Halo Pekerja Muda, Saatnya Memulai Investasi Dana Pensiun

131
dana pensiun

Bagi anak muda yang baru memasuki dunia kerja alias first jobber, persiapan masa pensiun sepertinya masih terlalu jauh untuk dilakukan. Maklum, kamu baru menikmati masa-masa memiliki penghasilan sendiri. Sebagai pekerja muda, wajar saja bila kamu berpikiran seperti itu. Usia kamu saat ini masih kepala dua, sementara, rata-rata usia pensiun di Indonesia adalah 55 tahun. Artinya, kamu masih punya waktu sekitar 30 tahun untuk memasuki masa pensiun.

Namun, tahukah kamu, jika kebutuhan finansial untuk masa pensiun mulai disiapkan sejak awal bekerja, kamu bisa mendapat banyak keuntungan? Semakin cepat kamu memulai investasi dana pensiun, semakin besar pula peluang untuk mewujudkan hidup yang sejahtera kala masa pensiun tiba. Berikut ini lima alasan utama untuk memulai investasi dana pensiun sesegera mungkin:

1. Usia muda, tanggungan belum banyak

Para pekerja yang baru mulai berpenghasilan, umumnya masih belum memiliki banyak tanggungan nafkah. Di usia muda, kemungkinan besar para first jobber statusnya masih lajang sehingga belum menanggung nafkah anak atau keluarga. Para pekerja muda boleh jadi belum punya tanggungan kredit jangka panjang seperti kredit pemilikan rumah (KPR) dan masih tinggal di rumah orang tua.

Jadi, 100% penghasilan kamu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Kamu bisa mengatur keuangan dengan lebih baik dan mengalokasikan sebagian pendapatan untuk investasi untuk pensiun. Dengan begitu, kamu juga terhindari dari godaan konsumtif yang bisa membahayakan kesehatan keuangan kamu.

Baca juga: Yuk, Kenali Langkah-langkah Persiapan Pensiun

2. Memutus rantai generasi sandwich

Kamu mungkin pernah mendengar istilah “generasi sandwich”. Ya, itu adalah julukan bagi kalangan yang terjepit di antara dua tanggung jawab, yakni menafkahi keluarga kecilnya sekaligus orang tua yang sudah tidak produktif lagi. Generasi sandwich harus ikut menafkahi generasi di atasnya, seperti orang tua karena mereka tak mampu membiayai masa pensiunnya sendiri.

Problem generasi sandwich menjadi masalah finansial tersendiri. Soalnya, pendapatan seseorang tidak sepenuhnya dimanfaatkan untuk kebutuhannya sendiri. Generasi sandwich pun kesulitan menyiapkan dana pensiun, dan ketika masa pensiun tiba, dia bahkan menjadi “beban finansial” bagi anaknya. Kamu bisa memutus rantai generasi sandwich dengan mempersiapkan kebutuhan masa pensiun sedari dini, mumpung kamu masih produktif. Dengan begitu, saat kamu pensiun, kamu tak lagi membebani anak-cucu secara finansial.

3. Memanfaatkan compound interest

dana pensiun

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Mengambil keuntungan dari hukum compound interest ialah alasan terbaik untuk segera melakukan investasi dana pensiun sejak muda. Apa, sih, hukum compound interest? Hukum ini menyatakan, semakin panjang waktu investasi yang kamu lakukan, maka semakin kecil pula dana yang perlu kamu investasikan setiap periode. Hukum compound interest memungkinkan dana yang diinvestasikan tumbuh secara eksponensial seiring tingkat bunga yang berlaku saat itu.

Sebagai contoh, hitung punya hitung, ternyata kamu membutuhkan dana sekitar Rp5 miliar untuk masa pensiun. Usia kamu sekarang adalah 25 tahun dan berencana pensiun saat berusia 55 tahun. Jadi, kamu punya waktu 30 tahun untuk berinvestasi menuju pensiun. Dana sebesar Rp5 miliar itu bisa kamu kumpulkan dengan cara berinvestasi rutin setiap bulan selama 30 tahun di instrumen yang mampu melesat dalam jangka panjang. Misalnya, di reksa dana saham atau saham. Dua instrumen investasi itu berpeluang tumbuh 20% per tahun dalam jangka panjang.

Dengan investasi rutin di instrumen yang mampu tumbuh 20% per tahun, kamu cukup berinvestasi sebesar Rp579.595 per bulan selama 30 tahun. Sebaliknya, bila kamu menundanya dan baru memulai investasi dana pensiun di usia 40 tahun, maka kamu hanya memiliki waktu persiapan 15 tahun. Akibatnya, jumlah dana yang harus kamu investasikan setiap bulan harus lebih besar lagi demi mencapai jumlah Rp5 miliar. Dengan asumsi yang sama, nilai dana yang harus kamu investasikan adalah Rp4,4 juta per tahun selama 15 tahun. Jauh sekali perbedaannya, bukan? Itulah hukum compound interest yang sayang bila diabaikan. Jadi, segeralah memulai investasi untuk pensiun sedini mungkin.

Baca juga: Mau Nyaman di Hari Tua? Persiapkan Pensiunmu Sejak Sekarang!

4. Usia harapan hidup semakin panjang

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2018 usia harapan hidup orang Indonesia adalah 71,39 tahun (CNBC Indonesia, Agustus 2019). Angka itu lebih tinggi dibandingkan 2016, yakni ketika usia harapan hidup masih tercatat 69 tahun. Usia harapan hidup yang lebih panjang sebenarnya menunjukkan peningkatan kualitas kesehatan sehingga kesempatan hidup pun lebih lama.

Namun, tanpa persiapan finansial yang baik, usia harapan hidup yang makin panjang bisa menjadi masalah. Sebagai gambaran, ketika seseorang pensiun bekerja di usia 55 tahun dan usia harapan hidup di angka 70 tahun, maka ia memiliki waktu 15 tahun untuk hidup tanpa produktivitas finansial. Jika persiapan pensiun tak memadai, bagaimana kira-kira ia membiayai 15 tahun kehidupannya tersebut? Maka itu, kamu harus segera  mempersiapkan kebutuhan finansial saat pensiun.

5. Investasi dana pensiun dalam jangka panjang risikonya lebih kecil

dana pensiun

Hukum investasi adalah high risk, high gain. Semakin tinggi peluang keuntungan sebuah investasi, semakin tinggi pula risiko kerugiannya. Instrumen investasi yang berpeluang memberikan keuntungan tinggi antara lain saham dan reksa dana berbasiskan saham, seperti reksa dana saham dan reksa dana campuran. Namun, tingginya risiko dari produk-produk tersebut dapat kamu minimalisasi dengan time horizon atau jangka waktu investasi yang panjang. Soalnya, kebutuhan dana baru muncul saat masa pensiun datang.

Semakin panjang time horizon investasi, risiko kerugian juga bisa ditekan. Itu sebabnya, bila kamu berinvestasi dana pensiun di saham atau reksa dana berbasis saham dengan time horizon di atas 20 tahun, peluang keuntungan kamu bisa lebih besar dengan risiko kerugian yang relatif minim.

Baca juga: Resep Cespleng Investasi Aman Era Pandemi

Itulah lima alasan utama di balik perlunya memulai investasi dana pensiun sejak muda. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, segera memulainya sekarang juga.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu