Cara Memilih Mobil Pertama Bagi Keluarga Muda

143
mobil

Mobil tentu bisa menjadi sebuah kebutuhan untuk mempermudah mobilitas sehari-hari para pasangan muda. Tapi seperti apa jenis mobil pertama yang ideal bagi para pasangan suami istri yang baru saja menikah?

Baca juga: Kredit Ringan Mobil Impian Didapat

Pasutri baru tentu memiliki tantangan tersendiri dalam pengelolaan keuangan. Wajar, mereka baru saja mengeluarkan dana yang cukup besar untuk selebrasi pernikahan dan juga bulan madu.

Di sisi lain, mobil merupakan aset yang harganya tak murah, salah membeli bisa berakibat penyesalan tiada akhir.

Bagi para pasutri yang tidak terlalu paham seputar otomotif, cukup banyak tantangan bagi mereka dalam memilih mobil pertama.  Sementara itu, semakin banyak masukan dari orang terkedak, juga kerap membuat proses ini menjadi semakin rumit.

Lantas bagaimana cara memilih mobil yang tepat bagi pasutri yang baru saja melangsungkan pernikahan?

Sesuaikan dengan kebutuhan bukan karena keinginan saja

Mengingat harga mobil mahal, maka pilihlah mobil yang memang bisa mengakomodir kebutuhan kedua belah pihak. Jangan memilih mobil atas dasar pertimbangan gaya atau keinginan belaka.

Mobil Sport Utility Vehicle (SUV) atau Multi-Purpose Vehicle (MPV) tentu bisa menjadi pilihan yang tepat lantaran bisa memiliki daya tampung yang lebih tinggi daripada city car maupun sedan.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Anggap saja, Anda dan pasangan hendak bepergian dengan kedua orangtua/mertua serta dua orang anggota keluarga kandung maka kapasitas mobil itu pun masih mumpuni. Atau bisa saja, pada sewaktu-waktu Anda yang sudah dikaruniai momongan hendak pergi untuk menginap di rumah orangtua, maka mobil yang Anda miliki harus bisa memuat perlengkapan-perlengkapan bayi yang luar biasa banyak.

Cari yang perawatannya terjangkau dengan kantong

mobil

Mobil Eropa mungkin terlihat elegant dan tidak pasaran, namun apakah Anda sudah siap dengan suku cadangnya yang lebih mahal dan tergolong langka ketimbang mobil Jepang?

Sejatinya, sah-sah saja membeli mobil dengan spesifikasi lebih tinggi dari yang merek Eropa, Jepang, Amerika, dan lainnya. Asalkan penghasilan Anda juga sanggup mengcover risiko-risiko tersebut.

Jangan hanya karena faktor keinginan, Anda mengabaikan faktor keuangan dan memaksakan diri untuk membeli mobil dengan spesifikasi lebih tinggi. Pastikan Anda telah memilih mobil yang memiliki biaya operasional sesuai dengan kantong.

Baca juga: Sudahkah Kamu Menjalani Gaya Hidup Hemat?

Cari yang pajak tahunannya bisa terbayar dengan mudah

Bukan hanya cicilan, pajak juga akan menciptakan pengeluaran pasif bagi pemilik mobil untuk setiap tahunnya. Ketika pajak tahunan terlampau mahal atau melebihi 30% dari penghasilan Anda, maka keuangan Anda bisa sangat terganggu.

Pilihlah mobil yang pajaknya masih bisa Anda toleransi dan terbayar. Jangan hanya karena desain stylish, mesin yang bertenaga, dan fitur-fitur canggih Anda harus mengorbankan uang yang lebih besar demi pajaknya.

Tidak perlu memaksakan diri

Baru atau bekas tidak masalah, asalkan Anda tidak terlalu memaksakan diri untuk hal yang satu ini.

Bila Anda adalah awam, maka pertimbangkan untuk membeli mobil baru guna menghindari risiko-risiko yang kian muncul karena kondisi mobil yang sudah berumur. Namun ingat poin 1,2, dan 3 untuk membeli mobil baru.

Untuk membeli mobil kondisi baru, Anda mungkin tidak akan bisa mendapat yang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Namun setidaknya, Anda lebih hemat dalam hal servis.

Namun bila Anda cukup percaya diri seputar pemahaman di bidang otomotif, pilihlah mobil bekas dengan spesifikasi dan kebutuhan yang sesuai.

Dengan membeli bekas Anda tentunya bisa lebih berhemat terkait pengeluaran. Pastikan saja, Anda membeli mobil bekas yang memiliki catatan servis baik serta memiliki garansi.

Pilih yang memiliki nilai jual kembali yang baik

mobil

Beberapa merek mobil memiliki resale value atau harga jual yang baik. Maka pertimbangkanlah untuk membelinya bila Anda sama sekali belum pernah memiliki mobil.

Mobil yang banyak dipilih masyarakat dan sering terlihat di jalan raya umumnya memiliki resale value (nilai jual kembali) yang baik dalam kondisi bekas.

Jika memang sewaktu-waktu dalam dua tahun setelah pemakaian, penghasilan Anda bertambah, dan Anda ingin mengganti mobil tersebut ke mobil yang lebih sesuai dengan kebutuhan, harga jual mobil pertama Anda tidak akan hancur.

Baca juga: Resesi, Persiapkan Strategi Keuangan Ini

Demikianlah hal-hal yang mesti diketahui oleh para pasutri baru terkait pembelian mobil. Pastikan pula agar tetap melindungi mobil dengan asuransi agar Anda tidak keluar dana yang cukup besar untuk segala musibah yang terjadi.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu