Dokter Tirta Hudhi, Aktivis Kemanusiaan dan Pebisnis Sukses

149
dr. tirta

Di awal masa pandemi Covid-19 ini ada sosok dokter muda yang menonjol dalam pemberitaan di media sosial. Dia adalah dr. Tirta Mandira Hudhi. Pria dengan rambut dicat warna-warni ini sibuk menggalang dana dari masyarakat untuk dibelikan Alat Perlindungan Diri (APD) bagi tenaga medis, masker dan disinfektan, juga bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak ekonominya karena wabah ini.

Baca juga: Theresia Deka Putri dan Kopi Luwak

Ia prihatin karena APD yang seharusnya digunakan oleh para tim medis ternyata saat itu sulit didapatkan. Bahkan dalam beberapa kesempatan di podcast maupun video live streaming  di sosial media, ia keras sekali meminta agar masyarakat peduli terhadap kondisi ini, termasuk para penimbun dan reseller APD yang mencoba mencari keuntungan pribadi di balik musibah Covid-19.

Dokter pengusaha

Di balik profesinya sebagai dokter, Tirta ternyata juga seorang pengusaha sukses. Ia merupakan pemilik usaha Shoes and Care, layanan perawatan dan cuci sepatu premium. 

Bisnis ini ia rintis sejak masih kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM). Hobinya mencuci sepatu di emperan kos-kosan saat masih ngekos di dekat kampus menarik perhatian penghuni kos yang lain. Setelah bersih, ia memajang sepatunya di depan kamar kos.

Tirta membeli sebotol sabun khusus sepatu buatan Amerika Serikat yang hasilnya membuat sepatu seperti baru kembali. Teman-teman mahasiswa kedokteran yang juga ngekos di situ mempercayakan sepatu mereka untuk dicuci dengan bayaran ala kadarnya. Setelah puliang kuliah jam tiga sore, Tirta memulai rutinitasnya membersihkan sepatu pesanan klien-kliennya, kemudian lanjut belajar di malam harinya.

Dari hasil bisnis kecil-kecilannya ini, Tirta bisa membeli buku-buku kedokteran untuk menunjang kuliahnya tanpa menyusahkan orang tua.

Dia pun membaca hal ini sebagai peluang usaha untuk membantu keuangan dirinya yang saat itu sebagai anak kos sedang serba kekurangan. Ia memutuskan untuk menyewa sebuah kamar di tempat kos untuk dijadikan tempat usaha pada tahun 2013.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Lewat media sosial Instagram dan Twitter, Tirta mempromosikan usahanya. Pesanan bertambah banyak karena pelanggan dari luar Yogyakarta mengetahui usahanya ini dan tertarik dengan video demonstrasi Tirta membersihkan sepatu.

Tirta memutuskan untuk mengunggah video proses pencucian dan perawatan sepatu pelanggannya ke media sosial. Ia tidak takut rahasia dapur terbongkar atau disalip oleh kompetitor, justru dengan langkah ini Tirta berusaha mengedukasi pelanggan tentang bisnis yang dijalankannya, proses perawatan sepatu, sampai bahan apa yang digunakan.

Usahanya ini tidak sia-sia. Popularitas bisnisnya yang bisa diakses lewat kanal digital ini membuat Tirta dikontak oleh pelanggan dari luar kota, bahkan dari luar negeri seperti Singapura dan Australia. Bahkan, bisnis yang dijalankan Tirta mendapatkan rekomendasi dari sebuah perusahaan di Italia untuk rujukan perawatan sepatu di Asia Tenggara

Baca juga: Tanihub, Startup yang Membantu Petani

Melihat minat yang besar dari pelanggan, Tirta memutuskan untuk membuka outlet pertama dengan modal Rp25 juta dari kawan ayahnya. Ia membuka outlet kecil di Alun-Alun Kidul Yogyakarta. 

Target pasar

Shoes and Care melayani jasa pembersihan, pewarnaan ulang, unyellowing (menghilangkan warna kuning di sepatu akibat oksidasi), dan reparasi sepatu. Shoes and Care juga menawarkan program khusus bagi para wanita, namanya Just For Her. Treatment ini khusus melayani sepatu wanita seperti flat shoeswedges, atau high heels. Selain sepatu, Shoes and Care kini juga melayani produk tas dan topi.

Untuk pelanggan wanita, Shoes and Care membuat promo Female Friday. Tiap hari Jumat, konsumen wanita mendapatkan promo khusus hanya membayar satu pasang sepatu untuk dua pasang sepatu yang dibersihkan. Strategi pemasaran Shoes and Care adalah menjaga komunikasi yang baik dengan konsumen lewat internet baik lewat website, Instagram, hingga Facebook.

Omzet miliaran rupiah

dr. tirta

Nama Shoes and Care makin terkenal dan Tirta berusaha membuatnya tetap eksis di tengah persaingan bisnis sejenis. Ia memperkokoh brand dengan mengadakan kerja sama bersama sejumlah radio untuk membuat Shoes and Care tetap bergaung di tengah menjamurnya bisnis sejenis.

Dia pun aktif melakukan ‘jemput bola’ dengan membuka booth di beberapa event, seperti Urban Gigs di Bandung dan Exposure Market di Yogyakarta.

Setelah berjalan selama tiga tahun lebih Shoes and Care bisa meraup omzet dua hingga tiga miliar rupiah per tahun. Dari catatan mereka, Shoes and Care telah merawat 700 ribu pasang sepatu dan tas.

Saat ini Shoes and Care telah memiliki 53 workshop yang tersebar di berbagai kota di Indonesia seperti  Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Solo, Semarang, Purwokerto, Surabaya, Samarinda, Bekasi, Depok, Bogor, Medan, Batam dan Palembang.

Rencana bisnis ke depan, Tirta mengungkapkan akan mengembangkan produk pembersih sepatu buatan sendiri. Berkat bantuan temannya, dia mampu meracik sendiri separuh dari produk pembersihnya yang kemudian diberi merek Androws.

Baca juga: Helmi Rakhman dan Bisnis Angkringan

“Khusus Androws, saya sebagai investor, teman saya yang menjalankan. Nah, gara-gara Androws ini juga kami akhirnya diundang ikut event pameran Jasa Cuci se-Asia Tenggara di Singapura,” ujar Tirta dikutip dari swa.co.id.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu