Keuntungan Punya Unit Link, Kamu Bisa Ajukan Cuti Premi Saat Pandemi

208
unit link

Pandemi COVID-19 telah membuat banyak orang kehilangan sumber pendapatan. Pembayaran premi asuransi pun berpotensi terganggu. Untungnya, ada fitur cuti premi yang bisa dimanfaatkan oleh nasabah unit link. Ketimbang menunggak pembayaran premi sebaiknya nasabah mengajukan cuti premi hingga kondisi finansialnya pulih.

Kamu bisa mengajukan fasilitas cuti premi jika nilai tunai mencukupi. Dana tunai tersebut akan dipotong untuk membayar premi tiap bulan. Namun kamu harus jeli dalam memanfaatkan cuti premi. Jangan sampai dana tunai terpotong hingga habis dan berakibat pada penutupan polis.

Hanya ada di unit link

Tidak semua produk asuransi memiliki fasilitas cuti premi. Fitur tersebut hanya bisa dinikmati oleh nasabah . Sedangkan asuransi tradisional tidak menyediakan cuti premi.

Nasabah unit link setiap bulan membayar premi yang dananya akan dibagi dua yakni biaya asuransi dan investasi. Biaya asuransi berfungsi untuk memproteksi nasabah. Sedangkan dana investasi akan dikembangkan dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan nasabah di masa depan.

Idealnya dana investasi tidak diambil oleh nasabah hingga masa kontrak berakhir. Namun jika diperlukan, nasabah bisa mengambil dana tersebut termasuk untuk kebutuhan cuti premi sesuai ketentuan perusahaan asuransi. Dengan cuti premi, nasabah tidak perlu membayar premi, namun manfaat asuransi tetap berlaku.

Baca juga: Jangan Jor-Joran, Ini Strategi Hemat Pengeluaran Saat Pandemi

Sedangkan nasabah asuransi tradisional atau asuransi murni membayar premi yang keseluruhannya untuk biaya asuransi. Dengan demikian, tidak ada dana tunai yang bisa dimanfaatkan untuk membiayai cuti premi.

Kapan perlu cuti premi?

unit link

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Cuti premi sebaiknya diajukan hanya dalam kondisi darurat ketika kamu terpaksa menghadapi risiko finansial hingga tidak mampu membayar premi. Tapi jika kamu masih memiliki kemampuan untuk membayar premi sebaiknya tetap membayar premi secara rutin setiap bulan.

Ketika berhadapan dengan risiko finansial, cuti premi bisa membantu meringankan beban kamu. Kamu bisa libur membayar premi selama beberapa bulan hingga kondisi finansial pulih dan kembali memiliki kemampuan untuk membayar premi.

Di sisi lain, ada juga nasabah yang dari awal membeli unit link sudah merencanakan cuti premi. Dalam hal ini, nasabah memang berniat menggunakan dana investasi yang telah terkumpul untuk membiayai pembayaran premi di masa depan.

Misalnya, nasabah akan membayar premi secara rutin selama 10 tahun. Kemudian dia mengajukan cuti premi selama 10 tahun berikutnya. Dengan demikian, nasabah akan mendapatkan perlindungan asuransi selama 20 tahun. Cuti premi bisa dilakukan selama dana tunai masih mencukupi.

Persyaratan cuti premi

Setiap perusahaan asuransi memiliki ketentuan cuti premi yang berbeda-beda. Yang pasti, nasabah hanya boleh mengajukan cuti premi ketika polis masih berstatus aktif dan memiliki nilai tunai yang cukup untuk membiayai pembayaran premi dalam periode waktu yang diinginkan.

Baca juga: New Normal, Sektor Ekonomi Ini Mulai Menggeliat

Perusahaan asuransi biasanya juga menetapkan kapan nasabah bisa memanfaatkan cuti premi misalnya setelah dua tahun atau lima tahun sejak polis dikeluarkan. Informasi cuti premi tersebut biasanya diberikan oleh agen asuransi sejak awal nasabah membeli polis. Kamu juga bisa menghubungi perusahaan asuransi jika diperlukan informasi tambahan untuk pengajuan cuti premi.

Cara ajukan cuti premi

Pengajuan cuti premi dapat dilakukan satu bulan sebelum tanggal jatuh tempo premi bulan berikutnya. Kamu dapat melakukan pengajuan permohonan cuti premi lewat agen asuransi atau website perusahaan asuransi.

Perusahaan asuransi akan menyediakan formulir pengajuan cuti premi yang harus diisi. Isi formulir secara lengkap. Tentukan kapan cuti premi akan dimulai dan diakhiri. Untuk bagian tanda tangan tidak boleh diwakilkan kepada orang lain tapi harus dilakukan oleh pemegang polis sendiri.

Dokumen yang harus disertakan sebagai lampiran di antaranya fotokopi KTP atau passport yang masih berlaku. Formulir yang telah diisi beserta lampirannya dalam bentuk digital harus diunggah ke website perusahaan asuransi. Ada juga perusahaan asuransi yang mengharuskan pengiriman formulir dalam bentuk cetak ke kantor perusahaan asuransi.

Selanjutnya pengajuan cuti premi akan diproses oleh perusahaan asuransi. Jika persyaratan lengkap, cuti premi akan langsung disetujui. Lalu kamu bisa libur membayar premi sesuai permohonan yang diajukan.

Hindari polis lapse

unit link

Cuti premi akan menyebabkan dana tunai kamu terus berkurang karena dipotong untuk membayar premi. Lama kelamaan dana tunai tersebut akan habis. Jika tidak tersedia nilai tunai lagi di unit link kamu, maka akan terjadi polis lapse. Polis kamu akan ditutup. Risiko polis lapse ini harus dipahami dari awal sebelum kamu mengajukan cuti premi.

Jika polis sudah lapse, maka kamu harus mengajukan polis dan memulai dari awal lagi. Kamu harus melewati proses underwriting ulang. Dengan bertambahnya usia dan risiko kesehatan kemungkinan ada tambahan premi yang harus dibayarkan.

Setelah polis baru diterbitkan, kamu juga harus melewati masa tunggu sebelum bisa mendapatkan manfaat asuransi. Ini tentu saja sangat merugikan.

Selain itu, jangan lupa tujuan awal membeli unit link. Jika selain mendapatkan proteksi, kamu juga memiliki rencana keuangan dengan dana investasi, maka peluang kamu untuk mengembangkan dana akan terganggu karena cuti premi.

Baca juga: Pilah Pilih Investasi di New Normal, Mana yang Maksimal?

Bisa jadi kamu kehilangan kesempatan atau momentum saat nilai investasi sedang tumbuh tinggi. Jika harus memulai polis baru, maka kamu harus memulai investasinya dari nol lagi.

Setelah membaca ulasan di atas, kamu diharapkan bisa mengetahui fasilitas cuti premi unit link dan segala risikonya. Jika memang diperlukan, ajukan cuti premi dengan jangka waktu yang terukur untuk menghindari kerugian. Jadi beban finansial kamu sedikit berkurang tapi tetap terlindungi produk asuransi.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu