Strategi Keuangan Lengkap Menghadapi New Normal

194
new normal

Di tengah hantaman pandemi Covid-19 saat new normal, perekonomian ikut terseret dalam keterpurukan. Banyak usaha dan bisnis terpaksa gulung tikar dan tidak sedikit orang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Mengutip data yang dilansir oleh Kamar Dagang Indonesia (KADIN), kurang lebih sekitar 6 juta pekerja telah dirumahkan (unpaid leave) ataupun terkena PHK akibat keuangan perusahaan terguncang pandemi Covid-19.

Situasi ini jelas bukan hal mudah bagi semua orang. Terlebih, pandemi Covid-19 diperkirakan belum akan berakhir dalam waktu dekat. Hasil studi yang dirilis oleh Harvard University menyebutkan, apabila belum ada vaksin atau obat spesifik yang mampu menyembuhkan infeksi Covid-19, social distancing tetap diperlukan hingga tahun 2022 (Kompas, April 2020). Yang jadi masalah, pemberlakuan social distancing dalam waktu lama sudah pasti menghancurkan perekonomian. Roda ekonomi masyarakat tidak sanggup berputar apabila semua orang berdiam di rumah terus menerus. Tidak mengherankan bila akhirnya wacana New Normal semakin mengemuka belakangan. New Normal berarti setiap orang diminta kembali aktif berkegiatan seperti semula namun dituntut juga untuk menerapkan adaptasi terhadap ancaman virus Covid-19.

Baca juga: Pilihan Asuransi Kesehatan Saat Normal Baru

Pemulihan ekonomi memakan waktu lama

new normal

Babak New Normal diberlakukan melalui pelonggaran aturan physical distancing yang sudah dijalankan kurang lebih tiga bulan di Indonesia. Konsekuensinya, perusahaan-perusahaan kemungkinan memberlakukan lagi work from office seiring pelonggaran kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun, tetap dengan penerapan protokol Covid-19 secara ketat sesuai aturan. Begitu juga kegiatan di tempat ibadah bahkan sekolah. Pendek kata, setiap orang dituntut mampu hidup berdampingan dengan ancaman virus yang penularannya eksponensial seperti Covid-19.

Bentuk kewaspadaan ada banyak. Mulai dari lebih disiplin menjaga higinietas tubuh dan lingkungan seperti rajin cuci tangan, memakai masker saat beraktivitas di ruang publik, juga tetap menerapkan social distancing dalam berbagai aktivitas. Selain perihal kesehatan tubuh, menghadapi fase normal baru juga membutuhkan kewaspadaan menjaga kesehatan finansial. Ini tidak terlepas dari perkiraan bahwa pemulihan ekonomi akan membutuhkan waktu lebih lama kendati kelak vaksin telah berhasil diciptakan.

Senior Economist World Bank Ralph Van Doorn memperkirakan perekonomian RI tumbuh 0% tahun ini akibat terjangan virus corona. Perhitungan World Bank, Indonesia membutuhkan waktu kurang lebih lima tahun untuk bisa memulihkan perekonomian dari terjangan pandemi corona tahun ini. Itu karena perekonomian global juga terdampak besar. Sedikitnya 215 negara di seluruh dunia yang terkena badai corona ikut menderita keterpurukan ekonomi. Cina, misalnya, pertumbuhan ekonominya diprediksi menurun menjadi 6%. Hal itu berakibat fatal bagi perekonomian dunia karena Tiongkok berkontribusi 18% terhadap produk domestik bruto (PDB) dunia (Katadata, 3 Juni 2020).

Penjelasan para pakar ekonomi tersebut bisa menjadi gambaran bahwa situasi kerentanan ekonomi akibat pandemi bakal berlangsung cukup lama. Untuk memastikan daya tahan finansial kamu cukup kuat melewati badai yang diprediksi berlangsung lama, perlu strategi khusus dalam pengelolaan keuangan pribadi. Tak lain supaya kesehatan finansial kamu terus terjaga. Nah, apa saja strategi yang penting diterapkan menghadapi Normal baru pandemi corona? Berikut ini strategi lengkap yang dapat kamu terapkan:

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

1. Berhemat

Kamu patut bersyukur bila sejauh ini masih merasakan keamanan finansial dengan status sebagai karyawan bergaji tetap. Berdoalah yang banyak agar perusahaan tempat kamu bernaung mampu bertahan menghadapi badai pandemi ini. Kendati demikian, akan lebih bijak bila kamu menyesuaikan keuangan pribadi dengan kondisi krisis saat ini dengan menerapkan gaya hidup hemat. Pasalnya, tidak ada yang tahu bakal seberapa dalam pandemi corona ini bakal menghantam perekonomian. Bisa saja usaha atau bisnis yang saat ini masih bertahan, dalam hitungan bulan ke depan kehabisan nafas karena pemburukan ekonomi.

Baca juga: Tips Berhemat Era Normal Baru

Supaya hal-hal buruk di depan sana dapat kamu antisipasi, menerapkan gaya hidup hemat dengan penyesuaian pengeluaran adalah hal bijak yang perlu ditempuh. Caranya bagaimana? Mulailah menyortir pos-pos pengeluaran yang kurang penting dan sifatnya bisa ditunda. Seperti belanja aksesori kendaraan pribadi, belanja hiasan dinding rumah, dan sejenisnya. Biasakan fokus hanya pada kebutuhan dasar yang sifatnya wajib dan tidak bisa ditunda saja. Misalnya kebutuhan dapur, uang sekolah anak, pembayaran premi asuransi, pembayaran pajak, juga biaya-biaya rutin seperti listrik, air, internet, dan lain sebagainya.

2. Perkuat dana darurat

Dalam situasi penuh ketidakpastian, cash is the king. Fase New Normal mungkin memang mengembalikan rutinitas kamu kembali bekerja dari kantor. Namun, sebenarnya situasi yang kita hadapi masih belum “normal” dengan ketidakpastian tinggi. Sebagai langkah antisipasi utama, perkuat dana darurat kamu sebagai “buffer” atau penahan guncangan pertama ketika terjadi turbulensi finansial di depan.

Bila dalam kondisi normal mungkin kebutuhan dana darurat kamu hanya sebesar tiga atau enam bulan nilai pengeluaran bulanan. Tapi, dalam kondisi New Normal, sebaiknya tambah lagi saldo dana darurat minimal hingga setara nilai 12 kali pengeluaran bulanan. Bagi penempatannya secara merata di instrumen yang mudah dicairkan. Misalnya, dengan menerapkan persentase 50% dana darurat ditempatkan di deposito bank, 30% berupa reksa dana pasar uang, lalu 10% ditempatkan dalam bentuk emas logam mulia dan 10% kas tunai.

3. Susun ulang pengaturan anggaran

Seiring fase normal baru di mana keharusan social distancing tetap harus dijalankan, pengaturan pos keuangan juga perlu penyesuaian. Misalnya, pos anggaran untuk makan di restoran di mal yang ramai, dapat kamu geser sementara menjadi anggaran untuk pengeluaran seputar healthcare. Contohnya pembelian vitamin, buah dan sayur segar, face shield, masker, disinfektan, dan lain sebagainya.

Begitu juga pos-pos lain yang kurang mendesak di tengah situasi prihatin pandemi Covid-19, seperti pos liburan singkat staycation, pos pengeluaran hobi seperti membeli tas branded, dan sebagainya. Atur ulang pengelolaan keuangan pribadi sesuai dengan kebutuhan fase baru ini.

4. Lanjut investasi rutin

Kinerja produk-produk investasi di pasar modal alias paper investment memang terpuruk sejak pandemi corona menerpa seluruh dunia. Keterpurukan ekonomi juga diprediksi masih akan berlangsung cukup lama kendati mungkin vaksin Covid-19 berhasil diciptakan. Meski demikian, jangan putus harapan. Bila kamu masih memiliki rencana keuangan jangka panjang di mana target pemakaian dana masih di atas 5 tahun, lanjutkan saja berinvestasi rutin. Itu dengan asumsi dalam 5 tahun, situasi porak poranda akibat pandemi ini akan membaik.

Manfaatkan harga-harga aset pasar modal yang tengah terdiskon saat ini dengan memperbanyak posisi. Ingat, itu untuk mendukung rencana keuangan di masa depan. Tetap tenang dan fokus dengan rencana kamu.

5. Lengkapi asuransi jiwa dan asuransi kesehatan

Berdampingan dengan virus Covid-19 menuntut kamu lebih berhati-hati menjaga diri dan keluarga. Selain berikhtiar secara berkelanjutan dengan menerapkan protokol kesehatan, sebaiknya kamu juga meningkatkan perlindungan keuangan pribadi dari risiko-risiko yang mungkin timbul akibat wabah penyakit ini. Caranya, cek kelengkapan asuransi kamu.

Bila kamu belum memiliki asuransi jiwa dan asuransi kesehatan, mulailah untuk melengkapinya sesuai kemampuan. Sementara itu, bila kamu kini sudah mempunyai asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan, sebaiknya cek lagi apakah masih cukup memadai untuk melindungi risiko finansial? Selain itu, pastikan juga asuransi jiwa dan asuransi kesehatan tersebut melindungi kamu dari kerugian akibat terjadinya sakit atau kematian karena Covid-19.

6. Ciptakan ketahanan pangan di rumah

Walau New Normal diberlakukan, kamu perlu ingat bahwa social distancing tetap harus berjalan. Misalnya, saat kamu berada di ruang publik atau kendaraan umum. Social distancing juga berarti kamu lebih baik mengurangi berada di tempat-tempat yang ramai orang seperti pasar atau supermarket. Manfaatkan aplikasi belanja online untuk berbelanja kebutuhan dapur sehingga kamu tidak perlu sering-sering pergi ke pasar atau hipermarket untuk grocery shopping.

Cara lain untuk mendukung ikhtiar social distancing ini adalah dengan memulai gaya hidup subsisten atau mencukupi diri sendiri dengan apa yang ada di rumah. Mulai dari yang kamu bisa misalnya dengan menanam sayur-sayuran atau buah di rumah. Mulai menanam rempah dan rimpang yang bisa kamu manfaatkan untuk mendukung imunitas tubuh. Saat ini sudah sangat banyak ilmu bercocok tanam gratis yang bisa kamu pelajari, melalui Youtube, misalnya. Metode bercocok tanam juga banyak pilihannya tak terbatas kepemilikan lahan atau tanah. Bila lahan kamu sempit, kamu bisa mencoba bercocok tanam dengan metode hidroponik, misalnya.

Baca juga: Normal baru dan Harus Ngantor Lagi? Lakukan Ini Biar Semangat!

7. Jangan menambah utang saat new normal

Hindari menambah utang di tengah ketidakpastian ekonomi di masa normal baru ini. Bila kamu saat ini sudah memiliki cicilan utang, lebih baik fokus saja untuk memenuhi kewajiban membayar itu dengan pendapatan yang ada. Pastikan beban cicilan utang yang harus kamu bayarkan setiap bulan tidak memakan lebih dari 30% pendapatan.

Nah, apabila beban cicilan kamu rasakan mulai terasa berat karena ada permasalahan arus kas akibat pandemi Covid-19, kamu bisa menimbang untuk mengajukan relaksasi kredit ke kreditur yaitu bank atau leasing.

Jangan menambah utang atau cicilan baru, walaupun itu sekadar cicilan 0% melalui kartu kredit. Batasi kewajiban hanya pada utang atau cicilan yang sudah berjalan saja.

8. Disiplin jalankan protokol Covid-19

new normal

Walau dalam fase New Normal, social distancing kemungkinan akan lebih longgar, jangan sampai itu membuat kamu lengah. Ancaman infeksi virus Covid-19 masih sangat berbahaya dan berakibat fatal. Jadi, selain lebih cermat dan disiplin mengelola keuangan pribadi, pastikan kamu tetap mematuhi protokol penjagaan kesehatan dan higienitas melawan serangan Covid-19.

Perkuat imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan alami dan bergizi tinggi. Jaga pula higienitas tubuh dan lingkungan dengan rajin mencuci tangan, menghindari menyentuh area wajah, memakai masker terutama bila di ruang publik, menerapkan physical distancing dengan jarak minimal 1 meter dengan orang asing, hindari mendatangi episentrum virus seperti rumah sakit. Bila kamu sakit, manfaatkan dulu untuk berkonsultasi secara online. Namun, bila sangat terpaksa harus datang ke rumah sakit, cari cara paling aman agar tidak perlu berada terlalu lama dalam kerumunan.

Dengan menerapkan 8 strategi keuangan lengkap di atas, kamu dapat memastikan keuangan pribadi agar selalu sehat dan stabil dalam menghadapi pandemi dan memasuki masa New Normal. Bukan hal yang susah untuk diterapkan, bukan? Yuk, semangat!

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu