15 Minutes with Valbury: Begini Cara Mudah Mengevaluasi Kinerja Reksa Dana

350
investasi reksa dana

Dear Valbury,

Nama saya Riska, seorang karyawan di salah satu perusahaan startup. Saya mulai bekerja pada 2019 lalu, dan tertarik untuk memulai investasi di pasar modal. Dari hasil riset, bagi investor pemula yang masih awam seperti saya, reksa dana lebih disarankan  ketimbang berinvestasi secara langsung dalam saham. Alhamdulillah, saat ini saya sudah cukup rutin berinvestasi di beberapa produk reksa dana. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana cara mudah untuk melihat atau mengevaluasi kinerja reksa dana selain mengecek pertumbuhan UP-nya dalam periode tertentu? Soalnya, dari fund fact sheet yang saya baca, reksa dananya tumbuh sekian persen, tetapi, pertumbuhan investasi saya, kok, tidak berada di kisaran yang sama. Mohon dijelaskan, ya. Terima kasih.

Baca juga: Langkah Simpel Menghitung Investasi Reksa dana

Halo Riska, salam kenal.

Terima kasih atas pertanyaannya. Senang sekali melihat semangat kamu untuk mulai berinvestasi di usia muda. Pilihan berinvestasi di reksa dana memang cukup tepat bagi para pekerja muda atau fresh graduate seperti Riska. Sebagai instrumen investasi, pilihan reksa dana memang cukup lengkap untuk mendukung berbagai tujuan keuangan kamu. Mulai dari reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, reksa dana saham hingga reksa dana indeks. Selain itu, modal awal berinvestasi di reksa dana juga sangat terjangkau, mulai Rp100.000 saja. Dengan berinvestasi di reksa dana, dana yang kamu tanamkan akan dikelola oleh manajer investasi profesional dalam efek dasar (underlying assets) supaya dana kamu bertumbuh.

Seperti produk investasi pada umumnya, setiap investor perlu mengevaluasi kinerja investasi secara berkala. Nah, bagaimana mengukur kinerja produk reksa dana? Caranya mudah. Kinerja pertumbuhan reksa dana dapat kamu bandingkan dengan benchmark asset atau aset yang menjadi acuan.

Misalnya, bila kamu berinvestasi di reksa dana saham, maka kinerja produk reksa dana tersebut dapat dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan atau return Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sedangkan, untuk jenis reksa dana lain seperti reksa dana pasar uang, kamu bisa membandingkannya dengan tingkat suku bunga bank. Untuk reksa dana pendapatan tetap, kamu bisa membandingkannya dengan kinerja pasar obligasi.

Baca juga: Kenali Biaya yang Ada dalam Investasi Reksa Dana

Sebagai investor, kamu dapat memantau kinerja reksa dana di situs resmi perusahaan manajemen aset terkait, atau melalui media daring seperti Bareksa, Kontan, dan lain-lain.

Nah, mengenai pertanyaan kedua, yakni mengapa pertumbuhan reksa dana yang kamu miliki berbeda dari pertumbuhan produk reksa dana yang tertera pada fund fact sheet? Kami bisa jelaskan terlebih dahulu bahwa pelaporan pada fund fact sheet disusun berdasarkan catatan historis tentang pertumbuhan reksa dana:

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

a. Dari awal reksa dana tersebut didirikan

b. Histori per 1 bulanan

c. Histori per 3 bulanan

d. Histori per 6 bulanan

e. Histori per 1 tahunan

Mengapa pertumbuhannya berbeda? Besar kemungkinan karena kamu baru mulai berinvestasi setelah reksa dana tersebut diluncurkan. Akibatnya, kinerja pertumbuhan investasi kamu berbeda dari yang tercantum pada fund fact sheet. Jika kamu berinvestasi sejak reksa dana tersebut diluncurkan untuk pertama kalinya, maka pertumbuhan investasinya relatif sama seperti kinerja saat ini.

Baca juga: Simak! Ini Strategi Saat Reksadana Turun Terus

Demikian jawaban atas pertanyaan Riska. Semoga memberikan pencerahan. Semangat terus berinvestasi dan semoga tujuan keuangan kamu bisa tercapai.

Salam Investasi,

Valbury Team

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu