Apa Mungkin Kebiasaan Berutang Dihilangkan?

351
berutang

Anda punya kebiasaan berutang? Jangan khawatir, tidak selamanya utang itu buruk, namun apakah Anda dalam kondisi layak finansial ketika memiliki utang? Pada dasarnya, seorang harus berutang untuk memiliki atau mewujudkan sesuatu yang mereka butuhkan atau inginkan di kala mereka tidak memiliki uang yang cukup.

Baca juga: 8 Langkah Mengatasi Beban Cicilan Utang Saat Pandemi

Secara garis besar, utang dibagi menjadi dua yaitu utang konsumtif dan produktif. Disebut konsumtif ketika tujuannya untuk hal-hal yang bersifat konsumsi seperti belanja kebutuhan pokok, membeli barang hobi, kendaraan bermotor, dan lain sebagainya.

Utang juga bisa dikatakan produktif jikalau tujuannya adalah untuk keperluan modal usaha atau membeli aset yang nilainya mengalami kenaikan di masa yang akan datang.

Mungkinkah seorang memiliki gaya hidup bebas utang? Tentu saja mungkin.

Namun untuk memiliki gaya hidup tersebut, lakukanlah beberapa hal di bawah ini.

Memiliki laporan arus kas yang sehat

berutang

Tidak hanya perusahaan yang butuh laporan arus kas, rumah tangga seseorang pun butuh. Tujuannya adalah untuk menghindari tergerusnya tabungan kita.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Nilai arus kas bersih didapat dari hasil pengurangan total pendapatan dan pengeluaran bulanan. Apabila selisih dari pengurangan itu minus, tandanya kita mengalami defisit arus kas karena pengeluaran kita lebih besar dari pendapatan.

Alhasil kita harus mengambil uang ditabungan kita untuk bertahan hidup, atau yang lebih parahnya lagi berutang.

Untuk mengatasi masalah ini, Anda bisa menambah pemasukan Anda lewat kerja sampingan atau dari investasi pendapatan tetap. Namun bila tidak memungkinkan, satu-satunya cara adalah dengan mengurangi pengeluaran.

Ketahui utang-utang Anda

Selain laporan arus kas, Anda juga harus memiliki neraca. Laporan neraca berisikan daftar aset dan utang-utang yang kita miliki.

Lewat laporan tersebut, Anda pun bisa mengetahui nilai kekayaan bersih Anda. Caranya adalah dengan mencari nilai total aset dikurangi dengan total utang Anda.

Setelah Anda mengetahui daftar utang-utang Anda, prioritaskan untuk segera melunasi utang yang bersifat konsumtif dan berbunga besar. Sebut saja seperti utang cicilan kartu kredit, atau payday loan di situs pinjaman online bila Ada.

Berbeda dengan utang produktif, utang konsumtif tidak akan pernah menambah nilai aset Anda. Utang tersebut justru akan menimbulkan pengeluaran pasif tiap bulan.

Baca juga: Gunakan Metode Bola Salju Sebagai Cara Melunasi Utang

Fokus pada kebutuhan bukan keinginan

Ketika kita ingin membeli barang, maka pastikan bahwa barang tersebut merupakan yang kita butuhkan atau yang wajib dikeluarkan. Bukan sekedar keinginan belaka.

Pengeluaran wajib dan butuh bisa dikategorikan sebagai pengeluaran berupa pembayaran pajak, cicilan utang, pembelian barang untuk kebutuhan pokok, dan lainnya. Bukan pengeluaran untuk belanja barang hobi, traveling, atau hal-hal yang termasuk kebutuhan tersier.

Cara ini merupakan cara yang cukup cerdas untuk mengurangi pengeluaran yang akhirnya bisa menyehatkan laporan arus kas Anda.

Ketika Anda harus berutang, maka pastikan saja utang tersebut memang untuk tujuan produktif. Seperti membeli rumah, menambah modal usaha untuk ekspansi, atau mencicil emas.

Baca juga: Resiko Ganda di Balik Utang untuk Investasi

Lakukan kebiasaan-kebiasaan di atas secara disiplin

berutangkia

Tidak ada kesuksesan tanpa sifat yang konsisten dan disiplin. Mengetahui cara-cara di atas tetap saja tidak cukup jika Anda tidak komitmen dan disiplin untuk mempraktekkannya.

Bagi mereka yang memiliki kebiasaan berutang, menerapkan strategi keuangan baru tentu akan dirasa sulit. Namun seiring dengan berjalannya waktu, Anda pun akan bisa karena terbiasa.

Ketika Anda merasa berat dalam tantangan-tantangan di atas, maka sadarlah bahwa gaya hidup berutang tentu akan membuat Anda lebih sehat secara finansial dan psikologis.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu