Awas, Bahaya Investasi Saham Tanpa 5 Bekal Ini

270
investasi saham

Di tengah pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama setahun terakhir, perekonomian global terjebak resesi, tak terkecuali Indonesia. Namun, di tengah resesi perekonomian yang belum jelas kapan akan berakhir, peminat investasi di pasar modal justru makin meningkat.

Data yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperlihatkan selama tahun 2020 jumlah investor pasar modal meningkat 56% dibandingkan akhir tahun 2019 lalu, yaitu mencapai 3,87 juta investor. Tahun ini, OJK memperkirakan jumlah investor pasar modal akan terus meningkat menembus 5 juta investor. Investasi saham termasuk instrumen investasi yang paling banyak diminati oleh para investor pemula. Disusul reksa dana dan obligasi.

Baca juga: Siapkan Dana Darurat Sebelum Investasi Saham, Pilih Reksa dana Pasar Uang atau Emas?

Selain karena didorong oleh kemunculan aplikasi financial technology (fintech) yang memudahkan investasi, booming investasi saham juga terdorong oleh media sosial. Kemunculan para influencer memamerkan isi portofolio mereka, sedikit banyak telah menarik banyak minat orang untuk ikut mencoba peruntungan berinvestasi saham. Akan tetapi, bersamaan dengan itu banyak pula yang sekadar ikut-ikutan tanpa bekal pemahaman yang memadai tentang investasi saham. Akhirnya, bermunculan pula cerita tentang investor pemula yang “nyangkut” atau merugi besar karena harga saham yang ia beli anjlok harganya.

Investasi saham tidak sekadar membutuhkan modal berupa uang. Untuk bisa sukses meraup untung, seseorang juga wajib membekali diri dengan pengetahuan yang memadai tentang serba serbi investasi saham. Menerjuni dunia investasi saham hanya karena ikut-ikutan atau terbawa arus FOMO (fear of missing out), hanya akan berujung pada kerugian finansial yang fatal. Maka itu, bila saat ini kamu tertarik hendak memulai investasi saham, pastikan kamu memiliki 5 hal ini:

1. Modal harus berupa idle money

investasi saham

Syarat utama agar kamu bisa berinvestasi saham supaya risiko kerugian tetap terkelola adalah pastikan kamu memakai uang menganggur alias idle money. Idle money atau biasa juga disebut uang dingin adalah sejumlah dana yang kamu miliki atau tersisa setelah semua kebutuhan wajib dan primer tertutupi.

Jadi, idle money bukanlah dana yang sebenarnya masih kamu butuhkan untuk hidup sehari-hari seperti uang belanja dapur, uang sekolah anak, uang untuk membayar cicilan atau kewajiban lain, dan lain sebagainya.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Modal uang untuk membeli saham sebaiknya benar-benar berupa uang yang tidak terpakai. Jadi, ketika kelak terjadi penurunan harga saham atau kala terjadi kerugian investasi, arus kas keuangan kamu tidak ikut terguncang. Ada banyak cerita di mana para investor pemula merasakan kerugian lebih dalam karena ternyata mereka memakai uang rumah tangga untuk membiayai investasi saham. Akibatnya, kala harga saham anjlok, yang terjadi adalah adalah kerugian dua kali. Yaitu, rugi dari penurunan nilai saham dan rugi karena arus kas terganggu.

Baca juga: Langkah Awal Investasi Saham, Meracik Trading Plan Sendiri

Masalah bisa semakin runyam ketika seseorang memulai investasi saham dengan modal pinjaman. Investasi saham termasuk investasi berisiko tinggi. Memakai dana pinjaman untuk membeli saham akan membuat risikonya berkali lipat lebih tinggi. Jadi, hindari itu dengan memastikan modal uang pembelian saham berasal dari dana menganggur.

2. Miliki bekal pengetahuan dasar tentang saham

Investasi saham adalah jenis investasi berisiko tinggi. Sesuai hukum investasi, semakin tinggi risikonya, semakin tinggi pula peluang keuntungannya. Banyak orang terpikat dengan iming-iming peluang untung namun lupa bahwa risikonya pun sama tinggi. Kamu bisa meminimalisir risiko tersebut dengan membekali diri dengan pengetahuan dasar tentang investasi saham.

Mulai dari apa definisi saham, tujuan keuangan apa yang cocok menggunakan saham sebagai kendaraan investasi, apa saja dan berapa biaya yang menyertai investasi saham, strategi investasi saham yang paling cocok mendukung pencapaian tujuan keuangan kamu, bagaimana cara membaca laporan keuangan, apa saja jenis saham yang layak dipilih sebagai investasi, bagaimana menghindari jebakan saham gorengan dan lain sebagainya.

Saham banyak direkomendasikan untuk mendukung tujuan keuangan jangka panjang di atas 5 tahun. Jadi, bila kamu berniat mengumpulkan dana untuk membiayai pernikahan 3 tahun lagi, jangan memilih saham sebagai instrumen investasi. Hal ini sering diabaikan oleh investor pemula karena berharap bisa mendapat untung cepat dari investasi saham. Akibatnya, kerugian yang dirasakan pun makin berlipat-lipat.

3. Ketahui cara pilih saham yang tepat sebagai investasi

investasi saham

Jumlah saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah menembus kisaran 700 saham. Agar investasi saham kamu berhasil, pastikan kamu mengetahui bagaimana cara memilih saham yang tepat sebagai investasi. Kamu bisa menggunakan analisis fundamental dalam memilih saham terutama bila kamu berniat investasi untuk jangka panjang. Selain itu, kamu dapat pula memakai analisis teknikal dalam memilih saham yang layak dikoleksi.

Untuk menyaring saham-saham mana saja yang perlu kamu pelajari isinya, kamu bisa memanfaatkan indeks-indeks yang ada di BEI. Jadi, selain Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), saat ini ada sekitar 22 indeks yang dapat kamu jadikan acuan. Antara lain, Indeks LQ45 yaitu indeks yang berisi sekumpulan 45 saham terpilih dengan likuiditas tertinggi, nilai kapitalisasi dan persentase saham beredar.

Indeks LQ45 sering menjadi acuan para investor kakap seperti perusahaan manajemen aset dalam mengelola portofolio reksa dana saham. Ada juga indeks-indeks lain yang bisa jadi acuan seperti IDX30, indeks sektoral, Indeks Kompas100, dan lain sebagainya.

Kamu bisa menggunakan indeks itu untuk menyaring mana saja saham yang perlu kamu pelajari sebelum memutuskan membeli. Pendekatan yang bisa kamu gunakan antara lain value investing yaitu strategi memilih saham bervaluasi di bawah harga wajar, income investing yaitu strategi memilih saham yang banyak memberikan dividen, dan lain sebagainya.

4. Sesuaikan strategi dengan cara investasi

Bila kamu berniat menjadikan saham sebagai instrumen investasi jangka panjang, akan lebih tepat bila kamu menggunakan analisis fundamental dalam menentukan strategi investasi. Sebaliknya, bila kamu hendak menjadikan saham sebagai instrumen penghasil cuan harian melalui trading jangka pendek, maka kamu wajib memiliki trading plan yang jelas dan menguasai analisis teknikal.

Trader saham yang mencari cuan dari jual beli saham jangka pendek, membutuhkan waktu dan tenaga khusus agar bisa memantau pergerakan harga saham secara cermat. Ini karena pergerakan pasar bisa sangat tinggi volatilitasnya. Maka dari itu, bila memang kamu berniat trading saham, pastikan kamu memiliki kesiapan waktu dan energi khusus untuk melakukannya.

Baca juga: Sebelum Investasi Saham, Pahami ARA dan ARB Dulu

Sebaliknya, bila kamu merasa tidak punya energi dan waktu, kamu bisa memilih strategi investor fundamental yang tidak terlalu memusingkan volatilitas harga saham harian. Seorang investor fundamental umumnya menjadikan saham sebagai instrumen investasi jangka panjang. Ada yang melakukannya dengan cara menabung saham secara rutin, juga memborong saham bernilai tinggi yang tengah diskon harga.

5. Pastikan dana darurat dan asuransi sudah aman

Dana darurat dan investasi ibarat buffershock dan pelampung yang kamu butuhkan ketika tiba-tiba terjadi guncangan dalam keuangan pribadi. Maka itu, keduanya perlu kamu miliki sebelum memutuskan menerjuni investasi saham.

Dana darurat akan berguna membantu kamu menutup pendapatan ketika terjadi perubahan mendadak dalam keuangan pribadi, misalnya, ketika tiba-tiba terjadi PHK atau kebutuhan besar yang harus segera dipenuhi saat itu juga. Begitu juga asuransi yang akan membantu kamu menutup risiko finansial ketika terjadi kejadian sakit atau meninggal dunia.

Dengan kehadiran dua hal tersebut, dana yang sudah kamu investasikan dalam saham tidak perlu diutak-atik ketika terjadi kebutuhan dana tunai mendadak. Dengan demikian, investasi yang sudah kamu jalankan bisa berjalan terus dan optimal mencapai target sesuai rencana yang telah disusun.

Itulah 5 hal yang penting sekali menjadi modal sebelum kamu menerjuni investasi saham. Semoga cuan, ya!

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu