Kenali ORI, Investasi Aman Dari Pemerintah

166
investasi aman

Pandemi telah memukul perekonomian. Banyak portofolio investasi yang terdampak sehingga kinerjanya hancur. Kondisi tersebut membuat orang mengidamkan investasi aman. Jika kamu termasuk di antaranya, cobalah untuk menanamkan dana di Obligasi Ritel Indonesia (ORI).

Ketidakpastian memang melekat sebagai risiko investasi. Siapa pun sulit memprediksi masa depan dengan pasti.

Namun, kamu masih bisa meminimalkan risiko investasi. Memilih jenis investasi aman termasuk salah satu caranya. Contohnya, ORI. Diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia, risiko ORI cenderung lebih rendah dibandingkan saham. Apalagi, imbal hasil ORI lebih tinggi dari deposito.

Baca juga: Jenis Surat Utang Negara yang Wajib Kamu Tahu

Apa Sebenarnya ORI?

investasi aman

Disebut pula sebagai Obligasi Negara Ritel, ORI merupakan bagian dari Surat Utang Negara (SUN) yang diterbitkan untuk investor ritel. ORI bisa diperdagangkan antara agen penjual dan investor perorangan yang merupakan Warga Negara Indonesia dengan jumlah minimal yang telah dipatok.

Pemerintah memfungsikan ORI sebagai alat perluasan basis investor, pembiayaan bujet negara, serta diversifikasi sumber pembiayaan. Ringkasnya, ORI digunakan sebagai modal pembangunan. Ketimbang meminjam dana ke luar negeri, pemerintah memilih berutang kepada masyarakat melalui ORI.

Pemerintah pertama kali merilis ORI pada tahun 2006 dengan Seri ORI001. Setelah itu, setiap tahun pemerintah selalu mengeluarkannya. Biasanya, ORI hanya dirilis satu kali per tahun. Namun, pengecualian terjadi pada 2007 dan 2008. Kala itu, pemerintah merilisnya sebanyak dua kali.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Hal serupa kemungkinan bakal dilakukan pada 2020. Setelah merilis Seri ORI017 pada Juni 2020, Pemerintah diperkirakan melepas Seri ORI018 pada Oktober 2020 nanti.

Mengapa ORI Disebut Sebagai Investasi Aman?

Investasi sulit lepas dari risiko. Meski begitu, jika risikonya minim, maka investasi tersebut bisa disebut sebagai investasi yang aman. Salah satunya, ORI. Ada sejumlah alasan yang mendasarinya:

  • Kemungkinan Gagal Bayar Kecil

Surat utang memiliki risiko gagal bayar. Investor bisa merugi ketika penerbit surat utang tak mampu membayar kewajiban pokok atau bunga.

Namun, risiko gagal bayar ORI relatif kecil, sebab ORI diterbitkan Pemerintah Indonesia. Dengan kata lain, negara menjadi penjaminnya sehingga imbal hasil dan keamanan investasi terbilang baik.

Apalagi, Pemerintah Indonesia telah menjamin pelunasan kupon dan pokok SUN hingga tenggatnya dalam undang-undang. Dana pembayarannya pun selalu dialokasikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara setiap tahun.

Di luar risiko Indonesia menjadi negara gagal, maka ORI relatif aman. Melihat kondisi sosial, politik, ekonomi, maupun faktor lainnya, kans negeri kita menuju ke arah sana sangat kecil. Dengan demikian, potensi pembayaran pokok dan bunga lebih terjamin.

  • Menjanjikan Kepastian Hasil 

Dalam berinvestasi, kepastian hasil sulit terwujud, namun, beda halnya dengan ORI. Imbal hasil yang didapatkan sudah pasti sehingga layak disebut investasi yang aman.

Keuntungan berinvestasi ORI bisa diperoleh dari Kupon Bunga ORI. Ini merupakan bunga berjumlah tetap yang dibayarkan secara rutin setiap bulan.

Kupon tersebut tidak terpengaruh fluktuasi pasar. Alhasil, tingkat keuntungannya lebih terjamin. Investor akan terus menerima pembayaran kupon sampai ORI jatuh tempo.

Untuk Seri ORI017, kupon yang dipatok sebesar 6,40%. Profit bisa didapat dari sana. Namun, semua masih dikenakan pajak atas transaksi bunga obligasi sekaligus capital gain.

Meski begitu, imbal hasil ORI cenderung lebih tinggi dibandingkan inflasi. Sejauh ini, pengecualian hanya terjadi pada 2010, yakni saat nilai kupon ORI berada di bawah inflasi. Hal inilah yang membuat ORI semakin cocok dikategorikan sebagai investasi aman.

Baca juga: Resep Cespleng Investasi yang Aman Era Pandemi

Selain Investasi yang Aman, Apa Lagi Daya Tarik ORI?

investasi aman

Sebagai investasi aman, ORI sangat menarik. Daya tariknya kian bertambah jika kamu menilai fitur ORI yang dapat diperjualbelikan di pasar sekunder.

Terkait hal ini, investor berpotensi meraup keuntungan berupa Capital Gain. Jika mau mencairkan ORI sebelum jatuh tempo, investor bisa menjualnya di pasar sekunder. Kalau harga pasar lebih tinggi dari harga beli di pasar perdana, maka kamu bakal mendapat keuntungan.

Namun, hati-hati, potensi kerugian masih bisa dialami jika harga jual di pasar sekunder lebih rendah dari harga beli.

Seperti Apa Profil Investor yang Cocok?

Sebagai investasi aman, ORI paling cocok untuk investor yang memiliki profil risiko konservatif, notabene, mereka yang enggan mengambil risiko tinggi dan siap mendapat imbal hasil yang rendah.

Perlu dicatat, meski nilai kupon ORI relatif menarik, perolehan profit masih dikenakan pajak atas transaksi bunga obligasi dan capital gain, yaitu PPh final 15%. Itu sebabnya, ORI kurang cocok bagi mereka yang mengejar hasil tinggi.

Hasil investasi ORI biasanya melampaui bunga deposito. Bunga deposito per tahun berada di kisaran 4,5%. Sedangkan, tingkat bunga ORI berkisar 5,8-9% .

Investasi ORI juga bersifat jangka pendek. Masa jatuh temponya hanya sekitar tiga hingga lima tahun, tergantung dari seri ORI. Jika horizon investasi kamu relatif singkat, ORI termasuk pilihan yang tepat. Lebih lagi, ORI tidak bisa dicairkan sebelum jatuh tempo, kecuali dijual di pasar sekunder.

Perorangan bisa menjadi investor ORI. Nilai satu unit ORI sebesar Rp1 juta. Namun, investor harus membeli minimal lima unit sehingga investasi ORI bisa dimulai dari Rp5 juta sampai maksimal Rp3 miliar.

Baca juga: Ini Risiko Investasi Reksadana yang Sering Luput Diketahui dari Banyak Orang

Bagaimana Cara Mendapatkan ORI?

Di pasar primer, ORI hanya bisa dibeli dalam jangka waktu tertentu. Pemerintah merilisnya dalam masa penawaran khusus. Investor pun hanya bisa mendapatkannya pada saat itu.

Untuk memperolehnya, investor bisa melakukan pembelian ke pihak-pihak yang ditunjuk. Biasanya, pihak-pihak ini adalah perbankan, perusahaan sekuritas, dan financial technology yang menjadi mitra distribusi pemerintah.

Proses pembeliannya dimulai dari registrasi untuk mendapatkan Single Investor Identification. Setelah itu, kamu bisa memilih jumlah nominal ORI yang ingin dibeli. Lalu, pembayaran dapat dilakukan agar kamu mendapat konfirmasi kepemilikan ORI. Semua proses bisa berlangsung lewat sistem elektronik yang disediakan mitra distribusi dengan sistem e-SBN.

Tertarik dengan ORI? Jika kamu tidak mengejar imbal hasil yang tinggi dan memiliki dana yang ingin diendapkan dalam jangka pendek, silakan memanfaatkan ORI.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu