3 Alasan Kenapa Dana Darurat Harus Ditambah Saat Pandemi

299
Dana darurat

Anda mungkin sering mendengar anjuran dari pakar-pakar perencanaan keuangan seputar menambah ketersediaan dana darurat di masa pandemi. Namun apa tujuan sesungguhnya bila kita melakukan hal ini?

Dana darurat memang berfungsi sebagai dana yang digunakan untuk menghadapi berbagai kondisi yang tidak diinginkan dalam kehidupan kita.

Baca juga: Investasi di Masa Pandemi Apa Menguntungkan?

Ada banyak anjuran seputar besaran dana darurat. Ada yang cukup dengan tiga kali pengeluaran bulanan, ada 6 kali pengeluaran bulanan, atau bahkan 12 kali hingga lebih. Selain itu, muncul pula anjuran untuk menambah ketersediaan dana tersebut hingga mencapai 100% atau bahkan 150% di masa pandemi.

Sebelum Anda menambah ketersediaan dana darurat Anda, maka kenalilah beberapa risiko finansial yang sangat mungkin terjadi di masa pandemi ini.

Risiko berkurangnya pendapatan

Dana Darurat

Pandemi COVID-19 telah menyebabkan tekanan ekonomi yang cukup serius di Indonesia. Pandemi ini telah melumpuhkan konsumsi yang akhirnya menyebabkan deflasi.

Seperti diketahui, terjadi deflasi selama tiga bulan berturut-turut di tahun 2020. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa terhitung sejak Juli hingga Agustus 2020, Indonesia mengalami deflasi.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Meskipun terjadi inflasi pada Oktober dan November, tetap saja inflasi tahun kalender pada 2020 hanya tercatat 1,23% alias paling rendah dalam 10 tahun belakangan ini.

Jika Anda adalah pemilik usaha, maka ketahuilah bahwa pengeluaran seseorang akan menjadi pendapatan bagi Anda. Jika pengeluaran masyarakat melemah, penghasilan Anda pun bisa berkurang.

Sementara itu jika Anda adalah karyawan, besar kemungkinan gaji bulanan Anda dipotong oleh perusahaan tempat bekerja.

Itulah yang menyebabkan seseorang wajib menambah dana daruratnya.

Risiko hilangnya penghasilan juga besar

Ketika sektor usaha terus mengalami kerugian, maka tak menutup kemungkinan mereka akan melakukan efisiensi dengan memotong biaya operasional. Perusahaan bisa saja mengurangi jumlah pegawainya, atau yang lebih parah lagi adalah menutup operasinya.

Jika kondisi ini terjadi, baik pemilik usaha maupun karyawan tentu akan kehilangan sumber pendapatannya.

Apa yang terjadi jika Anda seorang pengusaha atau karyawan telah kehilangan sumber penghasilan utama? Tentu saja, dana darurat lah yang akan berperan untuk membayar segala pengeluaran pokok dan wajib Anda.

Apakah jumlah dana darurat Anda sudah cukup? Atau Anda terpaksa berhutang karena kehilangan sumber pendapatan?

Baca juga: Bijak Gunakan Dana Darurat untuk Arungi Masa Kritis

Orang terdekat Anda terpapar COVID-19

Dana Darurat

Pandemi COVID-19 bisa menyerang siapa saja, tidak terkecuali orang serumah Anda. Dan ketika hal ini terjadi, maka pengeluaran Anda akan semakin besar.

Biaya tes COVID-19 memang bisa ditanggung asuransi asalkan orang yang bersangkutan merasakan gejala-gejala penyakit ini, dan mendapat surat rujukan dokter. Namun jika Anda berniat melakukan tes secara mandiri, biaya ini tidak dapat ditanggung asuransi.

Terdapat beberapa jenis tes COVID-19 yang pastinya sering Anda dengar yaitu PCR Swab, Rapid Test Antigen/Swab Antigen, dan Rapid Test Antibodi. PCR Swab seringkali disebut paling akurat, adalah tes termahal di antara yang lain yang biayanya mulai dari Rp 800 ribuan per orang.

Ketika orang serumah terpapar, maka kebutuhan akan PCR menjadi semakin tinggi. Tidak hanya satu orang yang bakal menjalani tes ini, melainkan seluruh anggota keluarga serumah yang dinilai sempat melakukan kontak dengan yang terpapar.

Tak hanya tes COVID-19, ada pula beberapa pengeluaran yang bakal muncul ketika anggota keluarga serumah Anda terpapar COVID-19 dan menjalani isolasi mandiri.

Beberapa di antaranya adalah biaya obat-obatan, suplemen, penambahan alat sanitasi, hingga kebutuhan sehari-hari.

Itulah beberapa alasan mengapa Anda disarankan menambah jumlah dana darurat Anda di masa pandemi.

Baca juga: Harga Saham Rontok, Siapkan Dana Darurat untuk Memborong

Pada intinya, makin banyak tanggungan Anda maka makin besar pula jumlah dana darurat yang harus disediakan. Namun terlalu banyak pun tidak sehat, lantaran hal itu bisa membuat semakin besar dana menganggur yang Anda simpan di tabungan.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu