Ingin Menjadi Orang Kaya? Ikuti 5 Langkah Berikut Ini

210
tips orang kaya

Siapa, sih, yang tidak ingin menjadi orang kaya? Hampir setiap orang tidak akan menolak menjalankan hidup berkecukupan di mana semua kebutuhan dan gaya hidupnya bisa terpenuhi dengan mudah. Namun, nyatanya tidak mudah mewujudkan keinginan menjadi orang yang kaya dan sejahtera. Terkecuali kamu adalah anak seorang konglomerat sukses atau anak bangsawan yang memiliki banyak privilese ekonomi, kamu harus bekerja lebih keras dari nol dengan kemampuan sendiri agar bisa mewujudkan mimpi hidup kaya raya.

Baca juga: Tips Pengelolaan Keuangan di 2021

Namun, tahukah kamu bila hendak menjadi orang kaya tidak hanya membutuhkan kerja keras dan ketekunan mengakumulasi aset hingga jumlahnya melimpah? Banyak cerita menunjukkan, menjadi kaya raya juga perihal mentalitas atau kebiasaan hidup (habit). Kamu bisa bekerja luar biasa keras hingga mencetak pendapatan besar. Namun, bila itu tidak dibarengi mentalitas yang tepat, pendapatan besar itu seringkali tidak bertahan lama hingga gagal menjadi aset yang menyejahterakan. Maka itu, bila kamu ingin membangun keuangan sejahtera dan menjadi orang kaya, pastikan kamu memulainya dengan 7 hal berikut ini:

1. Miliki mindset yang tepat tentang uang

tips

Cara pandang yang tepat tentang uang dan kekayaan bisa membantu kamu mewujudkan kesejahteraan yang lebih langgeng. Kebanyakan orang memahami bila ingin meraih kekayaan dengan jumlah aset melimpah, maka ia harus bekerja keras sejak muda supaya bisa mendapatkan pendapatan yang terus bertambah. Kekayaan didapatkan dengan cara mengumpulkan uang yang diperoleh dari hasil kerja keras. Pandangan ini tidak sepenuhnya tepat. Memang benar dengan bekerja kamu bisa mendapatkan pendapatan yang bisa membantu kamu membangun kekayaan. Tapi, bekerja memiliki batas waktu. Setiap orang memiliki batasan masa produktif.

Kamu memang masih harus tetap bekerja agar bisa mencetak pendapatan. Akan tetapi, mulailah berpikir untuk mengubah dari pandangan “bekerja untuk mendapatkan uang” menjadi “bagaimana menjadikan uang bekerja untuk kamu”. Kamu perlu berpikir untuk mengubah setiap rupiah yang kamu hasilkan dari bekerja, menjadi pekerja untuk yang membantu kamu mengakumulasi aset hingga terus tumbuh.

Fokus kamu bukan hanya mengubah “uang bekerja untukmu” tapi juga bagaimana membuat uang yang kamu hasilkan itu bekerja keras untuk tumbuh dan terus berkembang biak sehingga nilai kekayaan bersih kamu terus meningkat dari waktu ke waktu. Pada akhirnya, ketika kamu sukses mengakumulasi aset hingga terus tumbuh, kamu akan sampai di titik di mana kamu tidak perlu lagi bekerja untuk mendapatkan penghasilan karena aset yang kamu investasikan sudah berkembang dengan sendirinya.

Bagaimana membuat uang bekerja? Mulailah dengan berinvestasi di instrumen yang tepat. Biarkan uang yang kamu investasikan terus berkembang jauh melampaui inflasi. Dengan demikian, aset kamu terus tumbuh dan kekayaan terbangun.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

2. Jangan lagi menunda, mulailah dari nilai yang kecil

Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata “investasi”? Apakah investasi selalu mensyaratkan modal besar? Masih banyak kalangan yang keliru menganggap investasi membutuhkan modal yang besar. Akibat pandangan itu, tidak sedikit orang yang menjadi gamang memulai investasi karena merasa modalnya masih terlalu kecil dan akhirnya ia menunda berinvestasi. Ini jelas merugikan. Semakin lama kamu menunda investasi, semakin besar “potential loss” yang kamu alami.

Cara mudah adalah melihat perhitungan dana pensiun. Sebagai gambaran, kamu menargetkan bisa mengumpulkan Rp2 miliar untuk bekal pensiun di usia 55 tahun. Bila kamu memulai investasi sejak usia 25 tahun ketika mulai bekerja, maka kamu cukup menginvestasikan dana sebesar Rp231.838 ribu per bulan selama 30 tahun di instrumen investasi yang mampu tumbuh 20% per tahun. Akan tetapi, bila kamu baru memulai investasi di usia 40 tahun, maka sisa waktu yang kamu miliki untuk mengumpulkan dana tersebut tinggal 15 tahun. Jumlah dana yang harus kamu investasikan rutin tiap bulan adalah minimal sebesar Rp1,76 juta selama 15 tahun. Dana yang harus kamu investasikan jauh lebih besar karena kamu kehilangan peluang untung dari adanya compound interest atau bunga berbunga dari investasi.

Agar terhindar dari “potential loss”, mulailah investasi sedini mungkin dengan modal yang kamu miliki. Saat ini, kamu sudah bisa memulai investasi di berbagai instrumen dengan modal terjangkau. Investasi di reksa dana, misalnya, sudah bisa kamu mulai hanya dengan Rp10.000-Rp100.000 saja. Begitu juga investasi saham di mana pembelian 1 lot saat ini hanya sebanyak 100 lembar. Jadi, bila kamu membeli saham seharga Rp800 per lembar, kamu cukup menyiapkan modal Rp80.000 saja. Sangat terjangkau, bukan?

Baca juga: Tips Berhemat Saat New Normal

3. Hindari jebakan gaya hidup

Ada ungkapan “biaya hidup itu tidak mahal, yang mahal adalah gaya hidup”. Gaya hidup memang menggoda. Siapa tidak tergoda memiliki gadget dengan kamera sebesar boba? Gengsi naik dan nilai prestise kamu di tengah pergaulan sosial bisa langsung cemerlang. Tapi, apakah sebanding memiliki gawai mahal di tengah pendapatan yang masih belum menembus tiga digit dan portofolio investasi yang seadanya?

Sesekali mengikuti tren, bukan masalah besar. Dengan catatan, penuhi sesuai kemampuan kamu. Ada risiko besar bila kamu terus menerus mengikuti godaan gaya hidup saat ini. Pendapatan hasil kerja keras kamu bisa habis begitu mudah untuk konsumsi semata. Bagaimana kamu menyiapkan kesejahteraan di masa tua kelak? Mengantisipasi kebutuhan hari depan dengan berinvestasi mulai hari ini tidak harus membuat kamu ketinggalan zaman. Kuncinya ada pada pengaturan budget dan membuat prioritas tentang mana kebutuhan dan mana yang sebenarnya sekadar keinginan.

4. Lunasi utang, bangun dana darurat dan miliki asuransi

tips

Mustahil memiliki hidup yang sejahtera dan tenang bila kamu menanggung terlalu banyak utang. Utang memang bisa menjadi cara jitu mendongkrak peningkatan aset kamu. Tapi, tanpa perhitungan yang cermat, utang lebih sering menjadi sumber bencana finansial yang fatal. Berhati-hatilah selalu perihal utang. Jangan berutang tanpa perhitungan yang cermat. Hindari utang tanpa kepastian kamu bisa membayarnya kelak.

Bila saat ini kamu sudah menanggung utang, pastikan utang itu sehat. Artinya, rasio utang tidak melebihi 30% pendapatan. Bila lebih dari itu, berusahalah menguranginya dengan melunasi sebagian. Dari kondisi keuangan dengan rasio utang sehat, kamu bisa beranjak membangun dana darurat dan memiliki proteksi asuransi.

Miliki dana darurat minimal sebesar 6 kali nilai pengeluaran rutin kamu. Lengkapi kebutuhan proteksi dengan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa agar risiko keuangan terkelola.

5. Belajarlah dari mereka yang sudah membuktikan

Menjadi kaya juga tentang membangun kebiasaan baik menyangkut uang. Tidak mudah menyerah pada gaya hidup konsumtif, konsisten melakukan investasi di instrumen investasi yang sehat dan legal, memahami bahwa membangun kekayaan itu membutuhkan waktu dan kerja keras, adalah satu dari banyak hal penting yang perlu pembiasaan. Kamu bisa banyak belajar dari komunitas yang memiliki spirit atau semangat serupa. Kamu juga bisa belajar dari mereka yang berhasil membuktikan cara terbaik menjadi orang kaya.

Bisa dengan membaca buku biografi para billionaire, bergabung dengan komunitas investasi legal, mengikuti seminar dan lain sebagainya. Investasi ilmu adalah modal utama agar kamu bisa membangun kekayaan dengan cara yang baik, legal dan terhormat.

Baca juga: Tips Berbisnis Saat Covid

Menjadi orang kaya memang butuh usaha besar. Tapi, ketika kamu sudah memiliki tujuan jelas, perjalanan mewujudkannya akhirnya hanya masalah kesabaran dan keberuntungan. Dengan 5 hal di atas, kamu bisa lebih yakin mewujudkannya. Sudah siap jadi orang kaya?

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu