Tips Pengelolaan Keuangan untuk Menentukan Target Keuangan 2021

66
target keuangan

Target keuangan pribadi harus dipersiapkan dalam menyambut pergantian tahun. Apalagi, khusus saat ini, kamu butuh strategi khusus agar keuangan tetap aman di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai. Untuk merencanakan target keuangan pribadi, kamu harus pahami 7 fase keuangan ini.

Dalam membuat target dan rencana keuangan, kamu harus mengetahui saat ini sudah berada di tahapan keuangan yang mana. Dari penulis buku Financial Freedom Grant Sabatier sampai penulis buku The Money Boss Manifesto J.D Roth kompak mengklasifikasikan tahapan keuangan manusia menjadi 7 tahap.

Berikut ketujuh tahap fase keuangan seorang manusia:

1.Tahap 0: Masih Bergantung

Tahap ini bisa dibilang sebagai tahap awal dari semua manusia, yakni hidup dengan bergantung dari orang lain, seperti orang tua. Dalam tahap ini, bisa jadi kamu memang belum memiliki pendapatan karena belum kuliah. Selain itu, mungkin juga kamu sudah punya pendapatan, tetapi belum bisa memenuhi kebutuhan pengeluaran.

Kalau kamu berada dalam tahap ini, coba mulai tentukan target keuangan secara jangka panjang dan bagaimana cara mencapainya. Lalu, kamu juga harus mulai mengevaluasi anggaran pengeluaran selama ini.

Jika ada pengeluaran yang tidak terlalu penting, kamu bisa mulai menghapusnya untuk menekan anggaran. Semua itu dilakukan agar kamu bisa naik ke tahap selanjutnya.

2. Tahap 1: Kemandirian

target keuangan

Kamu sudah tidak lagi bergantung dengan orang tua karena pendapatan yang dimiliki sudah bisa menutup seluruh pengeluaran. Namun, pendapatan pada tahap ini masih pas-pasan banget sehingga anggaran untuk menabung dan investasi masih sedikit.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Untuk itu, tahapan investasi di sini tidak harus ke instrumen keuangan, tetapi juga bisa ke pelatihan softskill yang bisa meningkatkan nilai tambah agar bisa mendapatkan pendapatan lebih besar.

Dengan pendapatan lebih besar, kamu bisa memiliki fleksibilitas lebih longgar untuk mempersiapkan tabungan dan investasi. Jika kamu sudah memiliki fleksibilitas keuangan yang lebih longgar, berarti sudah siap untuk melaju ke tahap berikutnya.

3. Tahap 2: Stabil

Di sini, kamu sudah mulai bisa mempersiapkan dana darurat. Pada tahap ini, dana darurat menjadi penting untuk menjaga kestabilan keuanganmu jika tiba-tiba terjadi hal yang tidak diinginkan sehingga pendapatan mengalami turun atau hilang.

Contohnya, pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan ke para pekerja dari pemotongan gaji hingga kehilangan pekerjaan.

BACA JUGA: Panduan Portfolio Rebalancing Ketika Pasar Keuangan Terhempas Resesi

Di sisi lain, kamu masih memiliki beberapa kewajiban seperti utang dan lainnya di tahap ini yang belum diselesaikan. Jadi, fleksibilitas keuanganmu terbagi untuk bayar cicilan maupun menghimpun dana darurat.

Nah, tahap 0-2 ini bisa dibilang adalah upaya manusia bertahan hidup dari segi keuangan. Jadi, dalam mencapai tiga tahap ini memang akan terasa cukup berat dan harus benar-benar efisien dalam pengeluaran.

Setelah melewati tiga tahap ini, kamu akan menghadapi tahapan pengembangan kekayaan.

4. Tahap 3: Otonom

Target keuangan

Tahap ini menjadi titik awal kamu mulai mengembangkan kekayaan. Dalam tahap ini, jumlah tabungan dan investasi sudah memiliki gaji. Lalu, kamu juga sudah bebas dari kewajiban utang seperti, Kredit Pemilikan Rumah atau KPR dan sebagainya.

Namun, pendapatan pasif dari investasimu belum bisa menutup anggaran pengeluaran sehari-hari. Jadi, kamu masih mengandalkan pendapatan rutin untuk memenuhi pendapatan sehari-hari.

Meskipun begitu, kamu sudah bisa mulai merencanakan untuk membangun kehidupan sesuai dengan impian atau idealismemu. Soalnya, tahapan ini bisa dibilang sudah cukup tinggi, meski belum bisa dikatakan bebas finansial.

5. Tahap 4: Aman

Akhirnya, hasil keuntungan investasimu sudah bisa menutup pengeluaran, tetapi khusus untuk pengeluaran kebutuhan dasar. Kamu bisa saja pensiun dari pekerjaan di tahap ini, tetapi harus siap dengan kehidupan yang sederhana banget.

Kamu jangan berharap bisa beli barang mewah atau gaya hidup menengah ke atas dari hasil investasi pada tahap ini. Sarannya, kamu tetap mengembangkan kekayaan agar bisa masuk ke tahap selanjutnya, yakni bebas finansial.

6. Tahap 5: Bebas Finansial

Ini adalah tahapan yang jadi mimpi banyak orang di mana kamu sudah mencapai kebebasan finansial. Hasil investasimu sudah bisa membiayai kebutuhan dasar hingga tersier. Di tahap ini, kamu bisa mulai pensiun dari kerjaan atau bisnis yang digeluti untuk menjalankan kehidupan yang diimpikan.

Pendapatan pasif dari hasil investasimu sudah cukup untuk membiayai kebutuhan hidup hingga masa tua nanti.

7. Tahap 6: Kekayaan Melimpah

Tidak banyak orang yang bisa mencapai tahap terakhir ini. Orang yang mencapai tahap ini sudah memiliki kekayaan yang sangat berlimpah. Bahkan, hasil investasimu bisa digunakan untuk berbagai hal sampai bikin bisnis yang keuntungannya tidak akan habis tujuh turunan.

Selain itu, pada tahap ini kamu juga mulai melakukan aktivitas seperti filantropis karena sudah bingung mau digunakan untuk apa lagi uang yang begitu banyak.

BACA JUGA: Checklist: Seberapa Sehat Keuangan Kamu? Yuk, Coba Jawab 4 Pertanyaan Berikut Ini

Ketujuh tahap itu bisa kamu jadikan acuan untuk menentukan strategi pengelolaan keuangan ke depannya. Misalnya, kamu masih berada di tahap 0-2, berarti kamu dalam mode bertahan hidup yang memang harus lebih hemat lagi.

Kalau kamu sudah sampai tahap 3 ke atas, berarti tujuan selanjutnya adalah pengelolaan uang yang sudah dimiliki agar bisa memberikan pendapatan pasif yang optimal.

Tiga Langkah untuk Menentukan Tujuan Pengelolaan Keuangan

Setelah mengetahui sudah sampai tahap keuangan yang mana, kamu sudah bisa mulai menyusun dan mengelompokkan goals keuangan terlebih dulu. Namun, kamu harus menentukan goals pengelolaan keuangan secara sistematis agar target yang sudah ditentukan bisa tercapai sesuai harapan.

Berikut tiga langkah menentukan goals pengelolaan keuangan:

1.Tulis Seluruh Tujuan Pengelolaan Keuangan

Dengan menulis seluruh tujuan pengelolaan keuangan, kamu bisa langsung melakukan screening awal, mana tujuan yang masih bisa diimplementasikan dan mana yang ternyata sudah bukan tujuan utama.

Selain menyebutkan tujuan keuangan, kamu juga harus tentukan berapa dana yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut.

Misalnya, dana hari tua butuh Rp2 miliar, liburan ke luar negeri Rp100 juta, pendidikan anak Rp200 juta dan lainnya.

2. Tentukan Kapan Kamu Ingin Tujuan Itu Tercapai

Setelah menentukan apa dan berapa tujuan pengelolaan keuangan, selanjutnya kamu juga mulai tentukan kapan rencana itu akan dilakukan.

Misalnya, untuk dana pensiun kamu butuhkan sekitar 30 tahun lagi. Biaya liburan ke luar negeri 5 tahun lagi dan biaya pendidikan anak 6 tahun lagi.

3. Melakukan Skala Prioritas Tujuan Keuangan

Saat target nilai dan waktu penggunaan sudah ditentukan, kamu tinggal menentukan skala prioritas untuk penempatan dana tujuan keuangan tersebut.

Misalnya, jika waktu penggunaan dana cenderung jangka pendek, kamu bisa memilih instrumen investasi berisiko rendah. Alasannya, investasi risiko rendah berarti meredam kemungkinan nilai investasi minus saat dibutuhkan, meski memang imbal hasilnya tidak terlalu besar juga.

BACA JUGA: Cara Praktis Menyusun Anggaran Keuangan Pribadi

Lalu, jika waktu penggunaan dana cenderung jangka panjang, kamu bisa memilih mayoritas instrumen agresif. Dengan begitu, kamu punya peluang untuk mendapatkan potensi keuntungan besar jangka panjang, meski harus menghadapi volatilitas risiko kerugian jangka pendek.

Apalagi, pandemi Covid-19 tampaknya masih akan berlanjut pada tahun depan. Untuk itu, kamu harus mengatur prioritas keuangan dengan matang. Misalnya, untuk kebutuhan jangka panjang, kamu bisa mengambil keuntungan dengan membeli saham bagus di level rendah.

Namun, kamu jangan tempatkan dana untuk kebutuhan jangka pendek di saham karena fluktuasi pasarnya tidak bisa diprediksi.

Jadi, apa tujuan keuanganmu yang paling utama pada tahun depan?

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu