Tentukan Goals Kelola Keuangan dengan Piramida Maslow

105
tips pengelolaan keuangan

Pengelolaan keuangan jadi hal paling penting agar hidup bisa berjalan lancar. Namun, sebelum mulai mengelola keuangan, ada fase-fase yang harus dipahami terlebih dulu nih. Tujuannya, biar kamu bisa punya tujuan finansial yang terarah.

Apalagi, banyak orang yang masih bingung untuk mulai pengelolaan keuangan dari mana. Hasilnya, banyak yang nekat investasi saham dengan dana pengeluaran sehari-hari tanpa tujuan yang jelas. Di sisi lain, ada juga yang bertahun-tahun hanya memiliki tabungan di bank karena selalu merasa khawatir takut dengan risiko investasi.

Sementara itu, pandemi Covid-19 yang terjadi pada 2020 ini pun telah membuka mata banyak kalangan muda pentingnya dana darurat. Sebuah dana yang bisa digunakan sewaktu-waktu seperti tiba-tiba pendapatan rutin dari gaji mendadak hilang karena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau faktor lainnya.

Namun, pemahaman dana darurat pun membuat para kalangan muda makin bingung untuk memulainya dari mana. Bahkan, ada yang bingung, di mana sih penempatan dana darurat itu seharusnya.

BACA JUGA: Atur Ulang Investasi Pasca Pandemi, Pupuk Dana Darurat atau Curi Kesempatan Cuan? 

Biar tidak bingung lagi, fase keuangan yang merujuk ke 5 hierarki atau piramida kebutuhan manusia ala Abraham Maslow dalam studinya A Theory Human Motivation bisa dijadikan acuan untuk tujuan pengelolaan keuangan.

Awalnya, hierarki ini digunakan untuk melihat psikologis manusia dari kebutuhannya. Namun, piramida ala Maslow itu pun digunakan ke banyak sektor keilmuan, salah satunya untuk melihat fase keuangan manusia.

Dengan melihat 5 hierarki ala Maslow ini, kamu bisa tahu apa saja sih fase keuangan dalam kehidupan. Jadi, kamu bisa mulai menentukan tujuan dalam mengelola keuangan

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Fase 1: Kebutuhan Dasar

 

Kebutuhan dasar seperti, makan, minum, pakaian, sampai tempat tinggal berada di posisi piramida Maslow paling bawah alias fase pertama. Bisa dibilang, fase ini wajib kamu penuhi terlebih dulu sebelum melangkah ke tahap selanjutnya.

Kebutuhan pada fase ini sifatnya wajib atau tidak tergantikan. Jadi, sebelum memutuskan mau berinvestasi, kamu harus pikirkan apakah kebutuhan dasar sudah benar-benar terpenuhi.

Khusus tempat tinggal, kamu tidak harus membelinya terlebih dulu, tetapi bisa juga menyewa dengan alasan lebih terjangkau.

Soalnya, kebutuhan manusia pada fase ini tidak memikirkan kenyamanan,tetapi sekadar untuk memenuhi kebutuhan agar bisa tetap hidup. Jika dengan bahasa keuangan, tahapan ini adalah pengeluaran sehari-hari yang digunakan untuk kehidupan.

Fase 2: Keamanan dan Keselamatan

Setelah kebutuhan dasar sudah bisa terpenuhi, kamu bisa mulai memikirkan keamanan dan keselamatan di masa depan. Dalam dunia keuangan, keamanan dan keselamatan itu merujuk ke kebutuhan dana darurat dan asuransi kesehatan pribadi.

Dana darurat adalah uang yang disimpan dalam instrumen investasi atau tabungan yang bisa diambil sewaktu-waktu. Untuk itu, penyimpanan dana darurat lebih baik ke instrumen investasi yang mudah dicairkan seperti, reksa dana pasar uang, deposito, dan emas.

Selain itu, kebutuhan manusia pada tahapan ini juga termasuk kebutuhan asuransi kesehatan untuk meredam risiko jika mengalami sakit atau kecelakaan. Asuransi sangat berguna untuk meredam risiko tidak terduga di masa depan yang bisa memengaruhi kondisi keuangan.

BACA JUGA: Yakin Kamu Sudah Paham Asuransi? Coba Jawab Empat Pertanyaan Ini

Di sisi lain, kebutuhan manusia pada fase piramida kedua Maslow ini juga mulai memikirkan jenjang karier dalam pekerjaan, agar kamu bisa dengan mulus masuk ke fase piramida Maslow selanjutnya.

Fase kedua ini, kamu juga mulai membuka diri untuk membeli rumah secara kredit. karena kamu mulai menginginkan kenyamanan dan keamanan yang lebih baik. Kebutuhan pembelian rumah ini juga sebagai jalan untuk masuk ke tahap ke-3.

Lalu, kamu juga mulai memikirkan dana pensiun pada fase ini. Dengan harapan, keuanganmu bisa tetap aman di hari tua nanti. Dana pensiun memang lebih baik dipersiapkan sejak dini secara pribadi.

Fase 3: Kebutuhan Sosial

tips pengelolaan keuangan

Fase ketiga dalam piramida kebutuhan manusia ala Maslow adalah kebutuhan sosial. Artinya, kamu sudah mulai memikirkan kebutuhan lain selain pribadi seperti, pasangan dan anak alias mulai berkeluarga.

Selain berkeluarga, pada tahap ini kamu juga mulai memikirkan hubungan pertemanan yang lebih intim lagi dibandingkan dengan sebelumnya. Misalnya, kamu rela mengeluarkan uang banyak untuk membelikan hadiah kepada sahabat karibmu yang jadi partner nongkrong bareng setiap minggunya.

Untuk memenuhi kebutuhan sosial, kamu mulai memikirkan asuransi kesehatan keluarga, asuransi jiwa, dan tabungan pendidikan anak. Asuransi jiwa muncul di kebutuhan sosial karena fungsinya untuk memberikan bantuan finansial kepada keluarga jika kamu mengalami hal tidak terduga.

Di sini, kamu pun mulai agresif mencari instrumen investasi jangka menengah panjang untuk kebutuhan keluarga seperti, pendidikan anak hingga kuliah.

Fase 4: Penghargaan Diri

Tahapan piramida Maslow ke-4 ini bisa dibilang menjadi waktunya kamu memberikan penghargaan kepada diri sendiri. Penghargaan itu bisa dalam berbagai bentuk untuk memenuhi kebutuhan apresiasi atas kinerja yang telah dicapai sampai pengakuan dari orang lain.

Beberapa contoh penghargaan diri antara lain, liburan, merawat diri, sampai penyaluran hobi. Pada tahapan ini, kamu sudah memiliki dana darurat, asuransi, dan portofolio investasi. Jadi, kamu bisa leluasa untuk memberikan penghargaan kepada diri sendiri atas kerja keras selama ini.

BACA JUGA: Sebelum Terlambat, Kenali Gejala Belum Merdeka Keuangan

Salah satu kebutuhan penghargaan diri lainnya adalah menikmati kebebasan finansial lebih cepat. Jadi, kamu sudah bisa menikmati hasil investasi yang dipupuk sejak lama untuk kebutuhan dasar hingga sosial.

Hal itu bikin kamu bisa milih untuk tetap bekerja atau menikmati masa pensiun lebih cepat.

Fase 5: Aktualisasi Diri

Tips Pengelolaan Keuangan

Fase keuangan terakhir dari piramida Maslow ini menunjukkan kebutuhan manusia yang ingin hidup sesuai keinginannya.

Artinya, kamu bisa membuat karya atau bekerja sesuai dengan idealisme. Lalu, bisa juga membuat lembaga amal atau kegiatan filantropi seperti yang dilakukan para taipan, serta bisa membangun gaya hidup yang ideal.

Jika fase tahap awal adalah kebutuhan yang jadi prioritas untuk dipenuhi. Pada tahap terakhir ini, kebutuhan itu muncul untuk memenuhi keinginan pertumbuhan pencapaian secara pribadi saja.

Namun, piramida Maslow ini tidak harus kaku melewati tahapan-tahapan sesuai dengan fasenya. Kini, kebutuhan manusia bisa saja berubah setelah kebutuhan dasar langsung ke kebutuhan sosial, penghargaan diri, sampai aktualisasi diri. Selain itu, ada juga setelah mencapai tahapan keselamatan dan keamanan, kebutuhan seorang manusia langsung loncat ke penghargaan diri hingga aktualisasi diri.

Meskipun begitu, piramida Maslow ini tetap bisa jadi gambaran buat kamu untuk menentukan tujuan dalam mengelola keuangan? kira-kira sekarang kamu sudah sampai fase piramida Maslow yang ke berapa nih?

Jika kamu belum punya arah tujuan untuk mengelola keuangan. Piramida Maslow ini bisa dijadikan tujuan bahkan resolusi untuk tahun depan. Kira-kira apa resolusi keuanganmu di tahun depan?

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu