Sering Berutang, Coba Cek Portofolio Utang Anda

414
utang

Hidup bebas utang tentu menjadi impian bagi setiap orang. Namun apakah hal ini hanya sebatas angan-angan atau bisa direalisasikan?

Tanpa utang, kita sama sekali tidak memiliki pengeluaran pasif setiap bulannya.Tak dipungkiri bahwa portofolio utang pun bisa terbentuk ketika seseorang memiliki utang dari berbagai pihak. Apakah saat ini Anda juga memiliki portofolio tersebut?

Baca juga: Apa Mungkin Kebiasaan Berutang Dihilangkan?

Portofolio utang sejatinya berisi daftar utang-utang yang kita miliki beserta jumlah tertunggak, dan cicilannya per bulan. Apakah yang harus kita lakukan jika kita sendiri sudah memiliki portofolio utang yang penuh?

Pisahkan jenis utang Anda

Buatlah daftar utang dalam portofolio Anda berdasarkan jenisnya yaitu utang konsumtif dan produktif. Setelah itu, lakukan klasifikasi pula utang-utang tersebut sesuai dengan tenornya.

Dengan portofolio utang yang tersusun rapih, maka Anda bisa mengetahui tingkat kesehatan finansial Anda saat ini.

Periksa tabungan Anda

Besarnya jumlah tabungan akan menentukan seberapa baik Anda dalam melunasi utang-utang Anda. Anggap saja, Anda memiliki jumlah tabungan senilai Rp 100 juta, dan utang tertunggak dengan total Rp 20 juta.

Maka bisa disimpulkan bahwa Anda masih memiliki kas yang cukup untuk melunasi seluruh utang-utang tertunggak kita.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Besarnya tabungan tentu akan mempermudah kita dalam mengatasi risiko pembayaran utang di kala kita kehilangan pekerjaan. Namun menyimpan dana kas dalam jumlah besar juga akan membuat Anda rentan dengan risiko inflasi.

Periksa jumlah total aset Anda

utang

Ketika jumlah tabungan Anda dinilai tidak mampu untuk melunasi seluruh utang, maka periksalah total aset yang Anda miliki saat ini. Dan cari tau berapa rasio total utang dibandingkan aset.

Aset yang Anda miliki seperti aset keuangan (reksa dana, saham, dan lainnya) tentu bisa dilikuidasi (dijual) untuk membayar utang. Sedangkan aset riil non likuid seperti properti bisa dijaminkan kembali (refinance) ke pihak pemberi kredit agar kita bisa mendapatkan uang segar untuk membayar utang-utang tertunggak kita.

Ada baiknya untuk menjaga kesehatan jumlah utang Anda dengan tidak membiarkan nilai utang melebihi 50% dari nilai aset.

Jangan ragu untuk berdiskusi seputar pembayaran utang

Tidak semua dari kita memiliki tabungan atau aset dalam jumlah ideal, namun semua orang tentu ingin bisa membayar utang dengan baik. Lantas seperti apa cara yang bisa dilakukan untuk merealisasikan hal ini?

Debt settlement atau Penyelesaian utang

Jika memang kita tidak lagi mampu membayar utang karena pengeluaran yang juga besar, lakukan diskusi ke pihak kreditur dengan seksama. Proses penyelesaian utang bisa berupa pemberian diskon utang, perubahan tenor pembayaran utang, dan kebijakan lain.

Baca juga: Langkah Mengatasi Beban Utang Saat Pandemi

Namun hal itu hanya disetujui bila kreditur sudah melakukan penilaian keuangan terhadap debitur terkait mulai dari penilaian arus kas bulanan hingga kepemilikan aset.

Bisa saja, kreditur menyarankan debitur untuk melakukan likuidasi aset terlebih dulu untuk melunasi utang-utangnya.

Konsolidasi utang

Ketika seorang memiliki utang dalam jumlah banyak di berbagai pihak, maka utang-utang tersebut bisa dikonsolidasikan menjadi satu utang. Setelah itu, debitur akan diberikan skema cicilan baru dalam tenor yang ditetapkan.

Pembiayaan kembali

utang

Ketimbang harus menjual aset demi membayar utang, maka debitur bisa saja melakukan refinance atau pembiayaan kembali atas aset yang dimiliki. Dengan ini, para debitur akan diberikan dana segar untuk pelunasan utang.

Sementara itu, agar aset yang dijaminkan bisa kembali lagi ke tangan debitur, mereka harus melunasi pembayaran atas pembiayaan kembali tersebut ke pihak pemberi pinjaman.

Baca juga: Gunakan Metode Bola Salju untuk Melunasi Utang

Demikianlah pembahasan mengenai proses mitigasi portofolio utang yang harus Anda ketahui. Selalu ingat bahwa, tidak ada yang salah dalam berutang, namun salah dalam memperlakukan utang bisa berakibat fatal di kemudian hari.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu