Cara Praktis Menyusun Anggaran Keuangan Pribadi

262
anggaran keuangan pribadi

Setiap orang pasti ingin keuangannya aman dan terkendali. Salah satu caranya ialah membuat anggaran keuangan pribadi. Dengan memiliki anggaran keuangan, kamu lebih mudah mengontrol kondisi finansial pribadi.

Apa Itu Anggaran Keuangan Pribadi?

anggaran keuangan

Secara garis besar, anggaran keuangan pribadi merupakan rangkuman catatan untuk melacak dan membandingkan jumlah pemasukan dan pengeluaran dalam satu periode waktu. Namun, anggaran keuangan pribadi juga mencakup alokasi dana yang tak kalah pentingnya. Ada bujet tertentu yang dianggarkan untuk berbagai jenis pengeluaran.

Biasanya, anggaran keuangan pribadi disusun per bulan. Namun, periode penyusunannya kembali lagi pada kebutuhan setiap orang, tergantung preferensi masing-masing.

Apa Manfaat Anggaran Keuangan Pribadi?

Belum banyak orang yang mau membuat anggaran keuangan pribadi. Sebagian besar beralasan terlalu sibuk atau kerepotan menyusunnya. Padahal, jika mau menyusunnya, keuangan pribadi lebih terkendali.

Dalam anggaran keuangan, kamu harus mencantumkan alokasi uang dan mencatat pengeluaran. Hal ini mempermudah kamu untuk mencermati arus kas secara riil. Berangkat dari situ, kamu bisa mengambil tindakan yang tepat untuk keuangan pribadi.

Jika ada penyimpangan, kamu bisa segera melakukan koreksi. Contohnya, bujet untuk salah satu pos pengeluaran sudah menipis. Karena anggaran keuangan pribadi sudah jelas, maka kamu bisa menghentikan pengeluaran yang tak perlu.

Baca juga: No Repot dan Ribet Dengan Metode Anggaran Keuangan Ini

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Bagaimana Cara Menyusun Anggaran Keuangan Pribadi?

anggaran keuangan

Tertarik untuk membuat anggaran keuangan pribadi? Cara menyusunnya sebenarnya praktis dan tidak merepotkan. Inilah langkah-langkah yang bisa kamu tempuh.

  • Kumpulkan Semua Informasi Keuangan

Mulailah mengumpulkan semua informasi dan berkas keuangan yang tersedia. Cermati semuanya secara mendetail. Hal ini diperlukan agar kamu bisa mempelajari kondisi keuangan yang sebenarnya.

Contoh-contoh berkas dan informasi keuangan yang harus dikumpulkan adalah buku rekening bank, tagihan kartu kredit, dokumen utang, hingga aneka jenis berkas pengeluaran lain, seperti histori order pada aplikasi transportasi dan pemesanan makanan online. Selain itu, kumpulkan juga slip gaji atau berkas lain yang berhubungan dengan pendapatan seperti bukti penerimaan dana dan hasil investasi.

Pastikan semuanya terkumpul dan tidak ada yang terlewati. Hal ini penting karena berbagai informasi keuangan tersebut akan dijadikan basis penyusunan anggaran finansial. Jadi, jika ada yang terselip, akurasi penyusunan anggaran akan berkurang.

  • Hitung Pendapatan

Setelah semua berkas keuangan terkumpul, hitunglah total pendapatan kamu. Apabila kamu memiliki penghasilan rutin seperti gaji per bulan, catat jumlahnya secara terperinci. Masukkan pula penghasilan tambahan, jika ada.

Sementara, bagi kamu yang pendapatannya tidak tetap, penghitungan bisa dilakukan dengan memprediksi jumlah pendapatan terkecil. Perkirakan pendapatan kamu dalam skenario terburuk atau secara konservatif.

Hal ini lebih bijak ketimbang memperkirakan pendapatan secara berlebihan. Kalau perkiraannya terlalu tinggi, realisasinya dikhawatirkan tidak cukup memenuhi anggaran.

Akan tetapi, jika estimasi kamu rendah dan pendapatan riil kamu ternyata lebih besar, maka kamu mendapati sisa dana. Kamu bisa menyimpannya untuk berbagai keperluan lain. Cara ini lebih aman bagi akurasi anggaran keuangan pribadi.

Baca juga: 8 Cara Cerdas Mengelola Keuangan

  • Cek Pengeluaran Secara Mendetail

Sekarang, lihatlah aneka informasi keuangan yang dimiliki. Mulailah mengecek berbagai jenis pengeluaran. Cermati dan segera melakukan pencatatan.

Idealnya, kamu membuat rekapitulasi dari seluruh dokumentasi pengeluaran selama tiga hingga enam bulan terakhir. Dengan demikian, estimasi pengeluaran rutin bisa tersusun lebih cermat.

Kamu dapat memastikan, berbagai jenis pengeluaran tercatat secara mendetail, bahkan hingga nilai yang terkecil. Dengan rincian tersebut, tidak ada jenis pengeluaran yang terlewati sehingga bujet keuangan tersusun seakurat mungkin.

Setelah semuanya tercatat, kamu akan memperoleh gambaran mengenai pengeluaran yang biasa dilakukan. Jumlahkan total pengeluaran tersebut. Lalu, perhatikan sektor mana yang paling menyedot dana kamu. Pemahaman tentang kondisi finansial kamu akan menjadi lebih utuh dan jelas.

  • Buat Alokasi Pengeluaran

Saatnya kamu menyusun alokasi pengeluaran. Kamu dapat memperkirakan berbagai jenis pengeluaran yang akan dibuat ke depan. Hitung jumlahnya secara realistis.

Untuk mempermudah penyusunannya, kamu disarankan untuk membagi aneka jenis pengeluaran ke dalam beberapa kategori. Sebagai contoh, pengeluaran kamu dapat digolongkan menjadi pengeluaran tetap dan pengeluaran tidak tetap.

Pengeluaran tetap mengacu pada jenis pengeluaran yang jumlahnya selalu sama setiap bulan. Kamu bisa dengan mudah mengalokasikan jenis pengeluaran ini, yakni dengan melihat catatan pengeluaran sebelumnya. Misalnya, cicilan kredit rumah, biaya sewa kos, atau cicilan kendaraan.

Sedangkan, pengeluaran tidak tetap meliputi berbagai hal yang nilainya bisa fluktuatif. Jumlahnya bisa naik atau turun sesuai dengan kondisi. Contohnya, biaya bahan bakar kendaraan, hiburan, groceries, hingga bersantap di restoran.

Namun, alokasi dana jangan melulu untuk pengeluaran, alokasikan juga dana untuk investasi dan tabungan. Keduanya harus tetap dianggarkan.

Semakin terperinci alokasi bujet, semakin baik bagi kamu. Harapannya, tak ada pengeluaran “kejutan” di tengah periode anggaran karena sebelumnya tidak dianggarkan.

  • Bandingkan Pengeluaran dengan Pemasukan

Setelah menyusun alokasi pengeluaran, kini kamu dapat membandingkannya dengan total pendapatan yang dimiliki. Prinsipnya, pemasukan harus lebih tinggi dibandingkan pengeluaran. Dengan demikian, masih ada dana yang tersisa untuk ditabung atau diinvestasikan.

Jika memang seperti itu, pembuatan anggaran keuangan pribadi sudah tepat. Namun, lain halnya jika jumlah pengeluaran malah lebih besar dibandingkan pendapatan. Penyesuaian bujet harus dilakukan.

  • Lakukan Penyesuaian Jika Diperlukan

Kalau alokasi pengeluaran lebih besar dari pendapatan, saatnya kamu melakukan penyesuaian anggaran. Silakan memangkas bujet untuk pengeluaran tidak tetap.

Kamu bisa melakukannya dengan mengurangi jumlahnya atau malah menghapus pos pengeluaran yang tidak esensial. Pilih saja pos pengeluaran mana yang hendak dikurangi. Namun, hasilnya harus membuat jumlah pengeluaran lebih rendah dibandingkan pemasukan. Kalau kamu masih belum mendapatkannya, teruslah mencari pengeluaran yang bisa dipangkas.

Baca juga: 5 Tips Mempertahankan Rencana Anggaran Keuanganmu

Menyusun anggaran keuangan pribadi tidak serumit yang dibayangkan. Prinsip utamanya,pengeluaran tidak melebihi pemasukan.

Setelah menyusunnya, pastikan kamu menepati bujet yang sudah dianggarkan. Kendati demikian, pelaksanaannya tidak harus terlalu kaku. Kamu bisa fleksibel dengan kondisi nyata yang dihadapi.

Sebagai contoh, ketika bujet pos A mendadak lebih tinggi dari alokasi, kamu bisa mengambil dana dari anggaran pos B yang berlebihan. Namun, jumlahnya harus tetap dikontrol sesuai dengan anggaran keuangan pribadi yang sudah dirancang. Terapkan dengan cerdas dan bertanggung jawab agar tidak ada pengeluaran yang berlebih.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu