Peluang Baru dari Podcast, Ini Kiprah Pangeran Siahaan dengan Box2Box

337
Podcast

Perkembangan teknologi digital makin menarik dari hari ke hari. Setelah booming media sosial dan paid-streaming seperti Netflix dan kawan-kawan, saat ini podcast tengah naik daun sebagai pilihan media. Podcast, kepanjangan dari iPod dan broadcast, adalah media digital dalam bentuk suara yang bisa didengarkan kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja.

Mirip dengan siaran radio, akan tetapi ia tidak membutuhkan frekuensi udara khusus. Kamu bisa mendengarkan podcast dengan jaringan internet layaknya layanan streaming umumnya. Indonesia kini tercatat sebagai negara di Asia Tenggara dengan jumlah pendengar podcast terbanyak dengan pertumbuhan tiga kali lipat sepanjang tahun 2020. Di Indonesia, podcast sejatinya sudah mengemuka sejak tahun 2012. Akan tetapi, belakangan ini semakin menonjol seiring kian banyaknya selebritas yang membuka akun podcast.

Membicarakan tentang perkembangan podcast di Indonesia, kamu mungkin familiar dengan nama Pangeran Siahaan, Co-founder Box2Box, jaringan podcast yang berdiri sejak tahun 2018. Pange, begitu ia biasa disapa, sebelumnya sudah eksis sebagai presenter siaran olahraga dan penulis.

Kegemarannya pada olahraga sepakbola telah menjadi titik mula ia menggeluti podcast dan membangun Box2Box. Belum lima tahun berdiri, jaringan podcast Box2Box diklaim sudah berhasil menjaring 1 juta pendengar. Seperti apa kisah Pange membangun Box2Box? Mari menyimak bersama.

Berawal dari cas cis cus tentang sepakbola

podcast

Olahraga paling populer di dunia, yaitu sepakbola bukan hanya seru untuk dilihat permainannya, apakah itu di lapangan langsung atau melalui siaran di televisi atau streaming internet. Bagi penggemar berat sepakbola seperti Pange, sepakbola tidak cukup bila hanya dilihat saja melainkan perlu diobrolkan seru bersama kawan-kawan. Bersama Tio Prasetyo, seorang jurnalis, Pange sering nongkrong bareng mengobrolkan sepakbola sejak lama.

“Saya sudah sering mendengarkan berbagai macam podcast sejak tahun 2008 dan ingin punya satu podcast sendiri suatu hari nanti. Baru kesampaian saat Spotify, penyedia layanan musik dan siniar, meluncurkan platform baru untuk podcast, jadilah saya buat podcast pada Agustus 2018 lalu,” cerita Pange seperti dikutip oleh Letterf.id, Juni 2019 lalu.

Baca juga: Kecintaan pada Teknologi Mengantarkan Rama Mamuaya Sukses Bersama DailySocial.id

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Latar belakang Pange sebagai presenter acara bola memudahkannya membangun podcast. Namun, Pange tidak ingin membangun solo podcast. Ia lebih tertarik podcast-nya menjadi sebuah tempat obrolan yang seru. Makanya, tanpa ragu ia mengajak Tio, temannya sesama presenter dan jurnalis yang selama ini memang karib Pange dalam membicarakan apapun seputar sepakbola.

Pange dan Tio berkolaborasi dengan Justin Lhaksana, pandit bola kenamaan Indonesia, dan jadilah lahirlah Box2Box Football Podcast. Pange mengakui, latar belakang ia dan Tio, juga Justin sebagai sportcaster dan pegiat sepakbola yang sudah cukup dikenal oleh publik, memudahkan mereka menjaring follower atau pendengar untuk Box2Box Football Podcast.

Meski begitu, mereka tetap dituntut untuk memberikan sesuatu yang berbeda agar pendengar podcast terus tertarik mendengarkan. Podcast yang digawangi oleh Pange dan Tio pada akhirnya banyak membahas serba serbi pertandingan bola termutakhir, serba serbi informasi seputar para pemain dan pelatih juga tentang teknik permainan dan lain sebagainya.

Box2Box, peluang cuan menjanjikan

Podcast- Pangeran Siahaan

Sedari awal membuat podcast sebagai media alternatif, Pange memang meniatkannya sebagai sebuah bisnis masa depan. Walau ketika itu podcast masih belum memperlihatkan celah mencetak cuan sama sekali, lebih-lebih bila dibandingkan Youtube yang sudah berkibar sebagai lahan monetisasi yang sangat menjanjikan melalui adsense. Namun, Pange meyakini, podcast memiliki peluang yang sama besar sebagai bisnis yang prospektif di masa depan.

Di mata Pange, media apapun yang potensial mengumpulkan audiens, di sana pasti ada potensi pasar, tak terkecuali podcast. Itulah mengapa ketika membuat podcast bola, Pange juga mendirikan jaringan siniar bernama Box2Box Media Network di tahun yang sama.

Baca juga: Maria Regina Anggit, Digitalisasi Industri Indekos

Tidak butuh lama bagi podcast besutan Pange meraup pendapatan. Ketika Box2Box berjalan sekitar enam bulan, mereka berhasil menggaet sponsor senilai Rp100 juta dalam bentuk kerjasama campaign. Berbeda dengan tipikal bisnis startup yang harus melalui fase “bakar uang” di awal berdiri, podcast nyatanya bisa berjalan layaknya bisnis konvensional. Box2Box Media Network tidak pernah bakar uang selaku media baru.

Bahkan dalam rentang 10 bulan, keuangan mereka sudah sehat. Iklan menjadi pendapatan utama podcast network ini. Di mana Box2Box Media Network akan mendapatkan bagian ketika podcaster yang mereka naungi dalam jaringan tersebut mendapatkan iklan.

Saat ini Box2Box Media Network menaungi sekitar 40 podcaster dan mengklaim telah menggaet 1 juta pendengar. Ke depan, bisnis podcast diyakini terus berkibar. Berdasarkan laporan Global Entertainment and Media Outlook 2019-2023 yang dirilis oleh PWC, pendapatan iklan podcast secara global diprediksi akan menembus angka US$1 miliar atau setara Rp 14 triliun.

Baca juga: David Christian, Mimpi Kurangi Sampah Plastik dan Bahagiakan Petani Rumput Laut

Pendapatan iklan podcast diproyeksikan melonjak hingga 23,1% menjadi US$1,4 miliar hingga tahun 2021, meningkat dua kali lipat dari pertumbuhan sekarang yang baru sebesar US$0,7 miliar. Yang menarik, pendapatan dari iklan podcast bahkan diprediksi melampaui keuntungan koran digital pada tahun 2022. Riset yang digelar oleh Spotify memperkirakan, pendengar podcast bakal menembus 2,2 miliar pendengar pada tahun 2024.

Bagi kamu yang tertarik menjajaki peluang cuan di bisnis podcast, ada beberapa tips penting yang perlu kamu perhatikan. Di antaranya, tentukan tema podcast yang potensial digemari oleh pasar. Berdasarkan riset Box2Box, ada dua topik yang selama ini menjadi favorit pendengar Box2Box yaitu sports dan comedy. Konten entertainment juga menjadi favorit pendengar podcast di Indonesia.

Mengutip riset Daily Social tahun 2018 lalu, pendengar podcast di Indonesia didominasi oleh kelompok usia 20-25 tahun sebesar 42,12%. Diikuti oleh kelompok usia 26-29 dan 30-35 tahun. Mayoritas pendengar podcast di Indonesia juga menggunakan aplikasi Spotify untuk mendengarkan siniar.

Penting bagi podcast untuk membuat konten siniar yang menarik, tidak Jakarta-centric dan hadir konsisten. Dengan demikian, pasar yang ingin kamu bentuk pun memiliki profil yang jelas. Pasalnya, di kemudian hari, hal itu akan membantu kamu menggaet pengiklan lebih mudah.

Industri podcast di tanah air masih sangat baru, jadi menurut Pange, para podcaster dan creator memiliki privilege dalam membentuk industri sesuai idealisme dan keuntungan creator. Nah, sudah siap mengikuti jejak Pangeran Siahaan?

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu