Vaksin Mulai Jadi Jawaban, Inilah 5 Investasi Pilihan Tahun 2021

153
investasi

Tahun baru 2021 sudah di depan mata. Setelah tahun 2020 terlewati oleh kelamnya pandemi Covid-19 yang memicu resesi perekonomian, harapan baik sepertinya mulai tampak jelang pergantian tahun baru. Harapan itu terlihat dari perkembangan produksi vaksin oleh beberapa produsen vaksin besar dunia yang dikabarkan telah mulai menampakkan hasil. Termutakhir, vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh perusahaan farmasi raksasa Pfizer diklaim memiliki efektivitas hingga 95%. Beberapa negara sudah memberikan izin darurat penggunaan vaksin Covid-19 yaitu China, Rusia, Uni Emirat Arab, Bahrain, Inggris, hingga India.

Baca juga: Investasi Saat Corona? Intip Pilihannya Berikut

Vaksin dianggap sebagai kunci utama agar pandemi global ini bisa lebih terkendali dan berakhir sehingga kehidupan kembali normal. Perkembangan vaksin ini tentu kabar baik bagi kita semua, tak terkecuali bagi nasib investasi di pasar finansial. Bursa saham di Asia langsung meroket mendengar Inggris mulai mendistribusikan vaksin pada warga mereka. Optimisme ini bisa berlanjut di tahun 2021 seiring makin meluasnya pemberian vaksin Covid-19 untuk mengakhiri pandemi. Nah, investasi apa yang menarik untuk dipilih di tengah mulai meningkatnya optimisme berakhirnya pandemi Covid-19 ini? Yuk, simak di bawah ini pilihan-pilihan yang bisa kamu pertimbangkan:

1. Reksa Dana Pendapatan Tetap

Selama pandemi melanda yang memicu resesi perekonomian, kinerja reksa dana pendapatan tetap atau fixed income mutual fund sangat cemerlang. Ketika banyak instrumen investasi seperti saham dan reksa dana saham anjlok harganya hingga nilainya minus, reksa dana pendapatan tetap berhasil mencetak kinerja positif. Mengutip Bareksa, indeks reksa dana pendapatan tetap setahun terakhir (year-on-year) hingga 10 Desember 2020, mencapai 6,3% dan dalam 5 tahun terakhir berhasil tumbuh sebesar 32,9%.

Tahun depan, reksa dana pendapatan tetap diperkirakan akan melanjutkan kinerja cemerlangnya. Ini tidak terlepas dari karakter reksa dana ini yang memiliki risiko moderat-rendah dan cocok menjadi pilihan para investor dengan profil risiko konservatif. Kendati kabar vaksin Covid-19 sudah semakin terang, masih belum ada jaminan perekonomian global akan bangkit dalam waktu cepat. Jadi, bisa dibilang, risiko pun masih cukup tinggi. Di saat yang sama, tren suku bunga masih terus di level rendah untuk menstimulasi pertumbuhan. Maka itu, reksa dana pendapatan tetap masih akan menjadi pilihan menarik untuk investasi kamu tahun depan. Reksa dana jenis ini juga bisa kamu gunakan untuk mendukung tujuan keuangan jangka pendek di bawah 5 tahun.

2. Reksa dana pasar uang

investasi

Di tengah ketidakpastian yang masih berlangsung kendati harapan dalam bentuk vaksin mulai menumbuhkan optimisme, bersikap konservatif masih merupakan pilihan sikap yang bijak. Selain reksa dana pendapatan tetap, reksa dana pasar uang termasuk yang berkinerja luar biasa sepanjang tahun 2020. Di tengah pandemi, reksa dana pasar uang masih mampu mencetak pertumbuhan positif. Indeks reksa dana pasar uang syariah, sebagai contoh, selama setahun terakhir mampu tumbuh 2,17%. Sedangkan reksa dana pasar uang konvensional dalam tiga tahun terakhir masih tumbuh 9,02%.

Tahun 2021, reksa dana pasar uang masih tepat menjadi pilihan kamu yang enggan mengambil risiko. Reksa dana pasar uang bisa menjadi tempat mendiversifikasi dana darurat kamu supaya tidak hanya terparkir di rekening perbankan saja. Dengan peluang pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan produk simpanan bank, risiko reksa dana pasar uang yang relatif lebih rendah dibanding jenis reksa dana lain, bisa membantu kamu memperkuat dana darurat.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

3. Obligasi ritel

Sepanjang tahun 2020, pemerintah menerbitkan sekitar enam Surat Berharga negara (SBN). Obligasi ritel itu terdiri atas obligasi ritel Indonesia (ORI), sukuk ritel, sukuk tabungan dan saving bond ritel (SBR). Berbagai jenis SBN tersebut menarik minat banyak investor ritel karena obligasi ritel dinilai risikonya rendah dengan imbal hasil yang lumayan menarik. Mengutip pemberitaan Bareksa.com, di masa pandemi ini penawaran SBN ritel malah mencapai rekor dengan jumlah investor menembus 44 ribu investor di mana mayoritas merupakan investor muda. Bukan cuma itu, rekor penjualan tertinggi SBN ritel juga dicatatkan oleh SR013, sukuk ritel, senilai Rp25 triliun.

Untuk tahun 2021, kamu bisa mempertimbangkan juga berinvestasi di instrumen berpendapatan tetap seperti SBN ritel ini. Pemerintah biasanya rutin menerbitkan beberapa jenis obligasi ritel yang dapat kamu pilih untuk mendiversifikasi investasi. Di tengah tren bunga rendah, SBN ritel umumnya masih memberikan tingkat kupon di atas rata-rata deposito bank. SBN ritel tepat menjadi pilihan investor berprofil konservatif yang menginginkan imbal hasil cukup tinggi. Dengan rata-rata jangka waktu investasi di bawah 5 tahun, SBN ritel cocok dipilih untuk mendukung tujuan keuangan jangka menengah-pendek.

Baca juga: Pilihan Investasi Menguntungkan Saat Inflasi

4. Reksa Dana Saham

investasi

Selama pandemi melanda, kinerja reksa dana saham memang terpuruk cukup parah. Hal itu tidak terlepas dari kejatuhan instrumen yang menjadi aset dasarnya, yakni saham. Indeks reksa dana saham setahun terakhir masih tercatat minus 9,37%. Bahkan, dalam 5 tahun terakhir tingkat return reksa dana saham juga tersapu sampai minus 6,47% (Bareksa, 10 Desember 2020).

Posisi tersebut sebenarnya sudah cukup membaik seiring makin terangnya perkembangan vaksin Covid-19. Bila penanganan pandemi semakin terkendali dan resesi perekonomian berangsur bangkit kembali, bukan tidak mungkin reksa dana saham akan kembali berkibar. Reksa dana saham tepat menjadi pilihan untuk mendukung tujuan keuangan jangka panjang. Jadi, dengan time horizon di atas 5 tahun, instrumen investasi ini masih menjanjikan.

5. Saham

Saham adalah instrumen investasi yang paling rontok harganya selama pandemi melanda. Hal yang wajar mengingat saham adalah instrumen paling berisiko. Sehingga ketika terjadi guncangan, imbasnya besar. Menurut tim analisis Valbury, apabila kamu berminat berinvestasi di saham, saat ini adalah momen yang tepat untuk memulai. Pasalnya, masih banyak saham yang harganya terdiskon atau undervalued. Sektor saham yang masih layak dikoleksi salah satunya adalah saham sektor konsumsi. Ini karena sektor saham konsumsi terlihat masih tertinggal pergerakan harganya dibandingkan saham-saham sektor lain yang harganya sudah mulai naik.

Jadi, bila kamu memiliki rencana keuangan jangka panjang di atas 5 atau 10 tahun, masuk ke instrumen saham saat ini di kala harganya masih terdiskon adalah keputusan yang tepat.

Baca juga: Investasi Menguntungkan Bermodal Minim

Itulah 5 pilihan investasi yang bisa kamu pertimbangkan untuk tahun 2021. Pilih investasi sesuai profil risiko kamu dan tujuan keuangan. Semoga cuan!

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu