7 Cara Mudah mengumpulkan Dana Pensiun

100
dana pensiun

Tanpa dana pensiun yang cukup, seseorang akan terus bekerja di usia lanjut. Patut pula untuk diketahui bahwa, di saat usia kita menginjak kepala lima, besar kemungkinan kita tidak lagi memiliki tenaga dan semangat yang sama seperti di saat kita berusia kepala dua.

Tujuan dari memiliki dana pensiun adalah agar Anda bisa hidup mandiri secara finansial di masa tua.

Kunci keberhasilan utama yang menentukan besaran dana pensiun kita di masa yang akan datang adalah pengeluaran tahunan kita. Lantas berapakah dana pensiun yang kita butuhkan di masa tua nanti? Dan bagaimanakah caranya untuk mengumpulkannya?

Baca juga: Investasi Dana Pensiun Bagi Pekerja Pemula

Cari tahu pengeluaran tahunan Anda

dana pensiundana pensiun

Anggap saja saat ini kita berusia 30 tahun dengan pengeluaran bulanan sebesar Rp 8,3 juta perbulan. Maka bisa diartikan bahwa dalam setahun pengeluaran kita jika dibulatkan bisa mencapai Rp 100 juta.

Pengeluaran yang sebesar Rp 100 juta itu kita gunakan untuk membayar pendidikan anak, utang, biaya hidup, dan lainnya.

Apakah sudah selesai sampai di sini? Tentu saja tidak.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Ketahui kapan Anda akan berhenti bekerja

Kapan Anda ingin pensiun dan berhenti bekerja? apakah di usia 55 tahun, 60 tahun, atau berapa? Jika kita berniat untuk pensiun di usia 55 tahun, maka apakah dana sebesar Rp 100 juta memiliki nilai yang sama dalam 25 tahun ke depan? Tentu saja tidak, karena setiap tahunnya akan ada inflasi atau kenaikan barang dan jasa.

Langkah selanjutnya, Anda harus mengetahui berapa jumlah pengeluaran Anda ketika Anda menginjak 55 tahun.

Hitung pengeluaran di hari tua dengan asumsi inflasi

Bila kita menggunakan asumsi inflasi 4% per tahun, maka berapakah nilai Rp 100 juta dalam 25 tahun ke depan? Untuk mengetahui nilai tersebut, Anda bisa menggunakan perhitungan time value of money dengan rumus:

PV (Present Value) = Rp 100 juta

n (jangka waktu) = 25 tahun

i (bunga/tingkat inflasi) = 4%

FV (Future Value) = ?

FV = PV (1+n)i

FV = Rp 100.000.000 (1+0,04)25 = Rp266.583.633

Jadi, dana Rp 100 juta akan setara dengan Rp266.583.633 dalam 25 tahun ke depan jika asumsi inflasi tahunan adalah 4%. Besar kemungkinan, jika Anda mempertahankan gaya hidup yang sama di masa tua, maka pengeluaran Anda di masa pensiun mencapai Rp 266 juta.

Tentukan harapan hidup Anda

Menentukan angka harapan hidup bagi diri kita sendiri akan sangat membantu untuk mengetahui besaran dana pensiun yang kita butuhkan.

Anggap saja harapan hidup kita adalah di usia 75 tahun. Maka dana pensiun yang kita butuhkan harus bisa mencukupi kebutuhan hidup kita selama 20 tahun (75 tahun – 55 tahun).

Dana pensiun = Rp266.583.633 x 20 tahun = Rp 5,3 miliar.

Bagaimana cara kita mendapatkan uang sebesar Rp 5,3 miliar dalam waktu 20 tahun ke depan?

Baca juga: Investasi Paska Pandemi, Dana Darurat atau Kesempatan Cuan?

Lakukan investasi jangka panjang

Dalam studi kasus di atas, jangka waktu investasi selama 20 tahun bisa dikatakan sebagai jangka waktu yang cukup panjang. Oleh karena itulah, Anda bisa lebih fleksibel dalam memilih instrumen investasi.

Anda bisa memilih instrumen tinggi fluktuasi dan tinggi imbal hasil seperti saham, reksa dana saham, atau reksa dana campuran. Atau bagi yang memiliki profil risiko konservatif, bisa memilih instrumen pendapatan tetap seperti surat utang negara atau swasta, atau deposito.

Selain itu, Anda pun bisa memilih logam mulia atau instrumen investasi yang tidak terlalu likuid seperti properti.

Manfaatkan DPLK untuk menambah ketersediaan dana pensiun

Bagi Anda yang memang belum disiplin berinvestasi, membuka akun Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) merupakan ide yang cukup bijak. DPLK yang disediakan lembaga keuangan sejatinya memiliki konsep yang serupa dengan reksa dana.

DPLK memiliki jenis yang berbeda-beda tergantung dari underlying asset (aset dasarnya). Ada DPLK pasar uang, pendapatan tetap, atau campuran.

DPLK juga hanya bisa ditarik ketika memasuki masa pensiun, atau paling cepat 10 tahun sebelum masa pensiun Anda tiba.

Jangan buru-buru mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan

dana pensiun

Bagi Anda yang bekerja sebagai karyawan, Anda pasti menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Secara otomatis, Anda pun tergabung dalam program Jaminan Hari Tua (JHT).

Dana JHT bisa saja dicairkan saat kita mengundurkan diri atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di tempat kerja kita. Namun jangan buru-buru mencairkan dana JHT BPJS Ketenagakerjaan yang sudah terkumpul.

Cairkan saja JHT Anda di masa tua agar bisa menjadi tambahan dana pensiun Anda. Dana JHT tersebut tentu jumlahnya sudah luar biasa besar, mengingat masa kerja Anda di perusahaan sudah lama.

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan seputar dana pensiun, soal bagaimana menghitung jumlahnya dan cara mengumpulkannya. Patut diketahui bahwasannya tidak semua dari kita mendapat fasilitas pensiun dari tempat kerja, oleh karena itu kita pun harus bisa mengumpulkannya dengan cara mandiri.

Baca juga: Kenali Langkah-Langkah Persiapan Pensiun

Meski demikian, patut pula dipahami bahwa jangan memprioritaskan dana pensiun sebelum kita memiliki dana darurat dan mengalokasikan dana untuk manajemen risiko.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu