Raih Cuan dari Trading Emas Online di Masa Pandemi

340
trading

Di masa pandemi Covid-19 ada satu instrumen investasi yang harganya cemerlang, yaitu emas. Harga emas PT Antam pada akhir tahun masih di Rp726.000 per gram, namun pada tanggal 29 Juli 2020 menembus level psikologis Rp1 juta per gram atau terjadi kenaikan sebesar 31% selama 7 bulan.

Baca juga: Investasi Emas, Kian Berkilau di Tengah Pandemi

Jika mengoleksi emas fisik seperti emas PT Antam bisa untung sebesar itu, maka trading emas online bisa menghasilkan keuntungan lebih dari 31%. Mengapa bisa demikian? Mari kita bahas satu per satu.

Keuntungan berlipat ganda

trading

Berbeda dengan investasi emas secara fisik, trading emas online berpotensi untuk melipatgandakan keuntungan yang kamu dapat. Lucky Bayu Purnomo, pendiri ORBIT financial market trading signal, mengatakan dari pengalaman para trader, keuntungan yang bisa didapat dari trading emas online dalam satu bulan di kisaran 9% hingga 40%.

Mengapa bisa terjadi?

Lucky menyebutkan syarat mendapatkan keuntungan sebesar itu adalah volatilitas yang tinggi. Emas yang kita transaksikan secara online tidak berbentuk fisik tapi berbentuk kontrak dan diperjualbelikan berkali-kali dalam waktu 24 jam sehari, lima hari sepekan. Fluktuasi harga yang dinamis memungkinkan trader mengambil keuntungan berkali-kali dari selisih harga ini.

Coba bayangkan jika kamu bertransaksi emas fisik berkali-kali dalam sehari. Berapa kali kamu akan mondar-mandir dari rumah ke toko emas untuk membeli dan menjual kembali ke toko yang sama karena ingin dapat selisih harga. Selain itu selisih tipis kenaikan harga tidak menghasilkan keuntungan signifikan kecuali kamu memiliki emas fisik dalam ukuran kilogram. Transaksi emas fisik tidak aman jika caranya demikian.

Selain itu penggunaan daya ungkit atau leverage 1:100 dari modal trading memungkinkan kamu bertransaksi dengan nilai lebih besar dari modal. Harga emas dunia diukur dalam satuan troy ounce (31,1 gram). Sedangkan dalam trading emas maupun forex, satuan transaksinya adalah “LOT”, di mana 1 lot sama dengan 100 troy ounce (3,11 kilogram) emas.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Jika seorang trader membeli 1 lot emas di harga USD1.960, berarti transaksi  senilai USD196 ribu. Dengan asumsi USD1 sama dengan Rp14.000 – artinya seharusnya kamu menyediakan modal sebesar Rp2.74 miliar untuk bisa melakukan transaksi tersebut di atas.

Dengan fasilitas leverage kamu cukup bermodal USD1.960 atau setara Rp27 juta saja. Emas fisik tidak menggunakan leverage sehingga jika kamu akan membeli emas sebesar 100 troy ounce, kamu harus menyediakan dana Rp2.74 miliar.

Modal relatif kecil dan aman

Untuk membuka akun trading emas online tiap broker atau pialang berjangka menetapkan nominal berbeda-beda. Ada yang menetapkan  dana minimal Rp5 juta, ada yang menetapkan minimal modal Rp10 juta. Modal trading emas online ditempatkan di segregated account atau rekening terpisah di mana rekening trading ini diawasi oleh regulator yaitu BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi).

Baca juga: 4 Investasi Terbaik di Era Pasar Bebas

Yang dimaksud dari rekening terpisah adalah pihak broker membuatkan rekening nasabah tersendiri, terpisah dari rekening perusahaan broker. Contoh broker yang telah menerapkan peraturan BAPPEBTI tentang rekening terpisah ini adalah Valbury Asia Futures sehingga nasabah merasa aman dalam bertransaksi.

Tanpa risiko emas hilang

Karena yang diperdagangkan adalah kontrak, maka tidak melibatkan emas fisik dalam trading emas online. Emasnya sendiri tersimpan aman pada Bullion Association London.

“Pada emas batangan penyimpanan bisa dilakukan di tempat pribadi namun umumnya dititipkan di institusi keuangan seperti perbankan dengan memanfaatkan fasilitas safe deposit box. Namun menyimpan di institusi keuangan ada risiko biaya yang dikeluarkan pemilik emas batangan,” ujarnya.

Fair price

Andika Wijaya pengamat bursa berjangka mengatakan pada trading emas online harga yang tertera di aplikasi trading merupakan harga yang fair yang terbentuk dari hukum penawaran dan permintaan. Trader emas online berasal dari berbagai belahan dunia dan volume perdagangan hariannya sangat besar sehingga sulit untuk memainkan harga pasar atau goreng-menggoreng harga seperti halnya  di bursa saham.

Harga emas fisik sendiri juga mengacu ke harga emas dunia. Namun Lucky menyebut pada kenyataannya di lapangan terjadi tawar menawar antara pembeli dan penjual sehingga harga yang disepakati di bawah harga pasar. Hal ini tentu bisa merugikan pihak penjual yang berharap menjual sesuai harga pasar. Umumnya masyarakat menjual emas fisik ke toko sedangkan tiap toko akan menghargai emas fisik dengan harga berbeda-beda. Patokan yang seharusnya dijadikan acuan bagi pemilik emas fisik adalah harga yang dikeluarkan PT Antam.

Bisa dilakukan di mana saja

Dengan kecanggihan teknologi trading emas dilakukan secara online melalui perangkat seperti laptop, PC  hingga smartphone. Sehingga kamu bisa melakukan trading emas di mana saja dan kapan saja karena trading emas online berlangsung selama 24 jam sehari dan 5 hari seminggu.

Kamu hanya perlu jaringan internet dan sebelumnya membuka akun trading pada broker forex yang terpercaya seperti Valbury Asia Futures. Baik trading emas secara online maupun emas fisik memiliki sifat tahan inflasi dan bisa dijadikan lindung nilai atau hedging.

Baca juga: Harga Saham Turun Tajam? Lakukan Hal Ini

Sekarang pilihan di tangan kamu sebelum memutuskan untuk membeli emas fisik atau trading emas online.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu