Begini Optimalkan Dana dari Relaksasi Kredit

206
relaksasi kredit

Relaksasi kredit diberikan oleh banyak lembaga keuangan bagi debitur yang kesulitan mencicil selama masa pandemi Covid-19 ini. Debitur diperbolehkan menangguhkan cicilannya atau libur cicilan selama 6 bulan hingga satu tahun ke depan.

Baca juga: Kredit Ringan, Mobil Impian di Dapat

Hal ini merupakan tanggapan atas kebijakan pemerintah yang menghimbau lembaga keuangan pemberi pinjaman membantu nasabah yang tengah kesulitan keuangan akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau yang usahanya sedang mandek karena terhentinya akitivitas bisnis selama pandemi.

Dengan demikian ada ruang likuiditas yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain. Sewaktu New Normal atau Tatanan Kehidupan Normal yang Baru diterapkan dan ekonomi mulai menggeliat lagi maka usaha yang mandek mulai berjalan lagi sehingga pendapatan debitur mulai pulih. Saat pendapatan mulai pulih dan libur cicilan masih berlangsung maka debitur yang mengajukan penangguhan bisa menggunakan dana cicilan ini untuk berinvestasi atau menabungnya untuk dana darurat.

Gunakan relaksasi kredit untuk berinvestasi

relaksasi utang

Hal ini dibenarkan Ayyi Achmad Hidayah, Founder dan CEO Ranesia Investment. Menurutnya, jika pun memang ingin diinvestasikan, pilihlah produk yang relatif lebih aman seperti emas, reksa dana pasar uang atau pendapatan tetap.

“Di tengah kondisi seperti ini, investasi di pasar modal cukup berisiko karena kondisinya yang belum stabil. Namun jika memiliki toleransi risiko yang tinggi, dan ingin berinvestasi untuk jangka panjang, tentunya saham bisa menjadi pilihan yang sangat menarik,” ujarnya.

Baca juga: 7 Langkah Agar Tidak Terjerat Utang Kartu Kredit

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Membangun dana darurat

Dana utangan hasil relaksasi kredit juga bisa dialihkan untuk membangun dana darurat yang akan jadi sumber dana bila krisis ekonomi ini berlanjut hingga tahun depan, walaupun membangun dana darurat di saat krisis sebenarnya relatif terlambat.

“Dana darurat sudah harus dibangun sedini mungkin, bahkan sebelum keadaan darurat itu datang. Bantuan kredit yang diberikan memang bisa memberikan napas bagi likuiditas kita. Namun, sebaiknya pelunasan utang tetap menjadi prioritas, agar ke depannya tidak terbebani. Setelah semua utang lunas atau terkendali, barulah kita mulai mempersiapkan dana darurat yang dibutuhkan,” Imbuh Ayyi.

Sesuai dengan namanya, dana darurat adalah dana siap sedia yang dapat sewaktu-waktu kamu pakai untuk keperluan darurat seperti saat kehilangan pekerjaan, terjadi musibah, atau untuk biaya perawatan sakit keras.

Idealnya, jumlah dana darurat ini sebesar 12 kali pengeluaran bulanan. Namun mengingat situasi krisis seperti saat ini mengumpulkan dana darurat sebesar tiga kali pengeluaran bulanan sudah sangat lumayan. Jika ekonomi membaik dan pendapatan bertambah, kita bisa menambahkan dana darurat ini hingga ideal.

Pastikan kamu menempatkan dana darurat ini di produk keuangan yang mudah dan cepat untuk dicairkan serta tanpa penalti penarikan saat membutuhkannya. Atau dalam istilah keuangan, cara investasi dana darurat ini harus cair atau likuid.

Kurangi pokok utang

Selain itu dana yang dikumpulkan selama masa relaksasi kredit bisa kamu gunakan untuk mengurangi pokok utang. Pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR), bank mensyaratkan pembayaran pokok utang minimum sebanyak empat kali angsuran. Jika kamu bisa mengumpulkan dana hingga empat kali angsuran, tentu akan mengurangi pokok utang cukup signifikan.

Pelunasan utang sejalan dengan prinsip perencanaan keuangan yang benar yaitu agar beban keuangan menjadi lebih ringan sebelum kita memutuskan untuk berinvestasi.

Baca juga: Jangan Jor-Joran, Ini Strategi Hemat Saat Pandemi

“Investasi harus menggunakan alokasi uang lebih dari pendapatan bersih setiap bulannya. Hal ini akan membuat investasi kita lebih solid dan terjamin, dibandingkan kita harus menggunakan dana dari utang, atau alokasi kebutuhan lain,” pungkas Ayyi.

Semoga penjelasan di atas dapat membantumu mengoptimalkan dana dari relaksasi kredit dan bertahan melalui masa krisis. Tetap semangat, ya!

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu