Resep Cespleng Investasi Aman Era Pandemi

200
investasi aman

Pandemi Covid-19 bukan berarti kamu berhenti berinvestasi, terutama bila masih cukup beruntung memiliki dana berlebih dan bingung mau diparkir di mana.

Baca juga: Deposito Valas, Investasi Aman Saat Rupiah Goyah

Namun kamu memang harus super super hati-hati dalam memilih investasi. Maklum kondisi pandemi memang membuat semua sektor terdampak dan banyak perusahaan yang kolaps. Dibutuhkan kecerdasan dan juga ketelitian sebelum memutuskan investasi yang paling oke dan tentu saja cocok untuk kamu.

Menurut Founder Komunitas Investor Muda Jason Gozali, investasi merupakan hal yang tetap penting di masa pandemi ini, terutama karena investasi adalah cara untuk meningkatkan kekayaan.

Lewat virtual conference yang diselenggarakan BNPB dan disiarkan channel YouTube beberapa waktu yang lalu, Jason mengatakan investasi tidak sama dengan menabung karena menabung hanya untuk menjaga keuangan saja.

Dia justru menyarankan investasi tetap dilakukan karena pada saat ini harga sejumlah instrumen investasi sedang murah.

Nah, berikut tips cerdas berinvestasi di saat pandemi yang mungkin bisa menginspirasi kamu, disadur dari beberapa sumber.

Main aman vs ambil risiko

investasi aman

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Sebelum berinvestasi kamu memang harus tahu betul risiko di setiap instrumen investasi. Jangan asal-asalan, terutama karena pandemi Covid-19 ini memengaruhi risiko di setiap investasi. Nah, kamu tipe investor yang bagaimana? Yang ingin bermain aman atau justru berharap cuan berlipat?

Kalau kamu tipe investor yang cari aman, Jason menyarankan mencari investasi yang tidak terdampak virus korona, misalnya investasi obligasi negara, saham perusahaan makanan instan atau emas.

Dengan investasi yang cenderung kebal dari pandemi, kamu tidak bisa berharap banyak diskon. Tetapi minimal investasi kamu aman dan untung meskipun kecil. Namun bila kamu tipe investor yang ingin untung besar, kamu bisa mengambil risiko dengan membeli saham, properti dan obligasi yang paling terdampak pandemi dan harganya sedang murah, misalnya saham maskapai penerbangan atau saham pusat berbelanjaan.

Baca juga: Risiko Ganda Dibalik Utang untuk Berinvestasi

Tetapi Jason menekankan kalau kamu harus bisa menganalisa dan yakin kalau nilai investasi yang murah tadi bisa rebound. Jangan sampai kamu merugi.

Lakukan diversifikasi investasi

Diversifikasi investasi maksudnya tidak memarkirkan dana kamu di satu instrumen investasi saja. Sehingga bisa mengurangi risiko yang muncul. Ibaratnya kalau satu investasi merugi, kamu masih punya investasi lain yang masih untung.

Strategi ini disarankan oleh Director Chief Investment Officer PT Jagartha Penasihat Investasi (Jagartha Advisors) Erik Argasetya yang dikutip oleh media Merdeka.com.

Menurut Erik, diversifikasi adalah kunci dari investasi di saat banyak sekali jenis investasi yang bisa dipilih, baik yang konvensional maupun yang alternatif seperti crowdfunding dan Peer to Peer Lending.

Tetapi Erik menyarankan kamu tidak asal melakukan diversifikasi, terutama di investasi yang bersifat alternatif.

“Pastikan produk investasi dan penyelenggara yang menyediakan produk investasi yang telah terdaftar dan mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti),” katanya.

Berinvestasi berkala dalam kurun waktu tertentu

utang investasi aman

Salah satu strategi lain yang bisa kamu lakukan adalah melakukan investasi dalam kurun waktu tertentu.  Hal ini disarankan oleh pengusaha beken Sandiaga Uno yang dikutip media Kumparan. Menurut Sandi – demikian dia disapa – kamu bisa berinvestasi secara berkala dalam kurun waktu tertentu.

Dia memberi contoh, kamu bisa memulai berinvestasi dengan dana USD100 untuk membeli satu instrumen investasi dalam jangka tiga bulan dan bisa diperpanjang. Setelah tiga bulan, kamu bisa melihat apakah instrumen investasi kamu harganya turun atau naik.

“Seandainya instrumen tersebut harganya turun, kita membeli lebih banyak dan seandainya naik kita kurangi pembelian kita. Tapi sampai kita habiskan alokasi [dana] tersebut,” kata Sandi.

Baca juga: Risiko Reksadana yang Banyak Tak Diketahui

Sandi meyakini cara investasi seperti itu bisa mengurangi risiko merugi. Tentu saja kamu harus tetap semangat melakukan investasi meskipun lebih hati-hati. Siapa tahu saat pandemi selesai kamu berhasil mengumpulkan cuan lebih banyak dari yang kamu duga.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu