Gaji UMR Bukan Alasan Tidak Berinvestasi, Ini Langkah-Langkahnya

259
investasi gaji UMR

Berinvestasi merupakan kegiatan menyisihkan sebagian dana yang kita miliki untuk dikembangkan melalui berbagai instrumen investasi di mana dananya akan kita manfaatkan di masa depan. Selama ini yang ada di benak kita investasi gaji UMR tidak bisa dilakukan.

Baca juga: Produk Investasi yang Bisa Memberikan Gaji Untukmu

Namun sebenarnya pegawai dengan gaji Upah Minimum Regional (UMR) bisa menyisihkan penghasilan bulanannya untuk berinvestasi. Kenapa? Karena sekarang instrumen investasi bisa dibeli dengan nominal sangat kecil, terlebih dengan bantuan teknologi terkini.

Pada November tahun lalu sejumlah daerah menetapkan Upah Minimum Provinsi dan Kabupaten/Kota. Dari daftar UMP dan UMK disebutkan UMP di DKI Jakarta untuk tahun 2020 sebesar Rp 4.267.349 sedangkan di Bekasi dan Karawang menetapkan UMK lebih tinggi dari Jakarta yaitu di kisaran Rp4,5 juta, Tangerang Rp4,1 juta, dan Depok Rp4,2 juta.

Untuk artikel ini kita mengambil sampel UMP DKI Jakarta yaitu Rp4,26 juta. Sebelum mulai berinvestasi kamu bisa menghitung dulu pengeluaran per bulan. Dari sini kamu bisa melihat pos pengeluaran yang dapat dihemat dan bisa digunakan untuk investasi gaji UMR.

Biaya tempat tinggal

investasi gaji UMR

Di Jakarta masih ada tempat kos yang biaya sewa per bulannya Rp700.000. Namun untuk yang tinggal di rumah orang tua, biaya tempat tinggal tidak akan dihitung. Bedanya, jika kamu tinggal di luar Jakarta pengeluaran akan ditambah ongkos transportasi. Misalnya menambah biaya bahan bakar minyak per hari jika kamu mengendarai sepeda motor ke kantor.

Untuk yang mencicil rumah KPR subsidi biaya tempat tinggal bisa dimasukkan dalam utang, di mana ketentuannya tidak boleh melebihi 30% dari pendapatan bulanan. Saat ini cicilan KPR subsidi paling rendah Rp1 juta per bulan untuk tenor 20 tahun.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Mohammad B. Teguh Financial Expert & Advisor Halofina mengatakan pengeluaran ideal bulanan sebesar 30% penghasilan untuk bayar utang. Pengeluaran Rp1 juta per bulan untuk KPR dengan gaji Rp4,2 juta sudah ideal karena cicilan KPR ini di bawah 30% dari gaji bulanan.

Jika kamu kos dengan pengeluaran sewa kos Rp700.000 per bulan, gaji kamu masih tersisa Rp3,5 juta. Sementara itu, bagi yang sudah memiliki rumah KPR subsidi, masih memiliki sisa dana Rp3,2 juta. Biaya ini akan dikurangi lagi dengan biaya lain seperti biaya makan, biaya transportasi dll.

Biaya makan

Harga satu piring nasi dengan lauk sederhana di warung nasi sekitar Rp15 ribu. Jika makan 3 kali sehari berarti kamu menghabiskan uang Rp45 ribu sehingga dalam sebulan pengeluaran mencapai Rp1.350.000.

Ada yang berpendapat pengeluaran sebesar itu sudah minim namun ada juga yang berpendapat pengeluaran sebesar itu masih bisa ditekan, yaitu dengan masak sendiri di rumah.

Teguh menyebutkan sebenarnya bukan karena gaji minim maka harus berhemat. Terminologi yang tepat adalah mengonsumsi sesuai dengan kemampuan kita. “Kalau mampu banyak, ya, silakan. Kalau kemampuan terbatas, masak di rumah itu termasuk mewah, lo, dan bisa lebih hemat,” ujarnya.

Baca juga: Cara Cerdas Mengelola Gaji Anti Boros

Uang belanja Rp150 ribu hingga Rp200 ribu cukup untuk masak makanan selama satu minggu, bahkan untuk makan berdua bagi mereka yang sudah menikah. Uang sebesar itu cukup untuk belanja bahan-bahan yang murah seperti telur, tahu, tempe dan sayur-sayuran.

Biaya transportasi

Untuk pekerja yang tinggal di sekitar Jakarta, pilihan kereta commuter line merupakan pilihan tepat karena tiketnya yang murah. Sebagai ilustrasi pegawai dari Stasiun Depok dan turun di Stasiun Sudirman hanya dikenai tarif Rp4000. Dengan asumsi dari Stasiun Sudirman ke tempat kerja masih butuh satu kali naik bus Transjakarta maka ada pengeluaran lagi Rp3500.

Untuk kamu yang dari rumah ke stasiun keberangkatan mengendarai sepeda motor tentu akan menitipkannya di parkiran sekitar stasiun dan akan mengeluarkan ongkos parkir Rp5.000- Rp8.000 per hari. Ongkos parkir akan ditambah ke biaya transportasi sehingga dalam sehari biaya transportasi sebesar Rp20 ribu sampai Rp23 ribu lalu dikali 22 hari kerja dalam sebulan, hasilnya Rp500 ribu.

“Kalau tidak mampu cicil mobil lebih baik naik transportasi umum karena kalau tidak sanggup mencicil maka akan terjerat utang dan disita mobilnya,” ucap Teguh. Lebih lanjut ia mengatakan saat ini commuter line sudah nyaman dengan frekuensi perjalanan yang banyak sehingga bisa diandalkan.

Namun demikian, perhitungan ini bisa berubah karena dalam kondisi tertentu. Misalnya karena tiba di stasiun tujuan sudah mepet dengan jam masuk kantor, karyawan tersebut memilih ojek online. Ongkos transportasi pun akan membesar karena satu trip ojek online minimal Rp10 ribu sehingga pengeluaran transportasi menjadi Rp30 ribu dalam sehari.

Biaya gaya hidup

investasi gaji UMR

Dalam sebulan ada kebutuhan untuk biaya pulsa, jalan-jalan atau nongkrong di kafe,  atau biaya gaya hidup. Teguh menyarankan biaya hidup tidak boleh lebih dari 10% dari gaji. Dengan asumsi 10% gaji UMP yaitu Rp400 ribu, tentu cukup untuk keperluan gaya hidup.

Jika ditotal biaya hidup dari biaya tempat tinggal, makan, transportasi dan gaya hidup = Rp1.000.000 + 1.350.000+500.000 +400.000, maka didapat angka Rp3.250.000. Dikurangi gaji UMP Rp4,26 juta masih ada dana sisa Rp1 juta.

Tentu perhitungan di atas relatif karena ada juga pengeluaran tak terduga dan juga faktor kedisiplinan dari karyawan. Bisa saja karyawan ini tergoda untuk menghabiskan biaya lebih untuk gaya hidup karena diajak teman-temannya sehingga sisa dana bulanan berkurang sehingga tersisa, misalnya Rp300 ribu. Dengan dana sebesar ini instrumen investasi apa yang bisa didapat?

Investasi gaji UMR dengan Reksa Dana

Teguh mengatakan saat ini reksa dana bisa dibeli dengan harga Rp100 ribu bahkan lewat platform online menawarkan reksa dana dengan harga Rp10 ribu.

Menabung Saham

Bisa juga dana dimasukkan program Menabung Saham karena dengan nominal Rp100 ribu kamu sudah bisa membeli 1 lot saham walau saham yang dipilih dengan nilai tersebut bukan saham unggulan atau bluechip.

Dengan menabung saham secara rutin per bulan jumlah lot saham yang kamu miliki akan semakin banyak. Selain kenaikan harga saham, kamu juga akan mendapat keuntungan dari dividen yang dibagikan perusahaan.

Tabungan Emas

Pegadaian mengeluarkan produk tabungan emas di mana penabung bisa menyimpan dana di Pegadaian hingga dananya cukup untuk ditukarkan dengan emas batangan. Investor menyetor uang mulai dari nominal Rp5.000 saja sebagaimana menabung di bank dan setoran tabungan itu akan langsung dikonversi dengan emas sesuai dengan harga emas saat itu juga.

Baca juga: Mengenal Karu Prakerja, dan Manfaatnya

Nah, dengan perhitungan di atas, tentu kamu yang punya gaji standar UMP tidak bisa lagi ngeles tidak investasi gaji UMR, ya. Ayo mulai berinvestasi sejak sekarang!

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu