Cara Forex Trading di Tengah Pandemi Covid-19

159
forex trading

Jual-beli valas (forex trading) dianggap semakin menarik di tengah fluktuasi kurs mata uang akibat pandemi Covid-19. Nah, berikut cara jual-beli valas agar tetap cuan, meski pasar mata uang tengah bergejolak.

Ekonomi global, termasuk Indonesia, tengah mengalami tekanan hebat akibat roda ekonomi yang tersendat gara-gara Covid-19. Bahkan, beberapa negara sudah mengalami resesi ekonomi. Indonesia sedikit lagi tergelincir ke jurang resesi setelah perekonomian nasional pada Kuartal II-2020 sempat terkontraksi, alias minus 5,32%.

Resesi ekonomi terjadi ketika pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) tercatat negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pun naik-turun, dan sempat menembus Rp15.000-an per dolar AS saat kasus Covid-19 mencuat pertama kali pada Maret 2020. Kini, rupiah bergerak pada kisaran Rp14.600-Rp14.800 per dolar AS.

Pergerakan nilai tukar mata uang tak hanya dialami rupiah, melainkan juga mata uang besar lainnya seperti, dolar AS, euro, pound sterling, yen, maupun dolar Australia.

BACA JUGA: Apa Perbedaan Trading Forex dengan Saham?

Indeks dolar AS, misalnya, sempat melejit ke level 101,6 pada 20 Maret 2020, namun kini indeks dolar AS menyusut dan bergerak di kisaran 92-93.

Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, fluktuasi pasar justru membuat forex trading menjadi lebih bergairah. Berbeda dengan trading saham, perdagangan valas secara derivatif memiliki kelebihan two way opportunity.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

“Maksud Two-way opportunity adalah trader bisa mendapatkan keuntungan di tengah harga yang naik maupun turun. Itulah yang membuat forex justru makin bergairah kalau pasarnya berfluktuasi,” ujarnya.

Kalau trading saham, keuntungan hanya diraih ketika harga naik, sementara, saat harga turun, maka trader akan mengalami kerugian. Itu sebabnya, ketika pasar saham berfluktuasi, trader justru cenderung wait and see.

Lalu, bagaimana cara jual-beli valas di tengah fluktuasi mata uang di dunia saat ini?

Pilih Major Currencies

forex trading

Major Currencies adalah istilah untuk pasangan valas yang paling banyak diperdagangkan secara global saat ditransaksikan dengan dolar AS. Beberapa pasangan forex yang termasuk major currencies antara lain, euro-dolar AS, pound sterling-dolar AS, yen-dolar AS, dan dolar Australia-dolar AS.

Kelebihan major currencies diperoleh dari aktivitas trading yang bisa dilakukan sepanjang hari, tanpa mengenal batas waktu. Biasanya, spread dan biaya broker untuk transaksi jenis forex ini lebih rendah.

BACA JUGA: Raih Cuan dari Trading Emas Online Selama Pandemi Covid-19

Nah, pandemi Covid-19 yang membuat banyak mata uang berfluktuasi menjadi momen yang tepat untuk memilih major currencies. Soalnya, trader bisa mengatur waktu perdagangan valas sesuai dengan momen yang tepat.

Selain major currencies, ada juga minor currencies dan exotic currencies.

Minor currencies ialah pasangan mata uang di luar dolar AS yang paling banyak diperdagangkan secara global. Berbeda dengan major currencies,   waktu perdagangannya harus menyesuaikan waktu masing-masing regional, alias tidak bisa setiap waktu.

Beberapa minor currencies antara lain, euro-pound sterling, euro-dolar Australia, pound sterling-yen, dan franc Swiss-yen.

Lalu, exotic currencies adalah pasangan mata uang antara dolar AS dengan negara berkembang. Salah satu karakter exotic currencies biasanya memiliki spread yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan major currencies.

Beberapa exotic currencies antara lain, euro-lira Turki, dolar AS-dolar Hong Kong, yen-krone Norwegia, pound sterling-rand Afrika Selatan, dan dolar Australia-peso Meksiko.

Pantau Berita Global yang Memengaruhi Pergerakan dolar AS

Di tengah pandemi Covid-19, berbagai negara berupaya untuk memulihkan perekonomiannya dengan berbagai stimulus. Jika, trader sudah memilih major currencies, berarti dia juga harus memantau perkembangan kebijakan pemerintah AS dan isu global yang memengaruhi gerak dolar AS.

Selain itu, perkembangan data ekonomi juga bisa memicu fluktuasi dolar AS. Salah satunya, data tenaga kerja dan pengangguran di AS sebagai indikator perkembangan ekonomi Negeri Paman Sam.

BACA JUGA: Mana yang Lebih Menguntungkan, Trading Aktif atau Buy and Hold?

Nah, per 8 September 2020, ada dua sentimen positif yang mendongkrak pergerakan dolar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia. Kedua sentimen itu ialah data tenaga kerja dan rasio pengangguran di Negeri Paman Sam untuk periode Agustus 2020.

AS mencatatkan penambahan jumlah tenaga kerja sebanyak 1,4 juta pekerja dengan rasio pengangguran sebesar 8,4%. Angka-angka ini jauh lebih baik ketimbang ekspektasi para analis.

Selain isu ekonomi, polemik geopolitik antara AS dengan China atau perseteruan di Timur Tengah juga bisa memengaruhi pergerakan kurs mata uang utama.

Ketegangan AS-China, misalnya, berdampak terhadap perekonomian dunia karena pengaruh besar kedua negara adidaya ini dalam supply-and-demand global.

Lalu, apa hubungannya dengan Timur Tengah? Gejolak di Timur Tengah bisa memengaruhi pergerakan kurs mata uang karena berkaitan dengan pasokan minyak dunia. Jika suplai terganggu, harga minyak bisa terkerek naik.

Lonjakan harga minyak dunia dapat berdampak terhadap perekonomian di banyak negara. Dampaknya bisa positif untuk jangka pendek bagi para produsen minyak, tetapi bersifat negatif bagi negara importir minyak.

Hasilnya, supply-and-demand dalam transaksi perdagangan dunia bisa saja terganggu sehingga membuat pergerakan major currencies menjadi berfluktuasi.

Persiapkan Risk Management dengan Matang

forex trading

Dalam perdagangan valas, pengelolaan risiko yang matang menjadi salah satu kunci untuk meredam potensi risiko yang besar.

Ariston mengatakan pasar valas terus bergerak sehingga tidak ada acuan baku untuk meredam risiko. Untuk itu, risk management yang baik sangat diperlukan agar trader terhindar dari kerugian yang besar.

Salah satu risk management adalah mematok stop-loss pada level tertentu demi meredam potensi kerugian yang lebih dalam lagi.

“Dengan mematok harga untuk stop-losstrader bisa menghitung berapa risiko terbesar dari tradingtersebut,” ujarnya.

Terus Berlatih Analisis Teknikal untuk Forex Trading

Salah satu kunci dalam forex trading adalah analisis teknikal, yakni dengan melihat pergerakan grafik harga secara historis supaya  potensi pergerakan jangka pendek dapat diprediksi.

Ariston mengatakan, analisis teknikal sangat diperlukan trader, namun tidak bisa dipelajari dalam semalam. Trader harus sering berlatih agar terbiasa membaca pergerakan grafik. Dengan demikian, analisis teknikalnya pun lebih akurat.

“Beberapa keahlian yang perlu dilatih adalah melihat tren harga dari grafik itu sedang naik atau turun. Biasanya, secara teknikal akan ada grafik yang arahnya cenderung turun atau naik untuk jangka dekat. Di sini, trader bisa menentukan aksi jual atau beli,” ujarnya.

Kesulitannya, analisis teknikal tak memiliki aturan baku untuk menentukan pergerakan naik-turun. Untuk itu, trader harus meneliti pergerakan grafik harga satu per satu sehingga bisa memahami arah pergerakan untuk jangka pendek.

Nah, untungnya kita hidup di era kecanggihan teknologi. Valbury menyediakan Autochartist, trading tool yang membantu trader untuk melakukan market scanning. Dengan aplikasi Autochartist, analisis teknikal hadir secara otomatis dan real-time sehingga trader lebih mudah mengenali pola-pola yang sedang dan sudah terbentuk pada grafik harga.

Berkat sinyal trading yang akurat, trader lebih piawai mengambil posisi stop-loss dan take-profit. Lebih lagi, Autochartist dapat digunakan di berbagai perangkat, yakni MT4 Laptop (PC), smartphone, dan Autochartist Web Application. Dengan demikian, kita bisa memantau pasar kapan pun dan di mana pun.

Jadi, siap meraup cuan dari jual-beli valas di tengah pandemi Covid-19?

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu