theresia Deka Putri.

Bedanya Putri – demikian akrab disapa– memulai usaha di bidang ini dari usia 16 tahun alias sangat muda.

Fokus pada kopi luwak

Saat itu Putri bekerja sebagai bagian marketing sebuah perusahaan yang menjual kopi dan teh ke warung-warung kecil di kawasan Jawa Timur. Meskipun usianya belum lagi kepala dua, dia sudah menjadi koordinator tim.

Menjajakan kopi dan teh kemudian menginspirasi dara kelahiran tahun 1987 ini untuk “serius” berbisnis kopi dengan modal sendiri. Putri bisa melihat prospek nan cerah di bidang yang satu ini karena kopi dan teh sepertinya laris manis untuk semua golongan.

Dengan mengeluarkan modal awal yang lumayan besar alias Rp200 juta, perempuan kelahiran Jawa Timur ini memulai usahanya pada tahun 2007. Modal itu berasal dari keuntungannya menjajakan kopi dan juga pinjaman dari pemilik warung yang dia kenal.

Berbekal modal tersebut Putri mengambil kopi dari supplier dan memproses kopi tersebut dengan cara menyangrai biji kopi dengan wajan kayu dan tanah liat. Setelah selesai, Putri kemudian menjualnya ke warung-warung. 

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Kalau sebelumnya dia menjual kopi dan teh dengan merek dan sudah punya langganan, maka Putri harus memulai dari nol untuk menjaring langganan dengan kopi produksinya yang belum memiliki merek. Untungnya jaringan warung yang dia miliki sangat membantu dalam hal pemasaran.

Meskipun masih muda, Putri ternyata cukup visioner. Dia mengincar penikmat kopi premium yang berkantong tebal sehingga memutuskan untuk fokus pada kopi luwak.

Lewat perusahaannya CV Karya Semesta, Putri melaju dengan tiga merek kopi andalan: Kopi Luwak Lanang, Kopi Lanang Landep, dan Kopi Gajah Hitam.

Ketiga merek kopi itu punya segmen masing-masing. 

Kopi Gajah Hitam misalnya sering dipilih oleh warung-warung kecil, sementara Kopi Luwak Lanang dan Kopi Luwak Landep menjadi pilihan penikmat kopi yang memiliki uang lebih banyak.

Kopi Luwak Lanang ini bisa didapatkan di supermarket, di kafe yang khusus menyajikan kopi luwak dan tentu saja online shop.

Luwak Lanang sejatinya adalah produk premium yang berasal dari fermentasi biji kopi yang dihasilkan oleh luwak jantan.

“Karena luwak jantan dapat mengeluarkan enzim jauh lebih kuat dari betinanya, maka aroma yang keluar adalah aroma khas,” kata Putri saat diwawancara sebuah acara di televisi swasta beberapa waktu lalu.

Sementara Kopi Lanang Landep berasal dari biji kopi berkeping tunggal dan Gajah Hitam berasal dari biji kopi berukuran besar.

Setelah melalui berbagai rintangan, pada tahun 2011 perusahaan Putri berhasil mencapai omzet Rp1 miliar dari penjualan tiga merek kopinya tersebut.

Harga kopi yang dijual Putri bervariasi, mulai dari Rp18 ribu hingga mencapai Rp1,2 juta. Tergantung beratnya dan sejauh mana kopi itu berkualitas premium.

Untuk memenuhi permintaan kopi yang mencapai puluhan ton setiap tahun, Putri bekerja sama dengan supplier kopi luwak dan mengembangkan kemitraan dengan beberapa petani kopi di Bondowoso serta Malang.

Kejeliannya mendiversifikasi produk dan timing yang tepat menyebabkan Putri sukses dengan usahanya.

Selain profit yang lumayan, Putri juga pernah meraih beberapa penghargaan, di antaranya penghargaan Wirausaha Muda 2012.

Rajin ikut pameran

Saat memulai usaha, Putri hanya ditemani beberapa orang rekannya, namun saat ini dia sudah memiliki lebih dari 15 orang karyawan. Keren, kan?

Dalam menjual produk kopinya, Putri ternyata menerapkan “strategi” relasi bisnis. Sementara untuk promosi produk, selain media sosial, dia juga aktif ikut dalam pameran.

Selain itu, Putri secara inovatif membuat kemasan menarik, sehingga mudah dilirik calon konsumen.

Keaktifan berpromosi itu mengerek produk kopi luwak besutannya menjadi lebih kondang lagi.

Hingga kini, merek dagang kopinya bisa ditemukan di Jakarta, Bali, dan Makasar sebagai pasar lokal.

Sedangkan pasar luar negeri, merek dagang kopinya sudah masuk ke Taiwan, Korea Selatan, Cina, Jepang, Thailand, Malaysia, Polandia, dan Inggris.

Meskipun sukses seperti sekarang ini, Putri juga pernah mengalami keterpurukan. Dia ditipu sehingga merugi ratusan juta. Namun dia bangkit kembali.

Prinsip hidup perempuan yang pernah mengenyam pendidikan manajemen ini adalah meskipun tidak bisa mengendalikan angin, tetapi manusia bisa mengarahkan layar.

Terbukti meskipun usaha kopi Luwak Lanangnya sudah maju, Putri masih mau mengembangkan produk lain yaitu teh.  Teh yang dibesut dengan merek Gambung Tea ini diharap Putri bisa mengikuti kesuksesan kopinya.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu