Trading Saham, Kerja Sampingan, atau Investasi Pendapatan Tetap? Mana yang Lebih Baik

89
trading saham

Ketika penghasilan bulanan kita kurang cukup untuk memenuhi kebutuhan, maka hanya ada dua cara yang bisa Anda lakukan yaitu menambah jumlah penghasilan atau mengurangi pengeluaran.

Mengurangi pengeluaran tentu bisa dilakukan dengan memotong pengeluaran yang bersifat hiburan, gaya hidup, atau yang sebatas keinginan saja. Lantas bagaimana dengan menambah pemasukan?

Baca juga: Trading Saham atau Investasi Saham, Pilih yang Mana?

Banyak hal yang sejatinya bisa dilakukan untuk menambah pemasukan kita. Tiga di antaranya adalah trading saham, kerja sampingan, atau menaruh dana di investasi pendapatan tetap seperti surat berharga negara atau deposito.

Manakah dari ketiga aktivitas ini yang cocok untuk Anda?

Trading saham

trading saham

Trading saham tidak sama dengan investasi saham. Trader akan memanfaatkan fluktuasi harga saham yang naik turun untuk mengambil keuntungan dalam jangka pendek.

Keuntungan trading saham jangka pendek tentu bisa membantu menambah pemasukan kita, namun di sisi lain bisa merugikan bagi kita pula jika dilakukan tanpa analisa.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Modal menjadi trader, tidak hanya sebatas uang belaka, melainkan juga mental, pengalaman, serta pemahaman yang baik akan analisis teknikal. Melakukan jual beli saham atas dasar rekomendasi atau hasutan sangatlah berisiko.

Pelajarilah ilmu analisis teknikal dengan baik. Kenali dengan baik hal-hal yang berkaitan dengan support, resistance, moving average dan lain sebagainya. Pantau pula grafik historis dari sebuah saham dan pola-polanya.

Tentukan target profit dan stop loss serta siapkan waktu untuk memantau monitor selama jam perdagangan berlangsung.

Taruh dana di instrumen pendapatan tetap

Bagi Anda yang ingin menikmati penghasilan pasif dengan risiko yang lebih rendah, pilihan ini mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat.

Instrumen investasi pendapatan tetap seperti deposito atau surat utang negara maupun swasta atau platform P2P lending akan memberikan imbal hasil tetap setiap bulannya.

Namun besar kecilnya imbal hasil investasi ini sangat ditentukan dengan modal investasinya. Semakin besar modal yang Anda alokasikan makin besar pula imbal hasilnya.

Lakukanlah investasi ini dengan bijak yaitu dengan memperhatikan beberapa aspek dalam kesehatan keuangan Anda.

Ketahui pulalah bahwa proses investasi hanya bisa dilakukan dengan cara lumpsum atau sekali bayar, tidak bisa dengan cara dollar cost averaging layaknya membeli saham atau reksa dana.

Ketika Anda menggunakan seluruh dana Anda, imbal hasil tetap yang dihasilkan mungkin besar namun risikonya pun besar. Bayangkan saja, apa yang terjadi jika sewaktu-waktu Anda kehilangan pekerjaan utama dan harus membayar seluruh kewajiban?

Jika Anda berniat mencairkannya, ingat bahwasannya deposito memiliki biaya penalti. Sementara itu obligasi bisa mengalami penurunan nilai ketika dijual di pasar sekunder, dan P2P lending tidak bisa ditarik sebelum jatuh tempo.

Baca juga: Hindari Kesalahan Trading Saham Berikut Ini

Anda pun terpaksa berutang karena sebagian besar dana Anda ditempatkan di instrumen tersebut. Dengan berutang, pengeluaran pasif Anda pun menjadi bertambah.

Kerja sambilan

trading saham

Aktivitas ini mungkin menjadi cara yang cepat untuk mendapat pemasukan tambahan. Meski peluang kerja sambilan cukup banyak, tidak sedikit dari kita yang sulit memanfaatkannya.

Pada intinya, kerja sambilan akan menyita waktu, tenaga, pikiran, dan beberapa di antaranya membutuhkan modal. Mengingat penghasilan dari kerja sambilan adalah penghasilan aktif, maka kita bisa saja terkena risiko kelelahan hingga stres karena terlalu aktif bekerja.

Apabila Anda berniat melakukan ini, maka atur lah waktu sebaik-baiknya. Jagalah kesehatan fisik dan mental Anda dengan rajin berolahraga, makan makanan sehat, dan rutin melakukan aktivitas yang kita sukai.

Pada intinya, tidak ada yang paling baik di antara tiga aktivitas di atas. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Setiap orang tentu bisa memilih mana yang terbaik bagi mereka.

Baca juga: Ingin Mulai Trading Saham, Pelajari Cara Menilai Harga Sahamnya

Patut diingat kembali, sebelum memilih, kenalilah diri sendiri dengan baik mulai dari keterampilan hingga profil risiko investasi Anda.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu