Langkah Awal Investasi Saham, Meracik Trading Plan Sendiri

119
trading saham

Saham menjadi salah satu instrumen investasi maupun trading yang lagi digemari banyak orang. Untuk itu, muncul banyak pertanyaan bagaimana cara memulai atau belajar saham. Intinya, belajar saham itu kayak lari marathon, harus sabar dan punya daya tahan yang kuat.

Banyak yang masih bingung bagaimana langkah awal belajar saham untuk para pemula. Ada yang penasaran sampai ikut grup saham yang sering kasih rekomendasi sampai ikut pelatihan gratis nasabah sekuritas yang didaftarkannya.

Namun, trading saham itu tidak bisa dikuasai secara instan atau secepat kilat. Banyak yang menganggap investasi saham itu kayak lari sprint yang bisa jadi jalan pintas untuk bisa cepat kaya. Padahal, investasi saham tidak sesederhana itu lho.

Biasanya, investor saham pemula memulai investasi saham dengan cara menjadi trader. Mereka berharap bisa mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek dari kenaikan harga saham yang dikoleksi.

BACA JUGA: Sebelum Investasi Saham, Pahami ARB dan ARA

Namun, para trader pemula sering kebingungan dalam bertransaksi saham karena takut salah memilih koleksi saham. Ketakutan itu wajar banget karena para trader pemula baru menyadari kalau mereka bisa mendapatkan maupun kehilangan uang dalam hitungan menit.

Dengan kondisi kebingungan, trader pemula pun berupaya mencari pilihan saham yang dianggap benar dari berbagai sumber. Misalnya, cari sumber rekomendasi saham dari kenalan trader yang lebih senior, sekuritas, atau contekan grup saham yang banyak beredar di Telegram maupun Whatsapp.

Selain itu, ada juga trader pemula yang membeli saham memakai feeling dengan beberapa alasan seperti, perusahaan yang dianggap terkenal, produknya terlihat di mana-mana, dan suka dengan produknya.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Namun, pola umum itu sering bikin trader pemula frustasi karena malah makin bingung dengan dinamika naik-turunnya harga saham yang dimilikinya. Bahkan, tidak sedikit juga yang mengalami kerugian besar sebagai trader pemula. Bukan cuma rugi, ada juga yang sampai jatuh bangkrut karena terlalu yakin dengan keputusan membeli sahamnya.

Setelah mengalami kerugian, para trader pemula sering menyalahkan kondisi pasar. Bahkan, menyalahkan rekomendasi yang diberikan oleh orang lain. Padahal, saat investasi atau trading itu adalah tanggung jawab masing-masing orang.

Itu semua adalah pola umum investor pemula dalam investasi saham. Investor saham yang melakukan pola umum itu tidak akan mempelajari lebih dalam soal saham, tetapi hanya jalan di tempat alias ilmunya tidak bertambah.

BACA JUGA: Trading atau Investasi Saham, Kamu Pilih yang Mana?

Soalnya, dengan pola itu para investor pemula malah sibuk mencari rekomendasi dari orang lain dan tidak menyiapkan trading plan sendiri. Bahkan, tidak memiliki manajemen risiko yang baik juga.

Hasilnya, ketika mengalami kerugian, banyak investor pemula yang tidak melanjutkan investasinya di sahamnya lagi karena trauma.

Langkah Pertama dalam Investasi Saham

trading saham

Untuk itu, sebelum memulai investasi saham, ada beberapa hal yang harus kamu persiapkan. Bukannya, langsung berinvestasi hasil dari rekomendasi orang. Berikut ini langkah untuk memulai investasi saham yang berkelanjutan.

Langkah pertama untuk mulai investasi saham bukanlah mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, tetapi meluangkan waktu untuk belajar investasi saham. Pola pikir ini sangat penting untuk para investor saham pemula yang seringnya tidak sabar untuk merasakan dapat untung.

Namun, hal ini justru yang menjadi puncak kebingungan para investor saham pemula. Memang apa sih yang harus dipelajari sebagai langkah awal investasi saham?

Hal yang harus dipelajari sebagai investor saham pemula adalah menentukan gaya trading sendiri atau trading plan. Untuk meracik trading plan sendiri, setidaknya kamu harus menjawab lima pertanyaan ini:

  • Apa saham yang mau saya beli?
  • Mengapa saya beli saham itu?
  • Berapa target harga beli saham itu?
  • Berapa target harga jual untung saham itu?
  • Kalau analisis salah, berapa target harga sebagai batasan untuk jual rugi?

Setelah menjawab pertanyaan itu, setiap investor saham akan memiliki timeframe investasi sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Misalnya, ada yang memiliki pendekatan trading plan teknikal berdasarkan periode waktu mingguan dan pendekatan fundamental dengan periode waktu tahunan, ada yang suka melihat momentum dari industri terkait seperti komoditas, infrastruktur, dan lainnya, dan ada juga yang melihat berdasarkan sentimen pasar dari kondisi ekonomi global, serta lainnya.

BACA JUGA: Dampak Stock Split dan Reverse Stock Split

Khusus analisis fundamental, ada beberapa indikator yang bisa dijadikan acuan para investor saham untuk memilih sebuah saham. Dari price to earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) untuk melihat valuasi harga saham sebuah emiten saat ini. Apakah sudah murah atau belum.

Lalu, ada profit margin untuk melihat seberapa konsisten dan efisien operasional bisnis sebuah saham dalam memperoleh keuntungan.

Ada debt to equity ratio (DER) untuk melihat tingkat kemampuan emiten membayar utang. Lalu, bisa juga dijadikan gambaran risiko saham itu untuk mengalami kebangkrutan. Namun, untuk beberapa sektor bisnis seperti bank, tingkat DERnya akan selalu tinggi karena model bisnisnya adalah menghimpun dana masyarakat.

Lalu, ada juga analisis lewat arus kas perusahaan. Ada tiga jenis arus kas, yakni operasional, investasi, dan pendanaan.

Arus kas operasional adalah arus kas hasil dari operasi bisnis. Kalau positif berarti bisa mengambarkan prospek keuntungan perusahaan tersebut.

Lalu, ada arus kas investasi, dana kas yang digunakan untuk investasi. Berbanding terbalik dengan arus kas operasi, arus kas investasi lebih bagus menjadi negatif karena tandanya perusahaan melakukan ekspansi.

Kemudian, arus kas pendanaan adalah dana kas yang tercatat untuk aktivitas mendapatkan pinjaman atau pembayaran utang. Khusus arus kas pendanaan, positif atau negatif bisa bermakna bagus sesuai dengan aksi masing-masing perusahaan.

Menjalankan Trading Plan

Setelah menjawab pertanyaan itu, kamu bisa mulai meracik gaya trading plan dengan melakukan trial and error. Uji coba sangat dibutuhkan agar kamu bisa paham gaya trading yang sesuai dengan profil risiko.

Sebaiknya, aksi trial and error ini dilakukan dengan modal yang kecil terlebih dulu. Jadi, potensi kerugian tidak akan terlalu besar dan bisa dianggap sebagai ongkos belajar. Lalu, kalau untung, anggap itu adalah bonus dari belajar saham tersebut.

Paling penting, ketika kamu untung saat proses belajar, jangan langsung merasa jago dan menambahkan investasi atau trading dalam jumlah yang besar. Namun, anggap saja itu bonus dari pembelajaran.

Fase Akhir Belajar Saham 

saham trading

Pasti banyak investor pemula yang penasaran, berapa lama sih waktu yang dibutuhkan untuk belajar saham hingga sudah bisa fokus mencari untung?

Tolak ukur seseorang bisa dibilang siap untuk berinvestasi saham dengan modal yang besar adalah saat orang itu sudah menemukan trading plannya sendiri. Tidak cuma itu, dia juga harus sudah disiplin dalam menjalankan gaya tradingnya sendiri.

Nah, kedisiplinan dalam menjalankan gaya trading sendiri ini yang harus dilatih terus menerus secara bertahap. Menjalankan gaya trading sendiri secara disiplin ini memang seolah sepele, tetapi justru menjadi yang paling sulit dan butuh waktu lama.

Kamu yang masih pemula akan merasakan bagaimana sulitnya mengikuti gaya trading yang sudah dibuat untuk diri sendiri. Kesulitannya itu bisa muncul dalam bentuk keraguan apakah gaya trading dan analisis yang dilakukan sudah benar atau belum karena terpengaruh informasi dari berita dan orang lain.

Pasar saham yang naik-turun akan membuat mental kamu dalam berinvestasi saham seperti dibanting-banting. Saat pasar turun, kamu yang yakin menjadi ragu, tetapi saat pasar naik, kamu yang ragu malah menjadi serakah. Lalu, saat pasar kembali turun, kamu yang serakah menjadi takut, dan seterusnya.

Namun, kondisi itu justru menjadi bahan pembelajaran utama untuk kamu memahami pola investasi di pasar modal, seperti saham. Setelah merasakan kondisi itu, mental kamu juga akan terlatih karena sudah digembleng dengan kondisi pasar di dunia nyata secara bertahap. Akhirnya, kamu pun akan kembali ke trading plan awal yang sudah dibuat.

Saat kamu sudah mulai disiplin menjalankan trading plan, akhirnya kamu akan mempelajari kalau tujuan investasi saham bukan lagi mencari rumus agar bisa selalu untung. Melainkan, bagaimana kamu bisa konsisten menjalankan trading plan agar aset saham bisa tumbuh secara konsisten.

Siap untuk menjalankan trading plan gayamu sendiri agar aset bisa bertumbuh secara konsisten?

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu