15 Minutes With: Tertarik Memulai Investasi Emas Berjangka? Simak Caranya di Sini

138
investasi emas berjangka

Halo Valbury, salam kenal. Saya Hendri, karyawan swasta. Instrumen emas saat ini dinilai sebagai sarana investasi yang menarik. Dari beberapa tulisan yang saya baca, selain membeli emas biasa, kita juga bisa melakukan investasi emas berjangka. Apa sih perbedaan antara investasi emas berjangka dengan investasi emas biasa?

Apabila hendak berinvestasi emas berjangka, apa saja yang harus saya lakukan? Bagaimana tata cara investasinya, dan berapa modal awalnya Terima kasih Valbury atas penjelasannya.

Jawaban

Halo Hendri, terima kasih atas pertanyaannya. Pamor emas memang tengah naik daun. Ini terlihat dari harganya yang terus menjulang tinggi di seluruh dunia. Di Indonesia, harga emas fisik Antam sempat mencapai Rp 1 juta per gram pada 5 November 2020.

Baca juga: Serba-Serbi Investasi Emas

Nah, mungkin banyak dari kita yang bertanya-tanya, mengapa harga emas justru melesat ketika resesi melanda akibat pandemi Covid-19? Padahal, kinerja produk investasi lain terjun bebas di masa pandemi.

Pamor emas bersinar di tengah resesi ekonomi karena emas dianggap sebagai safe haven, yaitu aset yang nilainya stabil bahkan cenderung meningkat sewaktu kondisi ekonomi bergejolak. Selain itu, nilai emas dalam jangka panjang relatif mampu mengalahkan laju inflasi. Jadi, para investor lebih suka menempatkan asetnya dalam instrumen emas demi menghindari kerugian yang lebih besar akibat anjloknya kinerja pasar keuangan.

Lantas, apa bedanya investasi emas biasa dengan investasi emas berjangka?

Jika berinvestasi emas biasa, berarti kita hanya membeli dan menyimpan emas dengan harapan bahwa nilainya kelak meningkat di masa depan. Ini adalah cara investasi emas konvensional. Emas fisik bisa kita pegang dan sewaktu-waktu bisa dijual untuk merealisasikan keuntungan. Emas fisik bahkan dapat menjadi alat gadai.

Kalau kita melakukan investasi emas berjangka, artinya, kita hanya memperdagangkan dan mentransaksikan nilai kontraknya. Dengan demikian, kita tak perlu mengeluarkan uang sebesar modal yang sebenarnya. Investor emas berjangka tidak harus membeli 100% dari nilai emas yang diperdagangkan. Investor bisa sekadar membeli 1-2% dari harga barang. Perubahan harga dalam perdagangan emas berjangka juga lebih fluktuatif layaknya trading saham. Jika sudah memiliki akun online, investor dapat melakukan transaksi emas berjangka.

Baca juga: Investasi Emas, Kian Berkilau di Tengah Pandemi

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Apabila kita hendak berinvestasi dalam emas berjangka, kita harus mempelajari seluk-beluk produk tersebut. Pahami secara cermat mengenai perdagangan berjangka. Selain itu, kita perlu menguasai keahlian analisis fundamental dan teknikal, serta memahami risiko investasi emas berjangka. Lalu, pilihlah pialang yang tepercaya dan terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Berapa modal awal untuk memulai investasi di emas berjangka? Cukup dengan US$ 200, kita sudah bisa membuka rekening di sebagian besar pialang yang terdaftar di Bapebbti, dan mulai berinvestasi. Nilai setoran awal yang ditawarkan oleh pialang luar negeri rata-rata lebih murah lagi. Akan tetapi, kalau investor menemui masalah di kemudian hari, mereka tidak dapat melaporkannya ke Bapebbti. Soalnya, pialang luar negeri tersebut tidak terdaftar di Bapebbti.

Baca juga: Tiga Resep Hindari Investasi Emas Abal-Abal

Harap diingat, jangan pernah mempercayai pialang yang meminta Anda untuk menyetorkan modal secara tunai. Dana investasi seharusnya disetorkan ke rekening terpisah milik sekuritas atau perusahaan berjangka yang berada dalam pengawasan Kliring Berjangka Indonesia (KBI).

Semoga penjelasannya bisa membantu, ya. Terima kasih.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu