Agar Tak Salah Langkah, Kenali Perbedaan Jenis Pengelolaan Investasi

242
pengelolaan investasi

Dugaan pengelolaan investasi yang dilakukan oleh perusahaan perencana keuangan (financial planner) PT Jouska Finansial Indonesia, masih hangat dibicarakan. Sebagai perencana keuangan, Jouska sejatinya tidak berwenang untuk mengelola investasi. Peran tersebut semestinya dijalankan perusahaan manajer investasi (fund manager). Akibat salah kelola, investor merugi hingga ratusan juta rupiah.

Sebagai investor, kamu perlu jeli dan memahami masing-masing perbedaan profesi keuangan agar tujuan finansial tercapai. Jika menyerahkan dana investasi kepada sembarang pihak, investasi kamu bukannya untung, tapi malah berpotensi rugi.

Berkaca pada kasus Jouska, sejumlah klien dan mantan klien melaporkan kerugian investasi puluhan hingga ratusan juta rupiah. Pada praktiknya, pengelolaan investasi memang tidak selalu menghasilkan keuntungan, ada kalanya investor merugi. Tapi, pengelolaan dana yang dijalankan pihak yang tidak memiliki keahlian dan lisensi di bidangnya, menimbulkan risiko kerugian yang jauh lebih tinggi.

Di sisi lain, perencana keuangan merupakan profesi yang dibutuhkan untuk membantu persiapan keuangan dalam jangka panjang. Profesi ini semakin dibutuhkan seiring dengan besarnya kelas ekonomi menengah di Indonesia.

Jadi, perencana keuangan dan manajer investasi bisa saling melengkapi, sesuai dengan perannya masing-masing. Agar bisa merencanakan dan mengelola investasi secara tepat, kenali perbedaan perencana keuangan dan manajer investasi berikut ini:

1. Peran dan fungsi pengelolaan investasi

pengelolaan investasi

Perencana keuangan dan manajer investasi memiliki peran dan fungsi yang berbeda. Jika kamu memiliki situasi keuangan yang kompleks, kamu mungkin memerlukan bantuan dari perencana keuangan untuk menganalisis dan merencanakan keuangan agar tujuan kamu bisa tercapai.

Perencana keuangan akan mengedukasi orang sehingga memiliki literasi keuangan yang memadai. Salah satu topik yang dapat dikonsultasikan dengan perencana keuangan adalah jenis investasi yang sesuai untuk setiap individu. Setiap orang memiliki kebutuhan dan tujuan keuangan yang berbeda-beda, dalam hal ini perencana keuangan dapat menyarankan jenis investasi dan produk investasi yang bisa diambil.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Sementara, manajer investasi berperan lebih teknis lagi, yakni membantu kamu dalam mengelola dana investasi. Sesuai peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No 10 /POJK.04/2018, manajer investasi ialah pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio efek bagi para nasabah atau sekelompok nasabah.

Jika kamu memiliki reksa dana, produk investasi ini diterbitkan oleh perusahaan manajer investasi. Dengan berinvestasi di reksa dana, kamu membeli atau menyerahkan dana dalam produk reksa dana dari manajer investasi tersebut.

Selanjutnya, manajer investasi akan menempatkan dana kelolaan dari para investor dalam instrumen saham, obligasi, deposito, dan aset dasar yang lain. Sebagai investor, kamu tak perlu repot mengelola dana investasi dan akan menerima laporan hasil investasi setiap bulan. Kinerja investasi juga bisa dipantau setiap hari secara online.

2. Regulasi dan legalitas

Hingga saat ini, belum ada regulasi khusus yang mengatur profesi perencana keuangan di Indonesia. OJK memang sempat mengkaji kemungkinan untuk membuat aturan tentang perencana keuangan sejak beberapa tahun lalu. Namun, sampai sekarang, peraturan terkait perencana keuangan belum dibuat.

Baca juga: Resep Cespleng Investasi Aman Era Pandemi

Sejauh ini, keberadaan perencana keuangan di Indonesia hanya mendapatkan legitimasi dari penyelenggara program sertifikasi perencana keuangan, yakni Financial Planning Standards Board (FPSB) Indonesia dan International Association of Register Financial Consultant (IARFC) Indonesia.

Sementara , keberadaan manajer investasi diatur lewat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No 10 /POJK.04/2018 tentang Penerapan Tata Kelola Manajer Investasi. Izin usaha manajer investasi juga dikeluarkan OJK dengan sejumlah persyaratan yang sangat ketat. Manajer investasi juga wajib melaporkan dana kelolaan dari masyarakat.

3. Batas kewenangan

Sesuai dengan kapasitasnya, perencana keuangan dan manajer investasi memiliki batas kewenangan. Terkait kewenangan perencana keuangan, Chairman IARFC Aidil Akbar Majid dalam keterangan resminya menyatakan, perencana keuangan dilarang untuk mengelola dana aset klien.

Dengan demikian, perencana keuangan tidak boleh mengelola uang nasabah atau melakukan transaksi jual-beli portofolio klien. Pengelolaan dana tidak dapat dilakukan perencana keuangan, meski dengan kuasa penuh klien.

Perencana keuangan juga bersifat independen, serta tidak terikat atau terafiliasi dengan institusi atau produk keuangan manapun. Hal tersebut sangat penting demi menghindari benturan kepentingan (conflict of interest) dalam pemberian saran kepada klien.

Sebaliknya, sesuai aturan, manajer investasi berwenang untuk mengelola portofolio investasi milik nasabah perseorangan maupun kelompok. Pengelolaan dana oleh manajer investasi dikecualikan pada perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

4. Sertifikat profesi

Keahlian perencana keuangan diakui lewat sertifikat profesi dari lembaga penyelenggara program sertifikasi. Penyelenggaraan sertifikasi perencana keuangan di Indonesia mengacu pada standar organisasi yang berlaku secara internasional.

Baca juga: Risiko Ganda di Balik Utang untuk Investasi

Dalam hal ini, sertifikat perencana keuangan dari  FPSB Indonesia bergelar Certified Financial Planner (CFP) dan Registered Financial Planner (RFP). Sedangkan, IAFRC Indonesia memberikan sertifikat Registered Financial Associate (RFA), Registered Financial Consultant (RFC), dan Registered Islamic Financial Associate (RIFA).

Sertifikat yang dimiliki seseorang yang bekerja di manajer investasi ialah Wakil Manajer Investasi (WMI). Sertifikat tersebut diterbitkan  The Indonesia Capital Market Institute (TICMI), yakni lembaga pelatihan dan sertifikasi profesi pasar modal yang diakui oleh OJK.

5. Pengawasan

pengelolaan investasi

Seperti dijelaskan sebelumnya, keberadaan perencana keuangan di Indonesia belum diatur secara khusus. Dengan demikian, pengawasan terhadap perencana keuangan hanya dilakukan oleh asosiasi atau lembaga penyelenggara sertifikasi. Kegiatan usaha perencana keuangan pun mengacu pada kode etik yang ditetapkan asosiasi tersebut.

Baca juga: Jangan Takut Berinvestasi, Raih Cuan dengan Saham-Saham Ini di Era New Normal

Di sisi lain, manajer investasi diawasi langsung oleh OJK. Pengelolaan dana masyarakat yang dilakukan manajer investasi bahkan mendapat pengawasan ketat. OJK juga dapat memberikan sanksi kepada manajer investasi jika menemukan pelanggaran dalam kegiatan usahanya.

Kamu diharapkan bisa menempatkan perencana keuangan dan manajer investasi sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing. Yang pasti, pengelolaan dana investasi sebaiknya diserahkan kepada ahli yang memiliki lisensi pengelolaan investasi, yakni manajer investasi.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu