15 Minutes With: Pandemi Masih Berlanjut, Tepatkan Investasi Saham Sekarang?

183
investasi saham

Halo Valbury, salam kenal. Nama saya Sapta, karyawan swasta di sebuah startup di Jakarta Selatan. Saya tertarik berinvestasi di pasar modal, khususnya saham, sejak lama. Namun, sampai hari ini hal itu belum bisa saya realisasikan karena saya merasa ilmu yang saya miliki tentang investasi saham masih sangat minim. Selain itu, saya sendiri masih khawatir dengan risiko kerugiannya.

Sejak pandemi Covid-19 melanda, saya sering membaca berita di media online tentang kejatuhan pasar finansial dan membuat harga saham-saham katanya tengah diskon besar. Yang ingin saya tanyakan, apakah saat ini adalah waktu yang tepat untuk memulai investasi di saham? Bila memang iya, sektor saham apa saja yang tepat menjadi pilihan di tengah pandemi seperti ini serta bagaimana prospek ke depan kelak.

Terima kasih atas jawabannya.

Jawaban

Halo Sapta, salam kenal juga, ya. Menurut penilaian dan analisis tim kami, saat ini adalah waktu yang tepat untuk memulai investasi saham. Memang benar, saat ini seiring perkembangan situasi karena pandemi dengan kemajuan kabar vaksin, arah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan tren naik (uptrend). Akan tetapi, bila diperhatikan lebih jauh, sebenarnya masih banyak saham yang harganya masih belum pulih ke posisi sebelum pandemi terjadi.

Baca juga: Tertarik Investasi Emas Berjangka? Simak Caranya Di Sini

Sektor saham yang masih layak diincar di antaranya adalah sektor konsumsi. Sejauh ini terlihat sektor saham konsumsi masih tertinggal kenaikan harganya bila dibandingkan dengan saham-saham di sektor lain yang harganya sudah naik terlebih dulu. Sektor konsumsi masih menjanjikan dan bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin mengoleksi saham. Pasalnya, sektor konsumsi tahun depan diharapkan akan kembali bangkit di mana kelas menengah atas tidak lagi menahan konsumsi. Jadi kebangkitan konsumsi kelas menengah atas itu akan menjadi kunci pertumbuhan konsumsi pada tahun 2021.

Maka itu, ketika kini harga saham-saham di sektor konsumsi masih belum pulih, itu memungkinkan kamu mendapatkan saham yang harganya masih undervalued (di bawah harga wajar). Ketika kelak pemulihan perekonomian semakin menunjukkan perkembangan yang jelas, pemodal bisa menikmati capital gain atau keuntungan dari kenaikan harga saham.

Baca juga: Bingung Memilih Saham untuk Investasi? Coba Cara Ini

Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan. Semoga bisa membantu kamu lebih bersemangat memulai investasi saham, ya.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu