15 Minutes With: Trading Saham dengan Margin, Berbahayakah?

158
Trading margin

Halo Valbury, perkenalkan nama saya Sandi, karyawan swasta. Saya sudah memulai investasi saham sejak 2 tahun terakhir dengan strategi nabung saham. Namun, belakangan ini saya tertarik mencoba trading saham karena ingin mendapatkan untung lebih cepat. Pihak sekuritas menyediakan dana pinjaman atau margin yang bisa menjadi modal dan tambahan modal saya dalam trading. Yang ingin saya ketahui, apa saja yang perlu saya perhatikan bila hendak trading saham memakai pinjaman atau margin tersebut? Berbahayakan bila memakai dana pinjaman sekuritas tersebut untuk trading? Saya tunggu pencerahan dari Valbury.

Terima kasih.

Jawaban

Dear Sandi, salam kenal juga, ya. Senang mendengar kamu sudah memulai investasi saham untuk meningkatkan kesejahteraan finansial. Untuk menjawab pertanyaan kamu, pertama-tama bila kamu hendak trading margin, maka penting bagi kamu untuk mengetahui peraturan-peraturan yang berlaku dalam trading margin tersebut. Beberapa aturan yang perlu kamu pahami antara lain:

Pertama, investor harus membuka rekening efek regular dan rekening efek margin. Kedua, saham yang boleh ditransaksikan dengan margin adalah saham yang termasuk dalam daftar saham margin saja, sebagaimana ditentukan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Baca juga: Langkah Awal Investasi Saham, Meracik Trading Plan Sendiri

Fasilitas margin dapat membantu kamu sebagai investor saham untuk bertransaksi saham supaya bisa untung lebih besar, akan tetapi dengan modal lebih kecil karena sebagian transaksinya dibiayai oleh perusahaan efek atau sekuritas. Meski begitu, sebagai investor saham, kamu juga perlu memperhatikan rasio utang dalam trading margin. Jika perbandingan utang dengan jaminan yang kamu miliki sudah melebihi rasio call margin perusahan efek, maka kamu selaku nasabah wajib melakukan top up dana atau efek supaya rasionya kembali turun (call margin ratio).

Bila pertanyaannya bahaya atau tidak, pada dasarnya setiap peluang selalu ada risiko yang mengikuti. Begitupun transaksi margin yang bisa membawa untung lebih besar, sejatinya juga memiliki risiko. Risikonya seperti ini, ketika terjadi penurunan harga saham sedang di saat yang sama kamu tidak melakukan top up margin, maka pihak sekuritas terpaksa melakukan paksa jual atau forced sell atas portofolio yang kamu miliki. Maka itu, penting sekali bagi nasabah untuk memperhatikan call margin ratio-nya sehingga tidak perlu terjadi forced sell.

Baca juga: Trading Saham, Kerja Sampingan, atau Investasi Pendapatan Tetap? Mana yang Lebih Baik

Demikian yang bisa kami jelaskan terkait trading margin. Semoga cukup menjelaskan. Terima kasih.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu